
Setelah puas menangis dan berteriak mengeluarkan semua yang dipikirkannya Adel dan Mika tertidur sambil berpelukan.
Adel terbangun ketika sinar matahari mulai masuk ke kamarnya dari celah jendela. Ia melihat kesandung, Mika sudah tidak ada.
Adel mendengar suara air dari dalam kamar mandi. Ia menduga pastilah Mika yang lagi mandi.
"Mengapa Mika bangun pagi benar, biasanya aku yang duluan. Lagi pula Mika biasanya kalau mandi, pasti menunggu aku.. ia pasti akan minta bantuan aku untuk memandikannya.. karena matanya yang sudah sedikit kabur. "
Adel menunggu, tapi setelah hampir setengah jam Mika tidak keluar juga dari kamar mandi.. Adel mulai kuatir. Ia berjalan ke arah kamar mandi dan mengetuk pintunya.
"Sayang... kamu di dalam ya.. buka pintunya sayang, biar aku bantu kamu mandi.. sayang kamu dengar kan"teriak Adel
Setelah cukup lama mengetuk tak jua ada sahutan, Adel makin kuatir dan memanggil bunda.
"Ada apa Adel teriak teriak memanggil bunda"
"Bunda mengapa Mika lama betul dikamar mandi, Adel sudah mengetuknya tapi tak ada sahutan"
Bunda pun mencoba mengetuk dan mengedornya,tapi Mika masih saja diam.
"Mika... Mika... buka pintunya"teriak bunda..
Adel sudah tak bisa lagi menahan dirinya. Ia harus membuka pintu kamar mandi dengan paksa. Adel menghubungi Daffa dan meminta tolong. Untung Daffa masih dirumah belum ke kampus.
Daffa berlari masuk ke kamar Mika.
"Daffa tolong buka pintu kamar mandi.. aku takut terjadi sesuatu dengan Mika"tangis Adel tak bisa lagi dibendungnya.
Daffa mendobrak pintu dengan sekuat tenaganya. Setelah beberapa kali mencoba akhirnya pintu dapat terbuka.
Adel langsung masuk ke kamar mandi dan melihat Mika yang telah pingsan di lantai kamar mandi.
"Mika... apa yang terjadi sayang... Mika bangun.. "teriak Adel sambil memeluk tubuh Mika.
Daffa mendekati Adel yang memeluk tubuh Mika sambil menangis.
"Bunda mana kunci mobil, kita harus membawa Mika kerumah sakit"ucap Daffa
Bunda yang kaget melihat keadaan Mika, berlari ke kamar nya dan memberikan kunci mobil.
"Adel... ambil pakaian Mika nak... kita harus mengganti pakaian basah nya"
__ADS_1
"Bunda... tak akan terjadi apa apa dengan Mika kan bunda... Mika belum pergikan bunda"
"Sayang.. kita bawa Mika ke rumah sakit dulu, baru kita tahu keadaan nya.. "
Adel dengan langkah lesu mengambil pakaian Mika. Daffa ikutan membantu mengganti pakaian Mika dan menggendong tubuh Mika yang tampak kurus.
Adel memeluk tubuh Mika sambil menangis. Ia mengusap pipi suami tercintanya.
"Sayang.. bangun.. jangan tinggalkan aku.. kamu janjikan mau menemani aku melahirkan.. sayang... kamu tak akan pergi secepat inikah.. aku belum puas hidup bersamamu.. bangunlah sayang.. jangan buat aku cemas"ucap Adel.
Sampai di rumah sakit Mika langsung dilarikan ke ruang UGD. Dokter lagi menangani Mika di dalam.
Bunda, Adel Dan Daffa yang menunggu di luar tampak sangat cemas menantikan kabar dari dokter.
Dokter mengatakan jika kanker yang diderita Mika sudah semakin parah. Hanya keajaiban Tuhan yang dapat menyembuhkannya.
Mika dipindahkan keruang perawatan dibantu dengan banyak peralatan medis.
Adel duduk di samping Mika sambil memegang tangan suami tercintanya itu.
