Antara Aku, Kekasihku Dan Sahabatnya

Antara Aku, Kekasihku Dan Sahabatnya
Bab 38. Mika yang cemburu.


__ADS_3

"Sini aku obatin dulu luka dibibirmu baru makan"ucap Adel sebelum Mika makan.


"Sudah nggak apa apa... luka sedikit saja kok. Daffa yang lukanya lebih parah lagi"ucap Mika. Sebenarnya Mika sedikit cemburu mengetahui Adel yang masih saja terus berkomunikasi dengan Daffa.


"Aku nggak tanya Daffa, aku hanya ingin mengobati luka mu"Adel membawa kotak obat dan duduk disamping kursi Mika


"Sini... lihat aku"Adel memegang wajah Mika dan menghadapkan ke dirinya. Ia mulai mengobati luka Mika. Setelah selesai Adel mengambilkan nasi dan lauknya.


"Makanlah.. kamu belum makan dari tadikan"


Mika hanya diam sambil menyuap nasi perlahan. Ia tak juga bersuara sampai selesai makan.


Setelah makan Mika masuk ke kamar, ia lagi malas bicara. Selain marah karena Adel yang masih berhubungan dengan Daffa juga karena rasa sakit kepalanya yang belum juga hilang.


Adel masuk ke kamar Mika tanpa mengetuknya. Ia langsung duduk ditepi ranjang dimana Mika tidur.


"Mika... kamu marah ya.. apa salah aku"ucap Adel sambil memegang lengan Mika yang tidur membelakangi dirinya.


"Aku nggak marah... cuma lagi malas bicara"


"Aku nggak percaya... pasti kamu marah denganku. Mika katakan salahku.. aku benar benar nggak tahu.. kalau memang ada salahku, aku minta maaf ya"ujar Adel sambil meletakkan kepalanya dilengan Mika.


"Kamu benar nggak tahu salah kamu apa"


"Kalau aku tahu.. mana mungkin aku tanya"


Mika membelikan badannya menghadap Adek dan memeluk pinggangnya..


"Aku ini orangnya pencemburu.. itu harus kamu tahu. Aku nggak mau kamu masih ada perhatian sama cowok lain... aku bisa saja membunuh lelaki itu kalau sampai mengganggu kamu"


"Kok aku jadi ngeri dan takut... "


"Makanya jangan perhatian lagi sama cowok lain kalau nggak mau aku jadi pembunuh"


"Kamu cinta banget ya sama aku... kok sampai segitunya"goda Adel sambil tersenyum


"Ya... aku kalau sudah jatuh cinta tak akan mudah melepaskan orang aku cinta"


"Aku nggak akan ninggalin kamu... jangan takut dan jangan terlalu cemburu... aku benar benar takut... "


Mika bangun dari tidurnya dan duduk bersandar dikepala ranjang.


"Besok pulang kuliah kita main game di mall ya"


"Boleh... siapa takut. Habis tuh menonton ya"


"Terserah kamu saja.. "


"Berarti besok kencan pertama kita sebagai kekasih"


"Kamu bisa saja.... "Mika mencubit hidung Adel

__ADS_1


"Apa kepalanya masih sakit. Kamu sudah minum obat.. "


"Sudah agak hilang. Aku nggak suka minum obat.. lebih baik ditahan dari pada minum obat"


"Penyakit walau pun sedikit jangan disepelekan.. bisa jadi serius nantinya"


"Kamu bawel banget sih.. "ujar Mika sambil mengacak rambut Adel


"Aku nggak mau kamu sakit"


"Sini tidur denganku... nanti sakitnya juga hilang"Mika membawa Adel tidur.


################


Sepulang kuliah sambil menunggu Mika, Adel duduk di perpustakaan. Ia mengambil sebuah novel dan mulai membacanya. Adel mengirim pesan pada Mika kalau ia menunggu diperpustakaan.


Adel asyik larut dalam cerita novel yang dibacanya, sampai tak sadar ada seseorang duduk disebelahnya.


"Asyik betul bacanya"


"Daffa.. kapan kamu disini"tanya Adel kaget.


