
Mika membawa Adel ke dalam pelukannya. Ia mengecup dahi Adel dengan sangat lembut. Kecupan nya turun kemata,hidung ,pipi dan bibir.
Mika mengecup lembut bibir Adel. Adel yang mengerti dengan apa yang diinginkan Mika, membuka mulutnya, memberikan akses buat Mika bermain lidah didalam rongga mulutnya.
Ketika Mika merasakan Adel membalas setiap perlakuan nya, Ciuman yang semula lembut perlahan mulai menuntut. Mika menghisap dan membelit lidah Adel. Ia melakukannya dengan penuh gairah.
Ketika mereka sudah sama sama merasakan nafas yang sesak mereka melepaskan pagutan bibir mereka.
Mika menghapus bibir Adel yang basah, entah karena salivanya atau Adel. Mereka menghirup udara dengan rakusnya.
"Sayang... boleh nggak aku ingin yang lebih lagi sekarang ini juga.. "
Adel hanya menganggukkan kepalanya dengan wajah yang sangat memerah.
Mika mulai melecuti pakaian Adel dan yang tersisa hanya pakaian dalamnya.
Mika memandangi tubuh Adel dengan intens.. tanpa kedip membuat Adel malu dan menutupi dada dengan tangannya.
"Sayang... aku tak pernah membayangkan akan berada di situasi saat ini... dimana aku dan kamu bisa dekat dan intim seperti sekarang"
Mika lalu menurunkan kepalanya dan bersembunyi diceruk leher Adel dan mengecupnya. Mika lalu menghisap dan menggigit kecil leher Adel, membuat Adel tanpa sadar mendesah.
"Enak... "tanya Mika yang makin membuat Adel malu.
Mika lalu membuka pengait bra Adel. Dan memperlihatkan tubuh polos Adel yang sangat putih dan bersih .
Setelah puas bermain dengan tubuh Adel, Mika meminta izin untuk yang lebih intim lagi.
"Sayang... yang aku tahu, mungkin ini akan menyakitkan untuk pertama kalinya... tapi aku akan melakukan dengan lembut.. kamu benar benar siap"
"Ya....sayang"jawab Adel pelan
Mika menaiki tubuh Adel dan ingin melakukan penyatuan tubuh mereka. Tapi belum sampai tubuh mereka bersatu, tiba tiba Mika merasakan sakit kepala kembali menyerang. Ia mencoba menahannya.. tapi ketika ia akan memulai penyatuan kembali, kepalanya makin terasa sakit.
Mika akhirnya turun dari tubuh Adel dan berbaring disamping Adel dengan memegang kepalanya..
"Sayang... kamu kenapa... apa kepalamu sakit lagi... aku ambilkan obat ya... "Adel berdiri dengan tubuh yang masih polos. Ia mengambil obat dan meminumkan dengan Mika.
Setelah agak sedikit merasa nyaman, Mika kembali memeluk tubuh Adel.
"Sayang... aku memang lelaki tak berguna.. memberi nafkah batin saja aku sudah tak mampu"ucap Mika sambil menangis
"Mika... kamu jangan terlalu berpikir.. aku tak apa apa... kita masih bisa mencobanya"
"Aku merasa seperti lelaki cacat.. mengapa kamu mau menikah denganku Adel... aku tambah merasa bersalah denganmu, kamu harus terjebak dengan lelaki cacat seperti aku"
"Mika... aku tak mau dengar kamu bicara begitu lagi.. aku tak pernah menuntut apa apa dengan pernikahan ini,tetap berada disampingmu setiap saat itu sudah lebih dari cukup untukku"
"Adel... kamu terlalu sempurna buat lelaki seperti aku"
__ADS_1
"Mika... aku tak pernah mau dengar kamu berkata itu lagi... jika kamu berkata begitu lagi.. aku akan pergi jauh dan selamanya..kamu akan menangis dan menyesalinya sepanjang sisa hidupmu setelah aku benar benar tak ada disampingmu"
"Adel....aku takut tak dapat membahagiakan kamu"
"Kebahagiaan aku adalah saat berada disampingmu"
"Sayang... aku mencintaimu"ucap Mika sambil kembali melum*t bibir Adel
Adel yang tak ingin Mika merasa bersalah lagi seperti saat tadi... ia berinisiatif memulai dan memancing gairah Mika.
