Antara Aku, Kekasihku Dan Sahabatnya

Antara Aku, Kekasihku Dan Sahabatnya
Bab 61. Kembaran nya Mika


__ADS_3

Sudah seminggu sejak kepergian Mika untuk selamanya, Adel tidak mau bertemu siapapun. Ia hanya mengurung dirinya di kamar.


Hari ini peringatan tujuh hari kepergiannya Mika. Tampak kesibukan di rumah Bunda. Ia akan mengundang para tetangga dan anak yatim untuk dapat mendoakan kepergian Mika.


Tampak Citra dan Daffa lagi membantu bunda dan mama Adel mempersiapkan keperluan buat doa selamat nanti malam.


Citra memang sengaja ikut setiap mama Ayu ke rumah bunda, dengan alasan ingin menghibur Adel, padahal alasan sebenarnya karena tak ingin Daffa mendekati Adel.


Terdengar suara taksi berhenti di depan rumah bunda, tampak seorang pemuda turun dari taksi itu menuju ke pintu masuk.


Citra dan Daffa yang lagi di ruang tamu begitu terkejut melihat pemuda yang datang itu. Citra langsung gemetar dan memegang lengan Daffa.


"Selamat siang... apa betul ini rumah bundanya Mika... "


"Mikaaa...... "ucap Citra gemetar.


"Kamu siapa... mengapa wajah kamu sangat mirip Mika... "ucap Daffa


" Saya saudara kembarnya... apa bunda ada"


"Silakan masuk.. biar saya panggilkan bunda"ujar Daffa. Citra masih tak percaya dengan apa yang dilihatnya. Orang yang ada dihadapannya begitu mirip Mika..


"Bunda... ada tamu."ucap Daffa


"Siapa Daffa... "


"Seorang pemuda yang sangat mirip Mika.. ia mengaku saudara kembar nya Mika"


"Apaan... kamu nggak salahkan Daffa... "bunda langsung berlari menuju ruang tamu.


"Michael..... "ujar bunda langsung memeluk pemuda itu


"Bunda..... "ucapnya membalas pelukan bunda


"Sayang... kamu sangat mirip dengan Mika... tanpa ada sedikitpun perbedaan. Bunda kangen banget nak"ucap bunda dan mengecup pipi Michael


"Bunda... Mick juga rindu bunda...setiap hari Mick berharap bunda memeluk Mick.. "


"Sayang maafkan bunda. ...apakah kamu baru sampai nak.. pasti kamu capek.. ayo istirahat dulu"

__ADS_1


"Bunda... aku ingin melihat kuburan Mika. Mengapa bunda tak pernah mengatakan penyakit yang diderita Mika.. apakah bunda memang benar benar sudah melupakan aku.. apa bunda tidak ingat jika anak bunda masih ada selain Mika"


"Sayang... bagaimana bunda bisa melupakan kamu... tapi semua ini memang sudah menjadi takdir kita. Kamu dan Mika harus hidup terpisah.. "


"Apa ayah sudah datang melayat"


Bunda menggelengkan kepalanya. Karena memang sampai hari ini ayahnya Mika tidak juga datang melayat putranya.


"Keterlaluan ayah... "ucap Michael geram


"Kamu tahu dari mana kabar meninggal nya Mika.. "


"Dari oma.. bukankah bunda yang menghubungi Oma.. "


"Iya nak.. bagaimanapun itu juga Oma nya Mika"


"Bunda... aku sebenarnya ingin membawa Oma.. tapi kesehatan Oma tidak memungkinkan buat perjalanan jauh"


"Nggak apa nak.. kehadiran kamu sudah lebih dari segalanya. Apa ayah tahu jika kamu ke sini"


"Aku belum memberitahukan ayah... nanti aku hubungi lagi ayah sekalian bertanya mengapa ia sampai hari ini belum juga melayat ke sini"


"Biarkan saja nak... bunda tak begitu mengharapkan kehadiran ayahmu.. kamu sudah datang saja sudah mengobati semua kesedihan bunda... "


"Ya sayang.. cuma Mika jarang tersenyum."


