
Citra curiga melihat mama tirinya yang berbicara dengan ponselnya secara pelan dan sembunyi sembunyi.
"Siapa ya. yang menghubungi mama, apakah mama berselingkuh. Aku harus tahu dan mengikuti mama... "
Mama Ayu ternyata menerima telepon dari orang suruhannya yang mengabarkan Adel masuk rumah sakit.
Ia memang membayar orang sewaan nya buat mengawasi Adel. Ia tak mau kehilangan Adel lagi. Walau ia hanya mendengar kabarnya dari orang suruhan tanpa bisa mendekat tapi itu sudah lebih dari cukup.
Sejak ia meninggalkan Adel, ia kehilangan kontak dan keberadaan Adel.
"Oke... sekarang kamu bisa istirahat.. biar saya yang langsung kesana... saya ingin sekali bertemu dengannya "
Mama Ayu masuk ke kamar dan mengganti pakaiannya. Ia langsung pergi, tanpa ia sadari Citra mengikutinya.
Ia berhenti diparkiran rumah sakit. Mama Ayu ingin sekali bertemu Adel.
"Jika ada Ivan... aku akan tetap harus bertemu Adel, aku ingin memeluk dan menjaganya . Aku ingin ia tahu, kalau ia masih memiliki seorang ibu.. "
Mama Ayu berjalan menyusuri lorong rumah sakit menuju kamar rawat inapnya Adel. Ia telah mengetahui kamar Adel dari orang suruhannya.
"Ngapain mama ke sini. Siapa yang sakit ya.. aku harus tahu. "
Citra masih mengikuti langkah kaki mama tirinya.
Sampai di depan ruang inap Adel, mama Ayu mengetuk pintu. Mika membuka pintunya.
"Boleh tante masuk... "ucap mama Ayu melihat Mika yang hanya terdiam.
"Oh... silakan tante.. "ucap Mika akhirnya.
Mama Ayu berjalan masuk mendekati tempat tidur Adel.
"Selamat siang Adel.....apa kabarmu nak. Kamu sakit apa sayang... "
Adel begitu kaget melihat kedatangan mamanya.
"Adel... aku keluar dulu ya.. "ucap Mika. Ia takut akan mengganggu.
"Mika... tetaplah disini... aku mohon"
"Adel... maafkan mama nak... Mama tahu kamu pasti sangat marah dan kecewa dengan mama... tapi mama terpaksa melakukan semua itu.. "
__ADS_1
"Terpaksa... terpaksa karena apa ma... "
"Mama sebenarnya ingin membawamu... tapi papa kamu tak mengizinkan. Ia menyembunyikan kamu dari mama... "
"Dan mama tega meninggalkan aku dari pada harus berpisah dari selingkuhan mama. Aku susah tahu ma... ceritanya. Bukan hanya dari papa.. tapi dari orang yang pernah dekat dengan mama. Hanya karena ingin memiliki tas, sepatu dan baju Branded mama tega meninggalkan aku dan papa"
"Mama tahu... mama salah.. tapi bukan hanya karena alasan itu mama dan papa berpisah..."
"Apa alasannya jika memang bukan karena alasan itu mama berselingkuh.. "
"Mama dan papa tidak sejalan dalam pemikiran... kami sering cekcok.. dari pada diteruskan... akan terjadi pertengkaran setiap hari, itu tidak baik buat perkembangan mu jika dari kecil selalu melihat kami bertengkar "
"Jadi... mama berpikir.. perpisahan kalian akan lebih baik bagi perkembanganku. Kalian tak pernah tahu kan... dari kecil aku harus hidup sendiri, aku harus dewasa sebelum waktunya. Kamu pergi bersenang senang dengan anak tiri dan juga suami barumu. Tanpa kamu tahu aku ketakutan ditinggal sendiri... ketika papa harus lembur... pulang tengah malam, aku anak yang berusia delapan tahun harus kuat dan berani tinggal sendiri dirumah... saat aku merasa takut.. ketika hujan dan mati lampu.. aku hanya bisa menangis disudut ruangan tanpa tahu harus berbuat apa... Apa kamu tahu.. ketika teman teman disekolah ditemani irang tuanya dalam setiap kegiatan.. aku harus sendiri, karena papa yang tak mungkin meninggalkan pekerjaan nya... hiks... hiks... "Adel sudah tak bisa membendung tangisannya.
