Antara Aku, Kekasihku Dan Sahabatnya

Antara Aku, Kekasihku Dan Sahabatnya
Bab 45.Pernikahan Adel dan Mika


__ADS_3

Hari ini akhirnya Adel dan Mika resmi menjadi suami istri. Pernikahannya hanya dihadiri oleh mama ayu, papa ivan, bunda dan temannya papa Adel sebagai saksi.


Setelah acara ijab kabul Papanya Adel membawa mereka semua untuk makan makan sebagai perayaan akan pernikahan Adel dan Mika.


"Mika... Adel.. kalian yakin tak ingin merayakan pernikahan kalian.. seperti pesta kecil kecilan gitu"


"Nggak perlu om... bukan kah aku dan Adel ingin menyembunyikan pernikahan kami ini, jika diadakan pesta walau hanya kecil berarti akan ada orang yang tahu, dan itu pasti akan menyebar beritanya.. "


"Besok aku dan Mika ke salah satu panti asuhan saja pa... bukan merayakannya"


"Baiklah.. berapa biaya yang kamu perlukan nak"


"Nggak usah Pa. .. uangku masih cukup kalau hanya untuk biaya perayaan di panti"tolak Mika


"Mika.. papa tahu kamu anak yang bertanggung jawab, tapi kalau soal perayaan pernikahan masih ada tanggung jawab orang tua, biarkan papa memberi uang secukup nya saja.. nanti papa transfer kerekeningmu ya Del"


"Ya Pa... terima kasih"


"Apa mama boleh ikut nak.. "pinta mama berharap


"Apa nanti suami mama tak curiga dan mencari mama, karena sering keluar"ujar Adel


"Nggak lah nak... mama juga sering keluar untuk ngumpul dengan teman teman mama, jadi ia tak akan curiga"


"Tapi itu berarti kamu membohongi suamimu... jangan sering bohongi suami, kamu tak ingin pisahkan dengan suami kamu sekarang"ucap papa sinis.


"Ikut saja bu.. ibu bilang saja pergi sama saya.. jika suami ibu curiga suruh tanya saya.. itu bukan bohongan, ibu memang pergi dengan saya.. "


"Terima kasih bunda.. "


Mereka semua menyantap hidangan yang telah tersedia. Setelah itu mama Ayu pamit pulang. Begitu juga papa.. karena sore harus kembali ke Pekanbaru, ia tak mungkin meninggalkan perusahaan nya lama.


Papa membawa Adel sedikit menjauh dari Mika dan bunda..


"Adel... nanti apa transfer uang sebanyak lima ratus juta.. kamu bisa gunakan buat keperluan kamu dan buat pengobatan Mika... jika uangnya telah habis.. kamu jangan segan meminta kembali, walau kamu telah menikah.. kamu masih tanggung jawab papa.."


"Pa... terima kasih banyak atas semuanya. "


"Ya.. nak. Semoga kamu bahagia hidup dengan Mika"


"Doakan Adel terus Pa... "


"Iya nak.. papa harus pamit.. jaga dirimu. Jangan lupa kabari papa jika ada sesuatu. "


"Baik Pa.. "


Papa pamit dengan bunda dan Mika. Setelah papa pamit Adel, Mika dan Bunda pun pulang kerumah.


"Mengapa Adel terus yang menyetir Mika.. kasihan... baru saja ia jadi istrimu sudah kamu gitukan "

__ADS_1


"Nggak apa Bunda... Adel yang mau menyetir, agar Adel hafal jalan dan juga biar makin pintar bawa mobilnya"ujar Adel


"Adel Karena kamu sudah menikah dengan Mika.. mulai hari ini bunda kembali akan sering menginap di toko roti bunda saja..."


"Mengapa harus ditoko bunda... tetap saja dirumah seperti biasa"


"Biar lebih praktis dan tak capek bolak balik, lagi pula kalian sudah menikah tak akan menimbulkan fitnah"


"Terserah bunda saja Del... bunda sangat pengertian deh.. tahu kita pengantin baru... makanya diberi kesempatan buat berduaan"ujar Mika


"Itu mau kamu kan... Adel Bunda langsung ke toko saja.. bunda akan tidur di toko mulai malam ini"


"Bagus deh bunda tidur di toko... kan ini malam pertama kami"


"Mika... ngomong apa sih. Malu sama bunda"


"Mengapa malu sayang.. bunda juga sudah pernah mengalaminya, jadi pasti ia mengerti "


Sampai didepan toko roti bunda,Adel kembali bertanya"bunda...apakah benar nih bunda mau tidur ditoko malam ini, bukan malam besok saja.. baju bunda bagaimana "


"Baju bunda banyak kok di toko, nggak perlu kuatir... selamat malam pertama ya"goda bunda


"Bundaaa.... "ucap Adel malu dan wajahnya langsung memerah


Adel Dan Mika kembali kerumahnya. Adel melihat wajah Mika sudah sedikit pucat, pasti ia sedang menahan sakit kepala atau rasa mual dan muntahnya.


"Kamu kenapa Mika.. sakit ya kepalanya"


"Kita ke kamar saja ya.. "


Mika Dan Adel masuk ke kamarnya Mika. Mereka langsung membaringkan tubuhnya.


"Sayang.... sinilah.. katanya pengin cepat menikah karena ingin selalu meluk aku"


Adel langsung memeluk tubuh Mika..


"Kamu nggak menyesal nih.. kamu sudah jadi istri aku loh sayang. "


"Mengapa aku harus menyesal"


"Kamu tahu sayang... aku rasa bermimpi saat mengucapkan ijab kabul tadi. Aku bahagia akhirnya dapat memiliki kamu seutuhnya"Mika lalu mengecup dahi Adel


"Aku juga bahagia Mik.. "


"Hai... mulai hari ini tidak boleh memanggil namaku, aku ini suamimu "


"Lalu aku panggil apa... kakak"


"Nggak ah... aku bukan kakak kamu"

__ADS_1


"Mas... "


"Nggak ah.. "


"Cinta... "


"Terlalu manis... "


"Lalu apa... "


"Sayang... "


"Sayang.... "


"Ya... mulai hari ini aku panggil kamu sayang, dan kamu juga panggil aku sayang"


"Ih ....malu ah.. nanti didengar orang"


"Mengapa malu.. Memangnya kamu nggak sayang sama aku"


"Sayang dong... "


"Kalau sayang mengapa malu.. Sayang.. maaf karena aku tak bisa memberikan pernikahan seperti orang lain lakukan... aku hanya bisa menikahimu saja tanpa ada resepsi"


"Mik.. eh sayang.. aku nggak apa apa.. aku sudah bahagia bisa jadi pendamping hidupmu"


"Terima kasih karena mau menerima aku yang serba kekurangan ini"ucap Mika Dan mengecup bibir Adel.


"Boleh aku meminta lebih"ucap Mika sambil mengerlingkan matanya.


"Maksudnya meminta lebih apa... sayang"


"Meminta yang lebih dari sekadar kecupan"


"Sayang... kamu boleh meminta Apapun sekarang, karena aku sudah jadi istrimu.. "


"Sayang... aku mencintaimu"


"Aku juga sangat mencintaimu"


****************************


Terima kasih buat semua yang telah membaca novel ini.


Mampir juga ke novel aku yang berjudul


-AKU BUKAN SIMPANAN


-ELEGI CINTA LANGIT DAN PELANGI

__ADS_1


-CINTA TAK PERNAH SALAH


Mohon dukungannya berupa like, koment dan vote.


__ADS_2