
Setelah seminggu liburan akhirnya kembali ke sekolah. Adel telah kembali ke kost nya. Sebenarnya bunda menahan Adel buat tinggal dirumahnya, tapi Adel menolak karena ia tak ingin ada kesalah pahaman jika teman temannya tahu mereka tinggal serumah.
Di sekolah Adel dan Daffa bersikap seperti teman yang lainnya. Daffa sudah mengatakan kepada Adel jangan ada yang mengetahui kalau mereka pacaran.
Biasanya mereka jalan bareng setelah pulang sekolah. Daffa akan menunggu Adel di kost nya atau janjian ketemu di toko kue bunda Mika.
Seperti saat ini, sabtu sore Adel sedang menunggu kedatangan Daffa yang akan mengajaknya pergi nonton.
Mika yang kebetulan ke toko bunda melihat Adel yang telah rapi menunggu Daffa.
"Bunda ada... "tanya Mika
"Bunda baru saja keluar, ada pesta anak temannya"
"Jadi lu di sini ngapain... betah banget, padahal nggak ada bunda "
"Aku menunggu Daffa, kami janjian mau pergi nonton jam lima sore ini"
"Mau nonton jam lima, sekarang saja sudah hampir jam lima. Belum dijalannya lagi... pasti telatlah... "
"Aku juga heran... dihubungi ponselnya nggak aktif. Padahal aku sudah dari jam empat menunggu"gerutu Adel
Mika akhirnya mengajak Adel berbincang sampai hari telah menunjukan pukul enam. Magrib sudah menjelang.
"Lu... sudah coba hubungi lagi Daffa nya... mungkin ia lupa... "
"Ponsel nya belum aktif juga. Sudahlah... mungkin Daffa ada kepentingan mendadak, sehingga lupa mengabari.. aku masuk ke dalam dulunya.. sambil tunggu bunda. ..."
"Memangnya kamu janjian ketemu juga sama bunda "
"Aku diminta bunda nginap dirumahmu, jadi aku pulang sama bunda saja... "Adel berjaln masuk ke ruang istirahat di toko bunda.
Baru saja Mika ingin meninggalkan toko bundanya, terdengar ponselnya berdering..
"Siapa.... "tanya Mika, karena nomor masuk yang tak dikenalnya.
"Ini aku Daffa... "
"Gila lu ya... Adel menunggu dari tadi sampai mengantuk.. ponsel lu dihubungi nggak aktif lagi"
"Mika... aku tahu, aku salah karena tidak menepati janji. Mama meminta aku menemaninya pergi ke pesta. Aku mau minta tolong kamu, bawa Adel nonton atau jalan kemana saja... biar ia tak terlalu sedih.. aku sudah sering mengingkari janji.. "
"Lu tuh seharusnya jangan berjanji kalau memang tak bisa menepatinya."
"Gue juga nggak tahu kalau mama akan minta tolong... lu kan tahu gimana mama gue... mana bisa kata katanya dibantah"
"Ingat ya... lain kali lu harus ingat. jangan pernah lu berjanji kalau akan lu ingkari.. lu tahu kan gue paling tak suka dengan orang pembohong dan ingkar janji... "
"Iya... iya... tapi aku mohon pada lu... bawa Adel jalan jalan ya... biar ia jangan sedih"
__ADS_1
"Oke... kali ini gue bantu lu... "
"Terima kasih Mik... lu memang sahabat yang bisa dihandalkan"
"Lagi ada maunya.. lu baru mengakui gue sahabat lu... "
"Kapan gue tak mengakui lu sahabat... "
"Sudahlah.. pergi sana temani mama lu... dasar anak mama... "Mika mematikan ponselnya sebelum Daffa menjawab.
Mika masuk keruang istirahat di toko bunda.. tampak Adel yang tertidur di sofa. Ia membangunkan Adel..
"Del... Del... bangun... tak boleh anak perawan tidur magrib... nanti bisa dapat suami kayak gue"Mika mengguncang tubuh Adel.
"Apaan sih Mik... gangguin tidur aku saja"
"Lu mau punya suami kayak gue ya... "
"Idih... siapa yang pengin punya suami seperti kamu"
"Tuh buktinya kamu tidur magrib.. kata bunda kalau perawan tidur magrib nanti dapat suami imut, ganteng, baik hati dan tidak sombong seperti gue"
"Lah... itu kata kamu bukan bunda"
"He... he... jalan yuk... dari pada disini.. malam mingguan seperti orang orang"ajak Mika
"Kemana.... "
"Kemana saja... yang penting kamu senang"
"Siapa yang merayu kamu... bisa bisa kepala gue digorok Daffa kalau tahu ceweknya gue rayu"
"He.. he... kamu takut ya sama Daffa"
"Siapa yang takut... gue cuma nggak ingin Daffa nanti patah hati... karena gue yakin jika gue rayu...lu pasti takluk dan jatuh cinta dengan gue"
"Kepedean kamu.. cinta aku sudah kuserahkan sepenuhnya buat Daffa... jadi nggak mungkin bisa pindah ke lain hati"
"Apa sih yang lu suka dari Daffa.. "
"Daffa itu anaknya kalau bicara lembut, perhatian dan penyayang... "
"Gue juga penyayang sama kucing.. "
"Pacaran saja dengan kucing kalau gitu"
"Enak saja lu menyuruh gue pacaran dengan kucing. Nanti banyak cewek yang patah hati.."