"Jadi Adel anak kandung mama... tapi mengapa mama seolah olah tak mengenalnya saat bersamaku... "Citra mendengarnya dengan kaget..
"Sayang... mama benar benar minta maaf... karena keegoisan mama membuatmu terluka dan kecewa... tapi kamu tahu.. mama sudah berusaha mencarimu dikediaman kita sebelum mama pindah ke sini... tapi kalian sudah tak ada.. "
"Dan mama tidak pernah berusaha mencariku ditempat lain.. "
"Mama harus pindah mengikuti suami mama"
"Tapi mama sudah ditalak papamu... "
"Tentu saja mama ditalak papa... apakah ada seorang suami yang merelakan istrinya berselingkuh.. "
"Adel... tapi mama benar benar sayang kamu.."
"Mengapa baru sekarang mama datang dan mengatakan sayang padaku... selama ini kemana saja"
"Adel... mama juga memiliki keluarga... mama nggak mungkin pergi keluar kota tanpa izin suami mama "
"Ya... mama seorang istri yang patuh... tapi mengapa dulu mama tak bisa menuruti apa kata papa"
"Adel... mama tak bisa menjelaskan semua itu"
"Karena papa tidak sekaya suami mama sekarang, karena uang papa tak sebanyak suami mama sehingga mama bisa membantah ucapan papa... "teriak Adel emosi
"Del... sadar ini dirumah sakit. "ucap Mika menenangkan Adel dengan mengusap lengannya.
"Apakah aku ini tak pernah ada dihati mama... apakah aku ini tak berharga buat mama... apakah uang lebih dari diriku sehingga mama lebih memilih uang dari ku... apakah bagi mama aku ini hanyalah seonggok sampah yang bisa dibuang kapanpun.. jika tak diperlukan... "
__ADS_1
"Adel... jangan berkata begitu nak... kamu tetap putri kesayangannya mama... kamu harta mama yang paling berharga... "
Boohooonngg....aku ini hanyalah sampah bagi mama... "teriak Adel lagi
"Adel... tenang... jangan teriak teriak "ujar Mika dan memeluk Adel. Ia menangis didada Mika..
"Adel... apa yang harus mama lakukan agar kamu memaafkan mama nak... "
"Tidak ada yang bisa mama lakukan... sudah terlambat... hatiku sudah terlalu sakit..."
"Adel... mama benar benar ingin menebus semua kesalahan yang pernah mama lakukan.. mama ingin menebus waktu yang terbuang bersamamu... "ucap mama Adel ingin memeluknya. Tapi Adel menepis tangan mamanya.
"Jika memang mama ingin menebusnya... hanya satu yang bisa mama lakukan... "
"Apa itu nak....."
"Jangan pernah datang lagi menemuiku... jika kebetulan kita bertemu.. cepatlah pergi, menghindar... karena hanya pergi jauh dariku itulah obat bagi hati yang sakit. Jika aku memandang wajah mama... sakit itu kembali aku rasakan... jadi sekali aku mohon... jangan pernah menampakan wajah mama dihadapanku.. "
"Adel... tapi mama.."
"Pergilah... sebelum aku lebih membenci mama... "potong Adel sebelum mamanya melanjutkan ucapannya..
"Baiklah Adel.. kali ini mama akan pergi. Mama tak ingin kehadiran mama makin membuatmu sakit... tapi mama ingin kamu tahu... mama sangat mencintaimu... "
"Peeerrrggiiii.... "teriak Adel sambil memukul mukul kasur.
"Adel... tenang... kamu nggak boleh begini"Mika memeluk Adel yang berteriak.
Mama Ayu melangkah pergi, sebelum pergi ia masih memandangi Adel.
"Maafkan mama nak... kamu memang berhak marah pada mama... "
Melihat mama nya keluar dari ruangan, Citra cepat cepat sembunyi agar tak ketahuan.
*****************
Terima kasih telah membaca novel ini.
Mohon support nya dengan memberi like dan koment.
Mampir juga ke novel terbaru aku yang berjudul... ELEGI CINTA LANGIT DAN PELANGI
__ADS_1