Mika yang terpancing dengan tindakan Adel kembali mencoba penyatuan tubuh mereka, secara pelan dan perlahan akhirnya tubuh mereka bersatu. Mika melakukannya pelan. Tapi tetap saja Adel merasakan sakit, tapi ia mencoba menahannya dengan mengecup bibir Mika.
Setelah sampai puncaknya... dan telah menyelesaikan penyatuan tubuh mereka, Mika kembali tidur disamping Adel.
"Terima kasih sayang .....karena mau menerima dan memahami lelaki ini"ucap Mika mengecup dahi Adel yang penuh dengan peluh.
Adel tersenyum dan membenamkan kepalanya didada Mika..
"Mika....aku mencintaimu"ucap Adel sambil memeluk pinggang Mika. Ia mengecup dada Mika, dan menghirup bau tubuh Mika. Walau tubuhnya penuh dengan peluh, tapi Adel menyukai baunya.
Mereka akhirnya tertidur sampai magrib menjelang. Adel membuka matanya dan melihat kamarnya yang sangat gelap tanpa cahaya.. dan ia melihat keluar.. ternyata hati sudah menjelang malam.
Ia bangun dari tidurnya,ia bermaksud membasuh tubuhnya. Tapi ketika berdiri ia merasakan sedikit nyeri dipangkal pahanya.
Adel berjalan perlahan menuju kamar mandi dan membasuh tubuhnya. Setelah merasa bersih, ia menyelesaikan mandinya dan berpakaian.
"Mika aku sangat mencintaimu... aku tak peduli walau pun engkau dan orang lain mengatakan aku wanita bodoh karena mau menyerahkan diriku untuk mendampingi hidupmu. Tapi aku senang dan bahagia melakukan semua itu... "
Mika membuka matanya perlahan dan melihat Adel yang telah berpakaian dan wangi.
"Mengapa nggak bangunkan aku kalau mau mandi"
"Tidur kamu sangat nyenyak... sayang"
"Aku kan mau mandi bareng "
"Mika... mesum deh"
"Mesum dengan istri sendiri apa salahnya "goda Mika
Adel memandangi wajah tampan Mika yang telah menjadi suaminya..
"Jika dilihat saat ini, pasti tak ada yang mengira kamu mengidap satu penyakit ganas.. kamu sangat tampan.. membuat semua gadis pasti tak ingin memalingkan pandangannya jika ada disampingmu"
"Mengapa memandangi aku seperti itu"
"Kamu ganteng.. beruntungnya aku memiliki kamu"
"Jangan merayu, nanti aku kembali ingin melahapmu"
__ADS_1
"Kamu ya... mesum banget. Aku masak dulu buat makan malam"
"Sini dulu.. aku masih ingin memeluk kamu"
"Nggak mau.. badanmu penuh keringat.. nanti aku bau lagi"
"Ayolah sayang... "
"Kamu masih telanjang Mika.. aku risih"ucap Adel malu dengan wajah yang memerah
"Habis kamu seksi banget.. membuat aku ingin selalu memelukmu"
Adel memang hanya memakai baju kaos katung dengan rok yang hanya sebatas setengah paha.
"Sayang... aku tak mau ya kamu berpakaian begitu jika ada orang lain... hanya aku yang boleh dan melihat tubuhmu"
"Dari dulu aku juga senang berpakaian begini"
"Tapi mulai hari ini aku tak mengizinkan"
"Iya... mandi cepat sana.. "
Mika berdiri dengan santainya walau tanpa sehelai benangpun melekat ditubuhnya.
"Mikaaa... malu ah... pakai selimut tuh"ucap Adel Dan menutup matanya dengan tangan
"Sayang... mengapa harus malu.. kamu akan sering melihat tubuh polosku mulai saat ini"
"Mika... cepat masuk kamar mandi"teriak Adel
Mika bukannya ke kamar mandi tapi tambah mendekatkan tubuhnya ke Adel, tapi terlebih dahulu ia memakai handuk yang sebatas perut sampai tengah pahanya.
"Sayang buka dong matanya... mengapa sama suami sendiri malu"
"Mika... aku tak mau"
Mika yang gemas melihat tingkah istrinya lalu mengecup bibir istrinya.
"Manis banget... "
"Mika.. Jangan main main.. kamu harus mandi"
"Baiklah tapi kamu harus mencium bibirku dulu "
Adel akhirnya membuka mata dan melihat Mika sudah memakai handuk. Mika tersenyum dan mengecup bibir Adel kembali sebelum akhirnya ia masuk kekamar mandi.
***********************
Terima kasih karena telah membaca novel ini.
__ADS_1