
Adel telah kembali beraktifitas seperti biasa. Ujian akhir untuk anak kelas XII telah selesai, seminggu lagi ujian buat kelas X dan XI.
Ketika istirahat di kantin Adel mendengar pembicaraan anak anak kelas XI dan XII yang masih hadir buat sekedar main.
"Dua minggu lagi pertunangan Daffa dan Citra kan... kalian diundang"
"Aku sih nggak yakin diundang... tapi dengar dengar sih semua murid diundang.. tanpa terkecuali.. "
"Nggak nyangka ya akhirnya Citra mendapatkan Daffa juga.. "
"Aku kira dulu Daffa pacaran dengan Adel... nggak tahunya Citra"
"Adel pacaran sama Mika sih katanya... "
Mereka nggak tahu Adel ada dibelakang mendengarkan semua percakapan mereka..
Adel meninggalkan kantin,ia menuju taman dan melamun disana seperti biasanya.
"Daffa... aku tak tahu bagaimana perasaan aku saat ini padamu... sedih atau kecewa. Aku tahu kamu terpaksa menerima semua ini... tapi yang membuatku makin kecewa padamu adalah.. kau seakan tak peduli dengan aku lagi... tapi ketika aku minta hubungan kita berakhir... kau tak mau.. "
Adel melamun dan tak menyadari kehadiran Daffa.. yang duduk disampingnya.
"Del... kamu lagi mikirin apa.. "tegur Daffa tapi tak didengar Adel, ia masih asyik dengan lamunannya...
"Del... "Daffa memegang tangan Adel membuat ia kaget.
"Daffa... sejak kapan kamu ada disini.. "
"Sejak kamu melamun... apa yang sedang kamu pikirkan"
"Kamu... aku lagi memikirkan tentang hubungan kita.. "
"Del... aku minta maaf. Pasti sikapku membuatmu kecewa.. tapi aku benar benar tak bisa menolak keputusan kedua orang tuaku."
"Daf.. aku ikhlas kamu memilih Citra. Mulai hari ini aku ingin kita putus... "
__ADS_1
"Del... aku tak mau putus denganmu.. "
"Jangan egois Daf... kamu akan bertunangan dengan Citra"
"Kamu... kamu tahu dari mana... "
"Satu sekolah juga tahu.. "
"Tapi Del... aku tak mau hubungan kita berakhir.. aku tak bisa Del. Kamu lah yang membuat aku kuat menerima perjodohan ini, aku melakukan ini demi masa depan kita nantinya. Papa aku menjanjikan akan memberi modal buatku buka usaha setelah aku bertunangan dengan Citra. Setelah nanti usahaku berkembang, aku akan melepaskan ikatan pertunangan aku dan Citra.. "
"Kamu tak bisa melakukan itu Daf.. Citra pasti nanti akan sakit hati dan kecewa denganku. Pastilah ia langsung mengira akulah orang ketiga diantara kamu dan Citra. Aku tak mau dicap seperti itu"
"Tapi Del... aku tak punya perasaan apa apa dengan Citra... "
"Kamu bisa mencintainya suatu saat nanti jika kalian sering bersama."
"Aku tak mau mencintai orang lain kecuali kamu Del"
"Kamu pasti akan melupakan aku suatu saat nanti.... jika kita tak pernah bertemu lagi"
Citra yang diberitahu seseorang jika Adel dan Daffa sedang berduaan di taman menjadi emosi. Ia langsung menuju ke taman dan melihat Daffa yang lagi menggenggam tangan Adel
"Dasar perempuan murahan... kamu nggak tahu ya kalau Daffa adalah calon tunanganku.. apa nggak cukup hanya dengan Mika. Apa aku harus mengatakan pada semua yang ada disini... kalau kamu dan Mika sudah tinggal serumah... "
"Citra jaga mulutmu... kamu tahukan kalau Adel ini anak angkatnya bunda Mika.. "ucap Daffa
"Aku tak percaya.. bagaimana mungkin seorang gadis dan pria tinggal serumah tanpa berbuat macam macam.. "
"Citra... aku dan Mika tidak ada hubungan apa apa dan kami tidak pernah melakukan sesuatu yang buruk. Kami juga bukan tinggal berdua... tapi ada bertiga dengan bunda"
"Siapa yang bisa menjamin kamu tak melakukan sesuatu ketika bundanya Mika tak dirumah.. "
"Aku tak memintamu percaya dengan apa yang aku katakan.. tapi aku bersumpah kami tak melakukan hal yang terlarang"ucap Adel sudah mulai menangis.
