
"Makan dulu ya Del... aku sudah lapar"
"Boleh.. kamu lagi menang tender ya... lagi banyak uang.. "
"Kok ngomong gitu....."
"Habis jarang banget kamu ngajak makan, main, dan nonton sekaligus.. "
"Sebenar nya buat semua itu uangku masih cukup buat mengajakmu setiap hari... tapi kan dulu status kamu pacarnya Daffa. Makanya aku jarang ngajak jalan.. "
Mika menggandeng tangan Mika masuk kedalam sebuah restoran dan memesan makanannya.
Ketika sedang makan, tiba tiba Mika merasa mual dan ingin muntah. Ia menghentikan makannya.
"Del... aku ke kamar mandi sebentar ya.. "
"Tapi makanan kamu belum habis... habiskan dulu baru ke kamar mandi"
"Udah kebelet nih... "ucap Mika berbohong, dan berjalan cepat menuju kamar mandi. Perutnya sudah terasa diaduk. Pengin memuntahkan semua nya.
Sampai dikamar mandi, Mika langsung memuntahkan semua makanannya. Cukup lama ia dikamar mandi. Sampai dirasakan perutnya sedikit enak, baru ia keluar.
Ketika keluar dari kamar mandi, ia mendapati Adel yang sudah menunggunya.
"Loh....kamu kok di sini. Sudah habis makanan nya... "
"Aku kuatir... kamu lama banget ke kamar mandinya. Aku susul saja.. "
"Aku nggak apa apa... kan tadi sudah dibilang.. aku kebelet"ucap Mika sambil mengacak rambut Adel
"Ih... tangannya sudah di cuci bersih, apa belum tuh.. "ucap Adel sambil menjauhkan kepalanya dari tangan Mika
"Oh iya lupa tadi pakai sabunnya... "
"Ih... Mika jorok deh"
"Kamu pikir aku sejorok itu... . "ucap Mika kembali mengacak rambut Adel
"Mika... kebiasaan deh.... suka ngacak rambut, kan jadi kusut "
"Biar tambah jelek... "
"Kok biar tambah jelek... bukannya senang pacarnya cantik.. nggak malu jalan sama cewek jelek"
"Aku malahan senang kamu kelihatan jelek kalau lagi ditempat umum.. biar nggak ada yang melirik. Cantiknya kamu cuma aku yang boleh lihat"
Adel menyengir mendengar jawaban Mika..
"Mana boleh gitu... lihat kamu bergaya... nanti yang ada orang kira aku pembantu kamu kalau aku acak acakan gini"
"Sini aku peluk... nggak mungkinkan pelukan dengan pembantu"Mika memeluk pinggang Adel sambil berjalan menuju arena permainan
Adel tak hentinya tersenyum, bersama Daffa ia tak pernah diperlakukan begini. Daffa orang nya cuek kalau sama pacar. Ia akan membiarkan Adel berjalan sendiri tanpa memegang tangan atau memeluk.
Padahal kalau keseharian Mika yang tampak cuek dengan cewek cewek. Ia tak akan mau melirik atau bicara dengan cewek. Tapi jika sudah menjadi pacarnya ternyata ia sangat perhatian dan penyayang.
__ADS_1
Beda dengan Daffa... ia tampak ramah pada semua cewek walau didepan pacarnya sendiri. Nggak ada perlakuan beda antara teman cewek dengan pacarnya.
Mika dan Adel memainkan semua yang ada diarena permainan itu. Mulai dari bom bom car, sampai basket.
Ketika bermain basket, Mika kembali merasakan sesuatu yang beda ditubuhnya. Ia merasakan ototnya lemas dan tak bertenaga.
"Yeahhh..... menangg... "teriak Adel.
"Katanya pemain basket... lawan aku saja kalah"
"Aku mengalah bukan kalah.. "ucap Mika berbohong. Ia memang tak bertenaga buat main basket.
"Kamu kenapa Mik.. kelihatan kayak yang capek banget. Kamu sakit"Adel memegang dahi Mika.
"Nggak panas... "gumam Adel
"Kita menonton saja ya... mataku ngantuk nih. "ajak Mika. Ia ingin dapat beristirahat jika menonton.
"Yuk ah... sebentar lagi film nya diputar"ucap Adel setelah melihat jam.