"Jadi nggak jalannya... "
"Lu... pengen banget ya jalan bareng gue... "
__ADS_1
"Bukannya kamu yang ngajak duluan tadi.. "
"Iya.. iya... tunggu.. gue hubungi bunda dulu mau pinjam mobilnya buat ngajak putri kesayangannya jalan.. pasti diizinkan deh "
Setelah menghubungi bunda dan mengambil kunci mobil di laci meja kerja bunda, Mika mengeluarkan mobilnya dari garasi mobil di toko bunda... ia mengajak Adel jalan ke mall.
Mereka pergi ke arena permainan... tampak Mika dan Adel mencoba setiap permainan. Ketika mereka memainkan permainan basket. tampak sekumpulan remaja memandang iri kearah mereka yang kelihatan serasi sebagai sepasang kekasih. Adel tampak sangat gembira. Mika pun tersenyum melihat Adel yang sangat gembira.
Setelah puas diarena permainan, Mika mengajak Adel makan di salah satu restoran yang ada di dalam mall. Ketika melewati salah satu butik, mata Mika menangkap keberadaan Daffa dan Citra.. mereka sedang memilih pakaian...
"Bajing*n lu.. Daffa. Lu bilang mau menemani mama ke pesta, nggak tahu nya lu jalan dengan Citra... lu harus menjelaskan semua ini besok... apa hubungan lu dengan Citra sebenarnya... karena gue sudah sering melihat mobil Citra dirumah lu"
Mika memeluk Adel dan membawa kepalanya kedada, agar Adel tak melihat kesamping, Mika takut Adel melihat keberadaan Daffa dan Citra... Adel yang diperlakukan Mika seperti itu memberontak ...
"Mika... apa apaan sih... kusut nih rambut aku... lemes juga tahu, mukaku ditutup gitu"ucap Adel sambil menahan degub jantungnya. Ia tak ingin Mika mendengar detak jantungnya.
"Tadi aku melihat orang berbuat mesum... aku tak mau kamu melihatnya... kamu belum tujuh belas tahun kan... "
"Modus.... "
"Bener... anak kecil kayak kamu, tak boleh melihat hal hal yang gituan... nanti jadi pengin... kalau aku sudah dewasa ..nggak apa apa"
"Memangnya umurmu berapa... "
"Aku sudah hampir sembilan belas tahun lho... kamu kan masuk sekolahnya kecepatan... "
Adel mencibirkan bibirnya..membuat Mika geram, ia lalu mencubit bibir Adel.
"Sakit Mikaa... "teriak Adel.
Tanpa mereka sadari, Daffa melihat semua itu. Ia tampak sedikit cemburu, melihat keakraban Mika dan Adel.
"Daff... itu Mika dan Adel kan... mereka pacaran ya... aku kira dulu kamu yang pacaran dengan Adel"ucap Citra
"Aku tak tahu... jika pun aku pacaran dengan Adel, apa kamu mau membatalkan rencana pertunangan kita"
"Aku hanya menuruti kemauan orang tua kita yang ingin menjodohkan kita. .. "
"Sudahlah Cit... aku bosan membahasnya... karena pada akhirnya kamu juga tak bisa menolak perjodohan inikan... "
"Mengapa bukan kamu saja yang menolaknya "
"Aku sudah menolaknya... tapi mama bersikeras tetap menjodohkan kita karena mama bilang kamu mau menerimaku apa adanya, walaupun tanpa cinta, karena cinta bisa hadir nantinya bila sering bersama.. bukankah begitu yang kamu bilang"
"Bukankah itu benar... cinta bisa hadir jika kita sering bersama... "
"Aku tak yakin... tapi jika kamu memang bersikeras juga dengan perjodohan ini... kita akan menjalani nya walau tanpa ada rasa cinta.. jadi kamu jangan pernah menuntutku buat menerimamu apa lagi mencintaimu, karena dari pertama aku sudah jujur kalau aku tak ada perasaan apa apa padamu... "
"Kamu keterlaluan Daffa... "Citra pergi berjalan meninggalkan Daffa.
Daffa yang ingat kata kata mamanya, jika ia memperlakukan Citra dengan buruk, maka semua fasilitas yang mamanya berikan akan dicabut,langsung mengejar Citra.
__ADS_1
************************
Terima kasih buat semua yang telah membaca novel ini... mohon tinggalkan jejak like dan koment.