Antara Aku, Kekasihku Dan Sahabatnya

Antara Aku, Kekasihku Dan Sahabatnya
Bab 36. Pertemuan Adel dan Daffa


__ADS_3

Adel janjian dengan Daffa sore ini,mereka akan bertemu disalah satu kafe.


"Jam berapa nanti kamu ketemu Daffa.. "tanya Mika sambil menyantap makan siangnya.


"Jam empat sore... "


"Dimana janjian ketemunya"


"Di kafe X... mengapa"


"Biar aku yang mengantar.. "


"Nggak usah Mik.. aku pergi sendiri saja... nanti kalau ada kamu aku bisa canggung bicaranya.. "


"Aku menunggu di meja yang berbeda, jauh darimu"


"Tapi jika Daffa melihat kehadiranmu bagaimana.. "tanya Adel


"Ya nggak gimana mana. Biar saja kalau ia melihatku, itu lebih baik. "


"Memangnya apa yang akan kamu lakukan"


"Aku akan datangi Daffa dan meminta izin memacari kekasihnya"


"Kamu cari masalah saja Mik... "


"Memangnya masalah apa .."


"Itu sama saja kamu ngajak berantem "


"Kalau ia yang memulai aku harus meladeni dong"


"Kalau gitu aku pakai taksi saja... "


"Nggak boleh... harus aku antar atau kamu nggak usah pergj"


"Nyebelin banget sih Mik... baru sehari jadi pacar sudah ngatur gitu"gerutu Adel sambil masuk kamar


Mika mengikuti Adel masuk ke kamarnya. Ia pun tidur disamping Adel.


"Ngapain Mik.. keluar sana. Aku mau tidur sebentar "


"Tidur saja... aku juga mau tidur"


"Tapi aku risih Mika... "


"Risih kenapa.. bukan sekali inikan kita tidur seranjang"


"Tapi sekarang aku merasa risih Mika... Karena sekarang status kamu dan aku sudah beda "


"Memang status kita sekarang apa... "goda Mika. Ia membalikan badan Adel agar menghadap kedirinya.


"Maunya kamu apa"


"Mau aku kamu jadi istriku.. "


"Mikaa... pikiran kamu terlalu jauh... aku baru berusia delapan belas tahun "ucap Adel sambil menoyor kepala Mika


"Hei... nggak sopan lho mainkan kepala orang yang lebih tua.. "


"Biarin... ngapa pikiran nya mesum gitu"

__ADS_1


"Adel.. pacaran itu nggak boleh lama lama... klau sudah merasa cocok nikah saja. Usia tidak menjamin kedewasaan seseorang.. lagi pula aku hampir dua puluh tahun lho"


"Auk ah... "jawab Adel dan menyembunyikan kepalanya didada Mika


"Tidurlah... nanti aku bangunkan jam tiga"bisik Mika sambil mengusap punggung Adel


Ketika mendengar nafas Adel yang teratur...pertanda ia sudah terlelap, Mika pun ikut terlelap sambil memeluk Adel.


Ketika Adel membuka mata,ia melihat ke jam dinding. Jam sudah menunjukan pukul tiga lewat lima belas menit, Adel cepat bangun.


"Mika... bangun.. "Adel mengguncang tubuh Mika


"Sudah jam berapa sih Del"


"Sudah jam tiga lewat... cepat bangun. Keluarlah. Aku mau mandi"


Mika mengucek matanya... dan melihat kesekeliling. Ia tak melihat Adel. Pasti Adel sudah pergi ke kamar mandi. Mika pun kembali ke kamarnya dan ia juga mandi.


Setelah mandi Mika memakai baju kaos dipadukan jaket kulit. Ia tampak makin ganteng dengan jaketnya.



Mika menunggu Adel selesai berpakaian diruang tamu.


"Adel... lama banget sih berpakaiannya"teriak Mika


"Bentar lagi.. "teriak Adel juga


Tidak berapa lama Adel keluar dengan memakai gaun model kerah sabrina yang menampakan bahu mulusnya. Dan rambut yang dikepang membuat wajahnya tampak tambah manis.



Mika hanya diam terpaku melihat tampilan Adel. Matanya tak lepas memandangi Adel.


"Mika... "Adel melambaikan tangannya didepan wajah Mika


"Eh... dah siap ya"


"Mengapa bengong... cantik ya aku"


"Cantik banget"lirih Mika


"Baru sadar ya kalau aku cantik"gumam Adel


Mika tak menjawabnya.. tapi ia langsung menggenggam tangan Adel menuju mobil yang berada di bagasi. Sebelum berangkat Mika mengunci semua pintu rumah.


