
Daffa memarkirkan mobilnya dihalaman rumah Mika. Dengan sedikit ragu ia berjalan menuju pintu utama rumah dan mengetoknya.
"Ya... tunggu"jawab suara dari dalam yang diyakini Daffa adalah Adel
Adel membuka pintu dan melihat Daffa yang berdiri.
"Selamat sore Del.. aku boleh masuk nggak"
"Silakan... "ucap Adel sadar akan lamunannya.
"Mika nya mana Del kok nggak kelihatan "
"Mika lagi tidur.. kamu mau minum apa.. "
"Apa saja Del... asal yang boleh diminum"
"Tunggu sebentar ya aku buatkan air dulu"
Tak lama. Adel datang dengan nampan yang berisi segelas jus jeruk dan sepiring kue.
"Minumlah Daf.. ada perlu apa ya"
"Memangnya aku sudah tak boleh ya bertemu kerumah ini lagi.. "
"Bukan begitu Daffa.. aku heran saja karena tiba tiba kamu datang.. sudah lama kamu tak menginjakan kakimu kerumah ini"
"Maaf Del.. kemarin hatiku masih sakit karena kau lebih memilih Mika.. tapi saat ini aku sudah merelakan dan mengikhlaskan semuanya"
"Syukurlah jika kamu sudah bisa menerimanya. Aku juga minta maaf jika keputusan aku membuat kamu sakit hati"
__ADS_1
"Del... bagaimana keadaan Mika.. "
"Maksud kamu apa ...aku tak mengerti "
"Bagaimana keadaan penyakitnya.."
"Oh... Kamu sudah tahu ya... siapa yang memberi tahu kamu. "
"Bunda... tadi sebelum kesini.. aku ketempat bunda dulu.. "
"Begitulah Daffa.. Mika tak mau dioperasi... ia hanya mau meminum obat saja.... "
"Del.. keadaan kamu sendiri bagaimana.. "
"Aku seperti yang kamu lihat... aku sehat saja"
"Kamu juga tahu kandungan aku... "
"Ya dari Citra... ia tahu dari mama kamu"
"Baik... aku dan calon bayiku dalam keadaan sehat.. "
"Del... mengapa kamu menyembunyikan semua ini dariku.. mengapa kamu nggak berterus terang dengan keadaan Mika"
"Apa yang harus aku katakan... Mika tak ingin orang tahu penyakitnya, ia tak mau orang memandang dirinya dengan kasihan. Teman teman dia yang lain juga tak ada yang tahu. Begitu juga dengan temannya yang sama sama dengan dirinya mendirikan bengkel itu"
"Tapi aku ini bukan hanya teman Del... aku sahabatnya Mika... apakah karena kita putus.. jadi putus pula persahabatan kita.. "
"Bukan begitu Daffa... "
__ADS_1
"Del... terus terang sampai saat ini aku masih mencintai kamu. Tapi bukan berarti aku harus marah terusan dengan Mika. Aku memang kemarin sangat kecewa ketika tahu kamu lebih memilih Mika dari diriku.. tapi semua telah aku ikhlaskan. Karena aku sadar Del... kalau cinta tak bisa dipaksakan. Apa aku harus mengorbankan persahabatan aku hanya karena cinta... aku tak boleh sepicik itu. Lagi pula ini semua juga salahku...andai saja aku bukan seorang pecundang... seperti yang Mika katakan.. aku seharusnya menolak perjodohan itu dan memilih kamu sebagai pendampingku.. tapi sayang aku tak seberani itu.. aku tetaplah seorang pecundang... "
"Daffa... aku juga minta maaf karena telah menyakiti hatimu, tapi seperti katamu Cinta tak bisa dipaksakan... aku memang mencintai Mika.. dan aku lebih memilih dia dari kamu karena aku memang sangat mencintainya.. aku juga tak tahu sejak kapan rasa cintaku pada Mika tumbuh... mungkin karena kebersamaan kami"
"Aku selalu mendoakan untuk kebahagiaan kamu Del. Aku bersyukur karena yang menjadi pendamping hidupmu Mika. Aku tahu Mika.. ia anak yang baik, ia pasti akan dapat membahagiakan kamu... tapi... "ucap Daffa terpotong. Ia tak melanjutkan kata katanya.
"Tapi apa Daffa... "
"Tapi aku juga sedih mendengar semua yang harus kamu hadapi kedepannya nanti. Aku sedih mengetahui sahabatku mengidap suatu penyakit yang mematikan dan kesedihan aku makin bertambah ketika aku harus melihat orang yang aku cintai akan ditinggal pergi oleh pasangan hidupnya. Aku tak tahu harus berkata apa.. apa yang harus aku lakukan nanti untuk dapat menghiburmu disaat kepergian Mika. "
"Daffa kamu cukup berdoa agar aku kuat bila saatnya aku harus menghadapi kenyataan kalau aku ditinggal selamanya oleh pasangan jiwaku.. "
"Aku akan selalu ada untukmu Del. Kapanpun kamu memerlukan aku dan membutuhkan aku jangan segan buat minta tolong dan menghubungi aku.. "
"Daffa... terima kasih atas pengertianmu.. "
"Del... jika nanti kamu harus kehilangan orang yang kamu cintai untuk selamanya.. aku hanya ingin kamu tahu... ada aku yang selalu bersedia menerima semua keluh kesahmu. Dadaku akan selalu kuat dan ada buatmu bersandar.. aku akan menemani kamu melalui hari hari sulit itu... aku juga ingin kamu tahu kalau bahuku masih kuat untuk memikul semua beban mu.. berbagilah padaku tentang semua yang kamu rasakan... baik sedih dan senang.. aku selalu akan siap sedia mendengar semua ceritamu.. "
"Daffa...aku tak tahu harus berkata apa... aku sangat berterima kasih jika kamu mau menerima setiap cerita ku... aku memang sangat membutuhkan teman berbagi.. aku sebenarnya juga tak kuat menahannya dan menanggungnya sendiri... aku terkadang ingin putus asa.. ingin aku mengakhiri hidupku sebelum Mika meninggal aku... biar aku tak merasakan sakitnya kehilangan....aku belum siap menerima kenyataan aku akan kehilangan orang yang aku cintai untuk selamanya.. "
"Adel... kamu tak boleh berputus asa. Kamu harus kuat... agar Mika juga kuat. Apa lagi sekarang ada satu nyawa yang menumpang hidup denganmu... kamu harus tambah kuat. Jika ada kalanya kamu sedang rapuh.. kamu harus berbagi kesedihan agar semuanya berkurang... ingatlah aku akan selalu bersedia menerima semua kesedihanmu...berbagilah kesedihan itu padaku... agar kamu kuat"
Adel Dan Daffa terdiam beberapa saat. Mereka larut dalam pikiran masing masing.
*****************************
**Terima kasih untuk semua yang telah membaca novel ini.
Mampir juga ya ke novel terbaru aku yang berjudul SAHABATKU MADUKU**
__ADS_1