Antara Aku, Kekasihku Dan Sahabatnya

Antara Aku, Kekasihku Dan Sahabatnya
Bab 11. Kamar Mika


__ADS_3

Sehabis magrib bunda pergi ke pesta anak temannya. Bunda sudah mengajak Adel ikut, tapi Adel tak mau. Ia tak ingin mengganggu bunda yang mau berkumpul dengan teman temannya.


Adel di minta bunda tidur dikamarnya Mika. Ia sudah menolaknya, tapi bunda tetap memaksa dengan alasan kamar tamu tak ada toilet.


Mata Adel sudah mulai mengantuk. Ia memang terbiasa tidur cepat. Jam sembilan sudah jadwalnya tidur. Adel membaringkan badannya di ranjang.


Mika yang baru pulang dari bermain, langsung masuk kamar dan menjatuhkan tubuhnya di kasur.


"Hei... siapa sih... "ucap Adel kaget karena guncangan badan Mika di kasur.


"Lu yang siapa.. ...tidur dikamar orang tanpa permisi"Ucap Mika dan berjalan menuju saklar di dekat pintu kamar dan menyalakan lampu


"Kamuu.. ..."ucap Adel dan Mika serempak


"Kalau masuk kamar tuh biasakan mengetok pintu dulu"


"Ngapain gue masuk kamar sendiri harus mengetuk dulu. Lu tuh yang harus tahu diri, main tidur. dikamar orang tanpa izin"


"Siapa bilang aku nggak minta izin... bunda yang ngizinin aku tidur di kamar ini"


"Terus jika lu tidur dikamar gue... ntar gue tidurnya dimana"


"Mana aku tahu... "jawab Adel sambil nyengir


"Songong lu ya... mentang mentang lu di sayang bunda. Sekarang lu keluar dari kamar gue cepat... "


"Nggak mau...aku malu"ucap Adel mempererat pegangan selimut yang menutupi tubuhny


"Malu..malu sama siapa"


"Ya sama lu... emang ada orang lain.. "


"Mengapa lu harus malu..... "


"Gue sudah pakai baju buat tidur, minim banget.. "


"Alasan lu... "Mika menarik dengan kuat selimut yang menutupi tubuh Adel.

__ADS_1


"Jangan Mika... aku malu...."teriak Adel menahan selimut yang ditarik Mika. Tapi tenaganya kalah dengan Mika, sehingga selimut dapat ditarik paksa oleh Mika.


Mika kaget melihat Adel yang hanya memakai tank top dan celana pendek banget yang hanya menutupi pangkal pahanya. Mika langsung membalikan badannya. Adel mengambil kembali selimut itu dan menutupi tubuhnya.


"Gila lu... ya. Tidur hanya dengan pakaian begitu"ucap Mika sambil memegang dadanya yang berdetak kencang.


"Aku suka gerah kalau tidur..


ntar juga biasanya nggak pakai selimut"


"Jangan lu... pakai baju seperti itu lagi kalau nginap dirumah orang"ucap Mika sambil keluar dari kamarnya.


Mika rebahan di sofa ruang keluarga sambil menonton televisi. Jam sepuluh bunda pulang.


"Anak ganteng... tumben mau rebahan disini"


"Jadi mau di mana bun.. kamar aku sudah ada yang menempati tanpa izin. Bunda... cukup sekali ini ya bunda membiarkan orang lain masuk ke kamar ku... bunda tahu kan aku paling nggak suka kamarku dimasukin orang lain"


"Adel bukan orang lain... ia tuh anak bunda"


"Kamu jangan sewot ya... karena Adel akhirnya mama bisa merasakan berdiri di podium bersama anaknya yang berprestasi"


"Iya... iya... Adel anak bunda... terus aku anak pungut... "


"Jangan cemburu gitu.. kamu dan Adel anak bunda. Bunda berharap kalian berjodoh... "


"Bunda... hati hati ngomongnya. Nanti Daffa dengar, bisa berabe... Adel kan pacarnya Daffa"


"Masih pacaran kan... belum jadi istri.."ucap bunda sambil berlalu masuk ke kamarnya.


"Dasar bunda ..... nanti jika didengar Daffa bisa ****** gue, dikira pagar makan sayur lagi... eh salah pagar makan apa ya pepatahnya gitu, gue lupa.. pokoknya ada dulu gue pelajari... "gumam Mika


"Mika... kamu tidur di kamar tamu ya seminggu ini... "


"Apaa.... seminggu. Bunda nggak salahkan... aku tak mau. Malam ini saja Adel tidur dikamarku, besok harus pindah"


"Terserah bunda dong.. ini kan rumah bunda"

__ADS_1


"Bunda.... apa salahnya Adel yang tidur dikamar tamu"


"Kamar tamu nggak ada toilet. Seandainya tengah malam Adel mau ke toilet nggak mungkin ia keluar kamar menuju kamar mandi belakang, kasihan anak gadis, takut ada maling, nanti Adel di curi lagi"


"Bunda jangan buat alasan deh. Adel itu juga sudah terbiasa sendiri, ia kost juga tidur sendiri selama ini, tapi nggak ada tuh yang mau nyuri si Adel"


"Belum tahu aja pencuri kalau ada gadis secantik Adel tinggal sendiri.. Bunda mungkin mau ngajak Adel tinggal ama Bunda saja nanti... kasihan anak gadis harus tinggal sendiri"


"Bunda... masih banyak anak gadis yang lain juga kost... mengapa nggak bunda bawa semua nya sekalian"


"Yang lain bukan anak bunda... kalau Adel kan anak bunda.. "


"Bunda... pokoknya jika Adel tinggal disini, jangan pernah ya minta kamar ku buat Adel... terkadang aku berpikir.. apa aku ini anak kandung bunda.. masa dengan Adel yang baru kenal saja bunda sayangnya minta ampun... lah sama aku yang anak kandungnya malah diacuhkan"


"Ternyata anak bunda bisa cemburu juga... bunda juga sayang kamu... buktinya bunda tetap memberimu uang jajan, makan dan tempat tinggal... "


"Bunda... itu memang kewajiban bunda... tapi bunda tak pernah membanggakan aku"


"Apa yang harus bunda banggakan dari kamu... nggak ada"


"Cuihh... aku ini ganteng lho bun... orang saja sering kagum dengan kegantenganku... masa bunda nggak kagum"


"Nggak tuh... bunda rasa wajahmu biasa saja.. "


"Bunda... kok aku punya bunda yang ngeselin gini ya... ampun deh"


"Ha... ha.. jangan begadang, cepat tidur. Bunda juga mau tidur. Jangan menyelinap malam malam ya ke kamar putri bunda.. nanti bunda nikahin kalau ketahuan... "


"Bunda... "Mika berteriak dan melempar bantal kursi kelantai dekat bunda berdiri. Bunda makin terkekeh melihat Mika yang kesal. Dan menghilang masuk ke kamarnya.


**********************


Terima kasih karena telah membaca novel ini.


Visual Mika


__ADS_1


__ADS_2