"Bunda apakah Mika tahu, jika ia memiliki kembaran.. "


"Tentu saja.. foto foto kamu dan Mika sewaktu kecil masih bunda simpan di kamar..Sejak ayah dan bunda memutuskan berpisah Mika jadi anak yang pendiam, pemurung dan sedikit temperamen.. "


"Aku sebenarnya ingin bertemu Mika dari dulu.. tapi Oma tak pernah mengizinkan, takut aku tak mau kembali lagi dengan Oma.. "


"Sayang... maafkan bunda yang harus memberi kamu pada Oma... itu semua bunda lakukan karena terpaksa.. bunda tak mau mengecewakan Oma mu yang sangat menginginkan merawatnya. Tapi bunda tak mengira jika Oma mu akhirnya sengaja memisahkan kamu dan Mika.. ia tak memperbolehkan bunda bertemu kamu lagi.. ia takut bunda akan merebut kamu kembali "


"Aku juga baru tahu setelah aku sekolah menengah jika aku memiliki kembaran dan seorang bunda yang sangat cantik.. untung aku bisa mencuri foto Bunda dan Mika ketika liburan ke kampung Oma"


Michael dari usia tiga tahun memang sudah tinggal bersama Oma dari pihak ayahnya di Amerika. Bunda nya tidak dapat menolak permintaan mertuanya untuk menjaga dan memiliki Michael.. sejak saat itu bunda tak pernah bertemu Michael lagi.


Itu adalah salah satu penyebab pertengkaran bunda dan ayah setiap hari. Bunda selalu meminta ayah agar menjemput Michael.. tapi ayah selalu menolak. Ayah selalu berkata apa salahnya seorang cucu dirawat Oma nya. Lagi pula bunda sudah memiliki Mika, alasan ayah.

__ADS_1


Bunda mengajak Michael ke kamar Mika.


"Ini kamar Mika... di dalam ada istri Mika.. sejak Mika tiada, ia tak pernah mau keluar dari kamar. Kamu nanti bisa mengajaknya ke kuburan Mika. Ia pasti senang jika diajak ke sana. Tadi pagi sih, Adel sudah ke sana.. setiap pagi ia pasti ke kuburan Mika"


"Mika sudah punya istri bunda.. "


"Iya nak.. kasihan istrinya... mana lagi hamil"


Citra dan Daffa hanya diam memperhatikan Bunda dan Michael, mereka akhirnya percaya jika Mika ada memiliki kembaran yang begitu miripnya tanpa beda.. hanya beda senyuman. Michael tampak lebih ramah dengan senyum yang selalu mengembang.


Bunda mengetuk pintu kamar Adel..


"Adel... bunda boleh masuk nak.. "


"Silakan bunda.. tak di kunci "sahut Adel Dari dalam kamar.


Bunda membuka pintu kamar, tampak Adel yang duduk dekat jendela sambil memandang keluar rumah.


"Adel... ini ada saudara Mika... Michael "ujar Bunda


Adel membalikan badannya menghadap ke bunda dan melihat ke Michael yang berdiri di samping bunda.


Adel langsung tersenyum dan berlari memeluk Michael, membuat lelaki itu kaget.


"Mikka... kamu masih hidup sayang.. aku tahu kamu tak akan meninggalkan aku.. aku tahu kamu tak akan pergi dariku.. mereka bohong bukan.. mereka bilang kamu sudah tiada"ucap Adel memeluk Michael.


Michael tak tahu harus bersikap bagaimana. Ia tak membalas pelukan Adel.


"Mengapa kamu tak mau memeluk aku.. kamu nggak rindu.. kamu jahat... "ucap Adel Dan memukul dada Michael.


Tiba tiba Adel berjinjit dan mencium pipi Michael, membuat bunda kaget.


"Adel... ini bukan Mika.. tapi saudara kembarnya.. Michael nak.. "


"Bunda jangan bercanda lagi.. nggak lucu. Mika aku ngantuk... kita tidur lagi ya.. kamu sudah minum obat"ucap Adel Dan mengusap pipi Michael


"Aku bukan Mika... tapi Michael saudara kembarnya "


Ucapan dan suara Michael yang berbeda dari Mika membuat Adel mendongakkan kepalanya, memandangi wajah Michael dengan intens. Lalu Adel mundur dan terduduk di tepi ranjang.

__ADS_1


*********************


Terima kasih buat semua pembaca setia novel ini


__ADS_2