"Aku tak peduli apapun yang akan kamu lakukan bersama Mika, tapi aku peringatkan jangan pernah dekati Daffa.. ia tunanganku... aku bisa berbuat hal yang nekat jika milikku diganggu..."
__ADS_1
"Citra.. aku bukan barang yang harus dimiliki.. kamu juga tahu bagaimana perasaan aku padamu.. "
"Kamu bisa katakan itu dengan kedua orang tuamu... atau kamu ingin aku yang mengatakan apa yang kamu lakukan sekarang disekolah. Kamu mau orang tuaku dan orang tuamu yang akan menyelesaikan masalah kamu dengan Adel. Kamu mau Adel menghadapi masalah... "
"Citra... jangan pernah bawa bawa Adel dalam masalah ini.. "
"Jika kamu tak mau Adel mendapat masalah.. kamu jangan pernah dekati Adel lagi. ....dan kamu Adel.. jangan pernah aku melihatmu dengan Daffa... aku bisa nekat"Citra menarik tangan Daffa agar menjauh dari Adel
"Kamu apa apaan sih Cit.. "ucap Daffa setelah agak jauh
"Kamu yang apa apaan Daf.. aku sudah bilang jika kamu tak mau menerima pertunangan ini.. kamu bicara langsung dengan kedua orang tuamu dan juga orang tuaku . Tapi jika kamu tak bicara dan menerima pertunangan ini berarti kamu juga harus menerimaku... jadi jangan pernah bermain api dibelakangku.. kamu belum mengenalku dengan baik.. aku bisa nekat melakukan sesuatu yang tak pernah kamu bayangkan... "
"Kamu psikopat.. "
"Terserah kamu berkata apa... jika kamu ingin menantang dan ingin tahu jahatnya aku... bermainlah dibelakangku.. aku akan perlihatkan siapa aku sebenarnya... kamu tak akan pernah lagi melihat wajah Adel untuk selamanya.. "
"Jangan kamu coba coba menyentuhnya... Adel tak salah.. aku yang mengejarnya.. aku yang mencintainya.. "
"Jadi sekarang kamu berani mengakui perasaan mu.. "
"Aku tak mau membohongi kamu terus menerus.. "
"Oke... aku maklumi.. tapi mulai detik ini kamu lupakan perasaanmu itu jika tidak ingin Adel terluka... "
"Aku tak akan tinggal diam jika kamu berani menyentuh ataupun melukai Adel... "
Daffa pergi meninggalkan Citra sendiri dan melangkah kembali ke taman mencari Adel. Tapi ia tak melihat Adel. Bunyi bel tanda masuk kelas untuk memulai pelajaran terdengar.
Daffa termenung di taman.. ia tak tahu harus melakukan apa.. untuk membatalkan pertunangan. Jika ia mengatakan sekarang.. dan membatalkan sudah pasti orang tuanya menghapus dirinya dari daftar keluarga dan tak akan menerima warisan apapun..
Ia tak ingin Adel hidup kekurangan.. jika ia tak dapat apa apa bagaimana nanti dia bisa hidup bersama Adel tanpa harta sedikitpun.
Ia rela menderita dan menerima perjodohan ini juga demi Adel. Karena orang tuanya pasti akan memberi modal usaha jika ia sudah bertunangan.. Dengan satu usaha ia berani melamar Adel kelak. Ia bisa menghidupi Adel nanti jika ia telah berkeluarga dengan Adel.
********************
__ADS_1
Terima kasih buat yang telah membaca novel ini. Mampir juga kenovelku ELEGI CINTA LANGIT DAN PELANGI