
Daffa mendatangi rumah Mika pagi pagi karena ia tahu Adel menginap dirumahnya.
"Selamat Pagi bunda... Adel dan Mika ada bun... "ucap Daffa melihat bunda yang lagi membersihkan taman
"Selamat Pagi... tumben pagi pagi benar sudah sampai rumah bunda...."
"Mau numpang sarapan bun... bolehkan"
"Tentu saja boleh... "
"Mika dan Adel sudah bangun bun... "
"Mika seperti biasa... lagi lari keliling komplek... kalau Adel ada di dalam.. lagi buat sarapan.."
"Daffa boleh masuk bun... mau temui Adel"
"Silakan... sejak kapan anak bunda masuk rumah bertanya dulu"
"Bunda sekarangkan ada anak gadis... mana bisa aku sembarangan masuk rumah bunda lagi... "
"Kamu Daffa... memang anak yang sopan... "
"Daffa masuk dulu ya bun... "
"Iya... "
Daffa masuk dengan berjalan mengendap ngendap karena ingin mengagetkan Adel. Tapi belum sempat ia mengagetkan Adel, ia yang dikagetkan dengan tepukan Mika dibahunya.
"Astaga... gue kira siapa. Bikin kaget saja lu.."
"Gue mau bicara... ke kamar gue sebentar"
"Mengapa harus ke kamar sih... disini juga bisa kan.. "
"Gue tak mau Adel mendengarnya nanti"
"Ada apa sih Mik... tumben lu main rahasiaan segala"ujar Daffa mengikuti Mika masuk ke kamarnya.
"Jawab dengan jujur... lu kemana tadi malam"ucap Mika dengan menahan emosi
"Lu melihat gue... "Daffa balik bertanya
"Jawab pertanyaan gue... bukan lu balik tanya gue"
"Maaf... gue pergi dengan Citra.. "
__ADS_1
"Bajing*n lu... "Mika mencengkeram baju Daffa ingin melayangkan tinjunya, tapi tertahan diudara. Mika tak ingin bunda dan Adel marah melihatnya menonjok Daffa
"Mengapa berhenti... tonjok saja Mik... gue memang pantas mendapatinya... gue tak akan marah... "
"Mengapa lu jadi pecundang "
"Gue benci dengan diri gue sendiri... gue memang pecundang.. pengecut. Gue tidak bisa menolak permintaan orang tua gue yang menginginkan gue jalan dengan Citra. Lu tahu kan ancaman yang orang tua gue berikan selalu saja membuat gue patuh... Gue ingin rasanya memberontak tapi gue selalu saja kalah... "
"Maksud lu apa.. jangan bilang kalau lu dijodohkan dengan Citra"
"Ya... gue dijodohkan dengan Citra. Pada saat kelulusan nanti gue dan Citra akan ditunangkan.. "
"Kalau begitu lu harus melepaskan Adel... "
"Gue tak bisa Mik... gue mencintai Adel"
"Berarti lu harus menolak pertunangan lu.. "
"Gue kan sudah katakan... gue tak bisa menolak karena kedua orang tua gue mengancam akan mengambil seluruh fasilitas yang diberikan"
Akhirnya tanpa bisa dikendalikan lagi tinjunya Mika melayang ke wajah Daffa...
Darah segar mengalir dari sudut bibirnya. Daffa menyeka darah itu, ia hanya diam tanpa membalas ataupun marah.
"Lu benar benar egois... lu tahu Daff... tindakan lu ini menyakiti hati dua wanita sekaligus.. "
"Jadi sekarang maksud lu datang kesini apa"
"Gue mau minta maaf dengan Adel"
"Apa lu akan jujur kalau lu akan ditunangkan dengan Citra"
"Gue tak mungkin jujur.. gue nggak mau kehilangan Adel. Sementara ini gue mohon pada lu... jangan beri tahu Adel mengenai hubungan gue dengan Citra. Gue akan mengusahakan agar dapat bersama Adel selamanya. Gue ingin menikah dengan Adel bukan Citra.. "
"Gue tak akan tinggal diam lagi.... jika lu menyakiti hati Adel. Lu tahu Adel sudah seperti saudara bagi gue... "
"Gue janji tak akan menyakiti hati Adel... gue mencintainya... "
Adel yang telah selesai membuat sarapan.. mie goreng tek tek.. memanggil bunda..
"Bunda... sarapannya sudah selesai. Makan dulu yuk... Mika sudah pulang bun... "
"Sudah... apa anak itu tidur lagi. Minta Daffa bangunkan Mika... Del"
"Daffa... memangnya Daffa dimana Bun.. "
__ADS_1
"Lho... bukannya tadi Daffa sudah masuk... apa nggak jadi anak itu menemuimu Del"
"Nggak ada bun... "
"Berarti ia ada dikamar Mika... coba kamu panggilkan mereka buat sarapan"
"Baik bun.. "
Adel berjalan ke kamar Mika dan mengetuk pintunya...
"Mika... Daffa... kalian di dalam... sarapan sudah siap... mari sarapan dulu"teriak Adel
"Hus... kayak di hutan saja teriak teriak.. biasa saja kali panggilnya.. telinga aku masih berfungsi kok.. "ucap Daffa membuka pintu
"Sejak kapan kamu datang... kok nggak temui aku dulu... "ucap Adel manyun
"Aku nggak mau mengganggu kamu... nanti sarapannya nggak selesai dimasak kalau aku menemui mu"
"Mari sarapan lagi... kamu juga Mik... ayo sarapan. Nanti dingan nggak enak.. "Adel menggandeng Daffa menuju meja makan. Mika melihatnya dengan sinis.
"Bunda mana... nggak ikut sarapan... "
"Bunda lagi bersihin tangannya... dikamar mandi... "
"Ambil saja dulu sarapannya... "Adel menyendokan mie ke piring dan menyodorkan buat Daffa.
"Terima kasih sayang.. "
"Ih.. Daffa.. malu ah.. masa panggil sayang"
"Mengapa malu... kamu kan pacarku"
Adel kembali menyendokan mie kepiring dan memberikan buat Mika.
"Terima kasih... tapi gue bisa mengambil sendiri. Itu buat lu saja"tolak Mika
"Mika... kalau adeknya melayani kakak itu nggak apa apakan... bukankankah kamu bilang aku ini sudah kamu anggap adekmu"
"Betul sayang... bunda senang kamu dengan Mika tambah akrab... seperti adek kakak. "ucap bunda dan langsung duduk disebelah Adel.
Adel juga menyendokan buat bunda. Mereka sarapan sambil berbincang bincang. Cuma Mika yang tampak sedikit pendiam. Ia masih marah atas sikap Daffa.
Daffa menyadari Mika yang masih memendam rasa kecewa dan marahnya. Ia tak ingin mengganggu Mika dengan membiarkan Mika dengan diamnya..
**********************
__ADS_1
Terima kasih buat yang telah membaca novel ini....