Selama menonton Mika mencoba memejamkan matanya. Ia menyandarkan kepalanya di bahu Adel.
"Seperti nya ada yang lain ditubuhku.. aku nggak pernah merasakan ototku lemah begini, mual, muntah dan pusing. Apa aku lagi sakit.. aku harus periksa diri secara diam diam... aku nggak mau Adel tahu. Karena ia akan bawel banget jika tahu aku sakit"
Adel memandangi wajah Mika yang tampak tenang ketika sedang tidur. Ia mengusap wajah Mika...
"Mika... aku nggak tahu.. mengapa aku begitu cepatnya jatuh cinta padamu.. aku merasa sesuatu yang beda saat bersamamu dan saat bersama Daffa. Aku lebih bahagia bersamamu... aku takut semua ini hanya mimpi..aku takut saat aku terbangun semuanya berakhir "
Setelah film yang diputar di bioskop habis, Adel membangunkan Mika. Ia memukul pelan wajah Mika agar terbangun.
"Film nya sudah habis... lihat tinggal kita berdua saja. Kamu cuma numpang tidur saja, bukannya menonton"ucap Adel dengan sedikit kesal.
"Aku kan bilang akan menemani kamu, bukannya menonton film. Itu aku sudah temani"
"Aku yang temani kamu tidur.. "
"Maaf sayang... jangan ngambek nanti tambah cantik "
"Gombal... "
"Betul loh.. kamu kalau ngambek tambah cantik buat aku makin gemas."Mika mencubit hidung Adel.
"Sakit... Mika"
"Sebagai permintaan maaf.. aku beliin boneka panda yang paling besar buat teman kamu tidur... "
"Serius... "ucap Adel girang..
Mika menganggukkan kepalanya sambil tersenyum.
"Tapi dengan satu syarat... "ucap Mika. Mereka telah masuk ke sebuah toko boneka.
"Apa syaratnya...."
"Pulang kamu yang bawa motor, aku diboncengan.... biar bisa meluk kamu"
__ADS_1
"Modus... "
"Mau... kalau ya.. pilih boneka mana yang kamu mau, nanti aku bayar"
"Iya... aku yang bawa.. "
"Gitu dong.. sekarang pilihlah.. aku tunggu disini.. ini kartu nya.. "Mika memberikan kartu kreditnya pada Adel
Adel sangat senang, ia berkeliling mencari boneka yang paling disenanginya. Ia ingin boneka yang paling lembut dan paling besar.
Mika hanya duduk menunggu Adel memilih boneka yang diinginkannya. Mika ikutan senang melihat Adel yang tampak bahagia.
Setelah cukup lama memilih Adel datang membawa sebuah boneka yang sangat besar.
"Kalau ini boleh nggak... "tanya Adel sambil memegang boneka yang besarnya lebih dari dirinya
"Bagaimana bawa pulangnya Del.. kita kasini pakai motor"
"Katanya.. boleh yang besar.. "
"Okelah... nanti titip sini dulu... biar aku minta tolong teman bawa pulang.. "
"Kamu serius kan Mik... nanti titip nggak diambil pula.. atau besok besok saja deh belinya "
"Sekarang saja.. nanti aku bisa minta tolong gojek aja buat antar kerumah"
"Betul Mik....terima kasih ya.. "ucap Adel senang, dan tanpa sadar ia langsung mengecup pipi Mika. Setelah menyadari mereka ada ditempat umum Adel langsung menutupi wajahnya dengan kedua tangannya.
"Mengapa... malu"
"Ya lah.. lihat tuh orang pada lihat aku"
"Biarin saja.. paling mereka iri karena kamu punya pacar ganteng kayak aku"
"Narsis banget sih.. "
"Tapi aku memang gantungkan.. sudah ganteng, jujur,baik hati dan tidak sombong lagi"
"Siapa yang bilang tidak sombong... kamu terkenal sombong, dingin dan angkuh dengan cewek cewek"
"Ngapain gue ramah tamah dengan cewek yang nggak ada hubungannya dengan gue... gue akan ramah dan baik hanya dengan pacar gue.. "
"Iya deh... "ucap Adel sambil manyun
"Sudah bayar sana. Aku pesan ojek online dulu buat antar bonekanya"
"Oke bos... "ucap Adel melangkah kekasir
***************************
__ADS_1
Terima kasih untuk semua yang telah membaca novel ini.