
Perawat membawa hasil lab dan diserahkan dengan dokter.
"Dari hasil lab.. istri anda positif hamil"ucap dokter.
"Apa dok.. jadi benar istri saya hamil.. "ucap Mika tak percaya
"Apa itu benar dok... saya hamil. Itu nggak salahkan dok"ucap Adel juga kaget dan senang. Akhirnya apa yang diinginkan olehnya terkabul. Ia sangat menginginkan kehamilan ini.
"Ya.. benar. Dan kehamilan anda sudah memasuki minggu ke enam. Saya harap anda periksa ke dokter kandungan biar lebih jelas semuanya"
"Baik dok.. saya akan ke dokter kandungan sekarang"
"Ini saya buatkan surat rujukan buat ke dokter kandungan nya "
Mika menerima surat rujukan dan langsung membawa ke dokter kandungan. Dokter kandungan juga memastikan kalau Adel sudah hamil enam minggu.
Dokter kandungan menyarankan agar Adel menjaga kandungannya, jangan banyak pikiran dan jangan terlalu capek.
Pada masa awal kehamilan akan rentan dengan keguguran.
Mika sangat senang mendengar dirahim Adel sekarang sedang tumbuh benih cintanya.
Sampai dirumah ia meminta Adel buat istirahat.
"Ingat ya... aku nggak mau kamu mengerjakan semua pekerjaan rumah,dokter bilang kamu tak boleh capek"
"Mika sayang...pekerjaan rumah itu tak membuat diriku capek.. aku malahan senang mengerjakan semua nya.. "
"Aku tak mau tahu pokoknya kamu tak boleh masak dan menyapu rumah, aku akan meminta seseorang buat bantu mengerjakan semua pekerjaan rumah"
"Mikaaa... aku ini hamil bukan sakit..mengapa harus tidur saja"
"Kamu mau dengar kata suami ini nggak"ucap Adel sudah mulai sedikit emosi
"Iya.. iya dengar.. "ucap Adel akhirnya mengalah.
Terdengar suara ponsel Adel berbunyi. Adel mengambilnya dari dalam tas dan melihat siapa yang menghubunginya.
"Dari mama... "gumam Adel
"Angkatlah.... mungkin ada yang ingin mama omongkan... "
"*Selamat malam ma... "
"Selamat malam Adel... apa kamarmu nak.. "
"Alhamdulillah sehat ma... "
"Bagaimana Mika.. apa kah sehat juga.. bagaimana perkawinan kamu... kamu senang"
"Tentu saja aku senang ma... ma ada yang ingin Adel sampaikan "
"Apa itu nak... "
__ADS_1
"Adel sekarang sedang hamil ma... "
"Apa... kamu lagi hamil nak.... "
"Iya.. ma. Sudah enam minggu.. "
"Selamat ya nak.. semoga kehamilan kamu sehat.. berarti mama akan menjadi seorang nenek"
"Ma..... doakan semoga kehamilan aku berjalan lancar dan sehat... "
"Ya nak... semoga sehat sampai kamu lahiran.. Mama sudah ingin menggendong cucu rasanya.. "
"Ma... aku baru hamil loh"
"Iya sayang.. mama senang banget dengar kamu hamil.. apa mama bisa bertemu kamu nak.. "
"Besok Adel hubungi lagi ya ma... Adel harus tanya Mika dulu"
"Ya nak... salam buat Mika... jaga kehamilan kamu nak... jika ada yang ingin kamu tanyakan, kamu bisa hubungi mama"
"Ya.. ma, terima kasih"
Mama menutup sambungan ponselnya dan berbalik akan masuk rumah. Tapi mama Adel kaget melihat Citra yang berdiri dibelakangnya.
"Siapa yang mama hubungi.. "tanya Citra
"Oh itu anak mama... "
"Jadi benar anak mama hamil.. "
"Aku mencari mama.. jadi bukan sengaja menguping"
"Ya.. anak mama lagi hamil.. "
"Berarti benarkan kalau ia ingin cepat menikah karena sudah hamil"
"Siapa yang kamu maksud ingin menikah karena sudah hamil.. "
"Tentu saja anak mama.. aku sudah tahu ma.. mama tidak usah menutupinya lagi. Aku tahu kalau Adel anak kandung mama"
"Kamu tahu dari mana"
"Tak perlu mama tahu dari mana aku mengetahuinya... yang jelas aku sekarang tahu ternyata Adel yang berwajah lugu itu bisa melakukan hal yang tak pantas sebelum pernikahan sampai bisa hamil duluan"
"Kamu salah Citra... Adel bukan hamil duluan nikah"
"Mama jangan mencoba menutupinya.. apa karena ia anak kandung mama... jadi mama berusaha menutupi kesalahan nya"
"Mama bukan ingin menutup kesalahan Adel. Tapi memang Adel bukan seperti itu. Mika dan Adek telah menikah sejak tiga bulan lalu.. jadi wajar jika sekarang Adel hamil"
"Maksud mama.... Adel dan Mika telah menikah "
"Ya... sejak tiga bulan lalu... sedangkan kehamilan Adel baru memasuki minggu ke enam berarti ia bukan hamil sebelum nikah"
__ADS_1
"Mama yakin mereka telah lama menikah"
"Tentu saja... karena mama juga menghadiri pernikahan mereka.. "
"Jadi mereka telah menikah... "gumam Adel.
"Adel... kamu tadi mencari mama karena apa"
"Nggak jadi ma.. aku lupa"ucap Citra dan berlari menuju kamarnya.
Saat berada dikamarnya Citra langsung menghubungi Daffa.
"Halo... selamat malam.. "
"Selamat malam... "
"Daffa aku punya berita... dan ingin mengatakan padamu.... secepatnya sebelum kamu mengetahui dari orang lain"
"berita apa Cit...."
"Aku harap kamu jangan kaget mendengarnya nanti"
"Mengapa aku harus kaget"
"Karena berita ini menyangkut orang yang kamu sayangi"
"Aku nggak ngerti apa maksudmu...."
"Kamu tahu Daffa... Adel sekarang lagi hamil "
"Kamu jangan bohong dan menyebarkan kebohongan itu.. "
"Aku nggak bohong... ibu Adel yang mengatakan sendiri dan kamu tahu apa yang paling mengagetkan aku.. "
"Sudahlah cit... aku lagi malas mendengar hal yang tak penting , aku tutup dulu ya teleponnya."
"Tunggu dulu... kamu harus tahu hal ini.. "
"Mengetahui apa... "ucap Daffa malas
"Mika Dan Adel ternyata telah menikah sejak tiga bulan yang lalu"
Daffa kaget mendengar perkataan Citra. Ia menutupi sambungan ponselnya.
"Jadi kamu dan Mika telah menikah. Pantas aku lihat kamu makin mesra saja. Apa sebenarnya yang membuat kamu dan Mika menikah secepat ini. Walau aku tahu kamu mencintai Mika... tapi aku yakin ada sesuatu yang membuat kamu mengambil keputusan ini selain karena kalian saling mencintai. Aku harus tahu apa yang menyebabkan kamu melakukan ini... "gumam Daffa.
***********************
**Terima kasih buat semua yang telah membaca novel ini.
Mampir ya ke novel terbaru aku yang berjudul
SAHABATKU MADUKU
__ADS_1
Berkisah tentang pengkhianatan seorang sahabat yang tega menikahi suami dari sahabatnya sendiri.
Novel ini terinspirasi dari kisah nyata seseorang**.