Mika mengendarai mobil dengan kecepatan sedang. Sampai di kafe tujuan Mika membuka pintu buat Adel.


"Kamu masuklah... Daffa sudah menghubungimu"


"Sudah... ia mengatakan kalau menunggu aku di bagian dalam kafe. Kamu pylang saja. Nanti aku bisa pulang pakai taksi"


"Aku sudah bilang... aku menunggumu. Aku dibagian depan ini saja duduknya. "


"Oke lah... tapi nanti ketika Daffa akan keluar aku kirim pesan, jadi kamu bisa sembunyi dulu"


"Kamu pikir aku pengecut... ngapain sih harus sembunyi"


"Mika.. aku mohon buat kali ini saja... dengarkan aku "


"Iya.. iya.. kamu jangan cemas.. aku tak akan berkelahi dengan Daffa... kuatir banget sih "

__ADS_1


"Terima kasih ya. "ucap Adel sambil berjalan masuk kebagian dalam kafe.


Sampai kebagian dalam, Adel memandang berkeliling mencari keberadaan Daffa. Setelah melihat Daffa, ia langsung menuju kursi Daffa.


"Selamat sore Daff.. sudah lama ya"


"Lumayan... kamu cantik banget "


"Terima kasih... "


Daffa memesankan minuman dan cemilan buat Adel, karena ia tak ingin makan.


"Daffa...aku sengaja mengajakmu ketemuan karena ada yang ingin aku katakan.. "


"Silakan Del... kamu mau mengatakan apa"


"Daffa... mulai hari ini aku minta kita jangan lagi ketemuan ataupun berkomunikasi. Karena aku tidak mau nanti semua ini jadi masalah"


"Nggak Del... aku tak bisa. Kamu tahukan aku sangat mencintaimu, aku tak bisa menjauh darimu"


"Tapi Daffa... kamu tak bisa mencintaiku, sedangkan kamu sudah bertunangan "


"Kamu tahukan Del.. aku tak pernah mencintai Citra"


"Mana orang tahu itu Daffa... pasti mereka akan mengecamku, dan menuduhku pengganggu dalam hubunganmu. Jadi aku mohon... jangan lagi temui aku.. "


"Mengapa Del.. jujurlah hal yang sebenarnya"


"Maaf Daf... aku sudah tidak punya perasaan apa apa denganmu.... maka dari itu untuk tidak saling menyakiti, lebih baik kita saling menjauh "


"Kamu sudah punya kekasih yang baru"


Adel menganggukkan kepalanya.


"Siapa... jangan kamu bilang Mika"


"Maaf sekali Daffa.. kamu memang benar, aku dan Mika.. sudah memutuskan untuk menjalin hubungan "


"Tidak Del.. kamu tak boleh pacaran dengan Mika. Kamu tahukan kalau Mika sahabatku... mengapa harus Mika... "


"Aku dan Mika saling mencintai"


"Tidak.. aku tahu kamu hanya mencintaiku. Kamu hanya ingin membalas aku kan dengan pacaran sama Mika"


"Daffa... kamu tak boleh egois.. aku juga ingin bahagia dan dicintai.. "


"Aku juga mencintaimu dan aku akan membahagiakan kamu"


"Tapi aku sudah tidak ada perasaan apapun padamu Daffa. Lagi pula aku tak mau tambah menyakiti Citra. Bagaimanapun Citra adalah tunanganmu.. "


"Tidak Del... aku tak bisa terima"


"Tapi ini memang kenyataan nya.. aku bisa memahami sakit hati yang dirasakan Citra ketika melihat kamu dekat denganku. Jadi sebagai sesama wanita aku tak boleh menyakiti hati Citra lagi. Aku sadar selama ini aku sudah salah dengan tetap berhubungan dengan kamu. Jadi aku harap kamu menerima semua ini.. aku rasa pembicaraan kita sudah selesai... aku harap kamu mengerti. Permisi.. "


Adel berdiri dan meninggalkan Daffa yang masih diam terpaku melihat kepergian Adel.


"Tidak Del.. aku tak bisa berpisah denganmu, aku sangat mencintaimu... aku akan membuatmu kembali padaku dengan cara apapun... jika perlu aku akan membatalkan pertunangan aku dengan Citra"


***********************


Terima kasih untuk semua yang telah membaca novel aku ini.

__ADS_1


__ADS_2