"Sayang... bangunlah.. jangan tidur terus. Aku mau mendengar suaramu. Aku ingin kamu memeluk, mencium dan mengusap perutku seperti yang biasa kamu lakukan.. kamu tidak boleh lama lama tidurnya... bangun sayang"
Bunda dan Daffa masuk, mereka baru saja menemui dokter. Dokter mengatakan tidak ada harapan hidup lagi buat Mika.
Bunda dan Daffa tetap ingin mempertahankan sampai Mika menyerah sendiri. Ia tak ingin melepaskan peralatan medis Mika.
"Adel.. ini makan dulu, kamu belum makan dari pagi"
"Terima kasih Daffa.. tapi aku tak lapar"
"Adel... kamu harus makan nak.. ingat nak, ditubuhmu ada janin yang bergantung hidup "
"Bunda... bagaimana aku bisa makan sementara Mika juga belum makan"ucap Adel dan mulai meneteskan air matanya kembali.
"Sayang... Mika sudah makan melalui infusnya.. tapi kamu.. jangan kan makan, minimum kamu tak mau. Apa kamu nggak kasihan lihat anakmu, ingat Adel itu darah dagingmu dengan Mika.. apa kata Mika jika ia tahu kamu tak makan.. "
"Bunda.. tapi aku.... "
"Biar aku suapin ya.. sedikit sedikit saja.. yang penting ada isinya"ucap Daffa dan duduk disamping Adel dan membuka makanan yang dibelinya.
"Daffa... aku tak lapar"ucap Adel menolak sendok yang akan disuapin masuk ke mulutnya.
__ADS_1
"Dikit dikit saja ya... bunda bisa pulang atau ke toko biar aku yang temani Adel disini"
"Bunda mau ke toko sebentar.. tolong jaga Adel dan Mika ya Daffa.. "
"Ya.. bunda.. bunda hati hati"ujar Daffa
"Adel... bunda ke toko sebentar ya.. kamu jangan lupa dimakan nasinya..Jangan terlalu banyak pikiran nak.. ingat anak dalam kandunganmu "
"Ya bunda... hati hati"
Setelah bunda berlalu Daffa kembali menyuapi Adel lagi.
"Daffa.. aku benar benar tak ada selera.. "
"Apa kamu pikir Mika akan senang melihat kamu seperti ini.. kamu seharusnya menjaga titipan Mika yang ada dirahimmu."
"Daffa... Mika akan bangunkan... ia belum pergikan. Mika.. pasti menunggu kelahiran putra nya ini kan... "
"Adel... Kamu harus kuat agar Mika juga bisa tetap kuat dan bertahan"ucap Daffa dan membawa Adel ke dalam pelukannya.
Adel akhirnya menumpahkan tangisnya dipelukan Daffa.
"Adel... aku ikut sedih melihat kamu terpuruk seperti ini. Aku ingin melihat senyummu seperti dulu lagi... "
Sampai ia merasa lelah, Adel melepaskan pelukan Daffa.
"Maaf Daf.. bajumu jadi basah... "
"Nggak apa apa Del... yang penting perasaan kamu,jika menangis itu akan membuat kamu sedikit tenang.. aku siap menjadi tempat tumpahan tangismu... "
"Daffa... apa Citra nggak marah jika tahu.. kamu menemani aku di sini. Kamu pulanglah.. kuliahpun kamu jadi bolos. Aku sudah agak enakan"
"Aku akan menemani kamu... aku sudah janji dengan Mika untuk selalu ada disisimu saat kamu lagi membutuhkan"
"Daffa.. aku betul betul tak enak dengan Citra.. jika kamu terus ada disampingku..kamu nggak harus ikuti kata Mika.. ia lupa kamu sudah ada tunangan "
"Tapi aku senang melakukannya... aku harap kamu nggak keberatan Adel... sekarang aku suapin lagi ya makannya "
"Aku bisa makan sendiri Daffa... "
Adel makan perlahan,ia juga tak mau anak di dalam kandungannya mendapat masalah jika ia malas makan, karena anaknya ini menjadi bukti cinta nya dengan Mika.
__ADS_1
***********************
Terima kasih untuk semua pembaca setia novel ini