"Dari sepuluh menit yang lalu"


"Maaf... aku nggak tahu kamu datang. Gimana wajahnya masih sakit "ucap Adel memandangi wajah Daffa yang masih tampak membiru


"Masih... "


"Gara gara kamu lah.. apa lagi memangnya"


"Aku... memangnya aku kenapa"


"Adel.. aku belum bisa menerima kamu jalan dengan Mika. Mungkin jika Mika bukan sahabatku... aku masih bisa mengerti... dan tak sesakit saat ini"


"Daffa... aku sudah dari dulu bilang.... hubungan kita harus diakhiri. Nggak mungkin aku berhubungan dengan tunangan orang."


"Tapi kamu tahu kan Del... jika aku tak mencintai Citra... pertunangan aku hanya untuk sementara.. setelah itu kita akan menjalani hubungan yang lebih serius. "


"Maaf Daffa.. aku tak bisa. Lebih baik kita berteman saja.. dan juga aku minta kamu jangan terlalu dekat denganku, aku tak mau Mika salah paham"


"Mengapa... Mika melarangmu dekat denganku"


"Bukan Daffa... aku hanya menjaga perasaan Mika.. aku nggak mau nantinya Mika salah paham melihat kedekatan kita"


"Tapi ketika kamu masih berhubungan denganku... kamu tidak pernah menjaga jarak dari Mika.. apakah kamu pikir aku juga tak pernah punya rasa cemburu pada Mika.. "


"Daffa... aku tak pernah berpikir kamu akan cemburu... karena Mika adalah sahabatmu"


"Apa bedanya... aku juga sahabat nya Mika"


"Beda lah Daffa... kamu itu mantan kekasihku"

__ADS_1


"Apa aku memang sudah jadi mantan ya"


"Daffa.. aku rasa nggak ada yang perlu kita bicarakan. Pembicaraan kita berputar kesana juga. Aku harap kamu mengerti posisi ku.. aku nggak mau persahabatan kamu dan Mika berantakan gara gara aku"


"Tapi aku memang sudah nggak menganggapnya sahabat lagi"


"Hhmmmm.... "dehem Mika


"Mika... sudah selesai kuliahnya"ucap Adel dengan canggung


"Kalau belum selesai nggak mungkin aku di sini, atau kamu berharap kuliahku belum selesai "


"Mika... ayo kita pergi lagi"Adel langsung memeluk lengan Mika, ia membawa Mika keluar dari perpustakaan sebelum Mika emosi melihat Daffa


Daffa melihat kepergian Adel dengan hati yang sedikit terluka. Bagaimanapun ia belum siap kehilangan Adel


"Kita langsung berangkat ya... perutku lapar"ucap Adel mengalih perhatian Mika agar tak bertanya tentang Daffa.


Mika hanya diam, ia tak ingin menjawab ataupun bertanya.


Sampai diparkiran ia memberi helm buat Adek dan langsung naik ke motor. Adel naik ke motor Mika dengan duduk mengangkang


Diperjalanan, Mika tetap diam membisu. Ia mengendarai motor dengan kecepatan sedang.


Adel memeluk pinggang Mika dengan erat dan merapatkan tubuhnya sambil berbisik


"Jangan marah sayang... Daffa datang bukan karena aku memintanya. Itu kan tempat umum,aku nggak mungkin melarangnya masuk"


Mika memegang tangan Adel yang ada dipinggangnya dengan tangan kiri. Ia mengelus tangan Adel.


"Jangan pernah berduaan dengan Daffa tanpa ada aku"


"Iya... sayang"bisik Adel lagi


"Gombal banget sih.. itu bukan gayamu"


"Ha.. ha... "tawa Adel


"Ternyata pacarku yang sekarang orangnya cemburu banget"


"Aku bukannya sembarangan cemburu, aku tahu bagaimana Daffa terobsesi padamu.. aku takut kamu kembali tergoda "


"Nggak akan.. "


Mereka menuju salah satu mal yang banyak arena permainan.


*************************


Terima kasih banyak untuk semua pembaca novel ini.. Mampir juga ya ke novel ku AKU BUKAN SIMPANAN.


__ADS_1


__ADS_2