Antara Aku, Kekasihku Dan Sahabatnya

Antara Aku, Kekasihku Dan Sahabatnya
Bab 12. Mama Tiri Citra


__ADS_3

Mika mencoba membuka pintu kamarnya, ternyata tidak dikunci. Ia ingin mengambil setelan pakaian olah raga. Mika ingin berlari keliling perumahan.


"Astaga... ini cewek ceroboh amat. Untung gue anak baik baik, kalau cowok lain sudah dimakannya lu"ucap Mika begitu melihat Adel yang tidur tanpa selimut dengan pakaian minim. Mika menyelimuti tubuh Adel dan mengambil pakaian nya dilemari.


"Sudah jam berapa ya... enak banget tidur ku malam tadi... "Adel mengambil ponselnya diatas nakas.


"Gila... sudah jam tujuh, pasti bunda telah ke toko roti nya. Adel... malu maluin saja kamu, sudah nginap dirumah orang, ketiduran pula lagi"gerutu Adel sambil masuk ke kamar mandi.


Setelah mandi Adel membuat sarapan nasi goreng, permintaan bunda melalui pesan singkatnya, agar Adel membuatkan sarapan untuk Mika.


Adel menyiapkan di meja makan sarapannya.


Tak lama setelahnya Mika pulang.


"Mika... ini aku sudah buatkan nasi goreng buat sarapan"


"Aku belum lapar.. mau mandi dulu"


"Mika... sarapan dulu. Nanti keburu dingin, jadi tak enak"


Mika akhirnya menuruti Adel, duduk dan menyantap sarapannya.


"Mika... kamu kenal dengan mama Citra"


"Emang kenapa... "


"Nggak ada... aku pengen tahu saja... apa itu ibu kandungnya Citra... "


"Citra itu teman Daffa dari mereka sama sama masuk TK, jadi kalau lu pengen tahu tanya sama Daffa bukan sama gue"


"Kamu kan juga sahabatnya Daffa... "


"Aku kenal Daffa sejak umur sepuluh tahun, lebih lama Citra. Lu kan bisa ke rumah Daffa... tuh cuma jarak dua rumah doang... "


"Aku takut mama Daffa marah... "


"Tante Dina nggak makan orang"


"Siapa yang bilang tante Dina makan orang, kata Daffa.....mamanya tak suka Daffa dekat teman cewek takut Daffa nya pacaran..."


"Itu si Citra akhir akhir ini hampir tiap minggu ke rumah Daffa... lu lihat saja ntar siang pasti ada mobil citra dirumahnya"


"Mungkin karena mereka bersahabat dari kecil"


"Siapa bilang Citra sahabatnya Daffa... Daffa nggak pernah suka sama tuh anak manja"


"Mika... ternyata kamu nggak sesombong yang orang orang bilang, buktinya kamu mau jawab semua pertanyaan aku"


"Itu karena gue tak mau bunda marah kalau gue acuhkan lu, jadi lu jangan kegeeran... "Mika berdiri dan beranjak menuju kamarnya.

__ADS_1


"Kenapa gue jadi banyak omong sama tuh cewek, padahal biasanya gue paling nggak suka sama cewek yang banyak tanya"gumam Mika sambil merebahkan diri diatas kasurnya.


Tak berapa lama setelah Mika masuk ke kamarnya, datang Daffa kerumah, Adel membuka pintu dan mereka duduk diruang tamu.


"Adel... maaf kemarin aku mengacuhkanmu"


"Nggak apa apa aku mengerti kok"


"Aku tak mau orang tuaku tahu hubungan kita, jika ia tahu aku takut ia akan melakukan sesuatu agar kita tak bisa bertemu lagi"


"Memangnya orang tuamu melarang keras ya anaknya pacaran"


"Ya... begitulah.. kakak perempuan ku dulu juga tak boleh pacaran, setelah tahu ia punya pacar, orangtua ku langsung menikahkan dengan pilihannya.... "


"Tapi tak ada orang tua yang berniat buruk pada anaknya, mungkin ibu mu punya alasan sendiri mengapa melarang anaknya pacaran ketika masih sekolah.. "


"Mungkin betul yang kamu katakan Adel.... "


"Kamu sudah sarapan.. aku tadi masak nasi goreng, kamu mau aku ambilkan"


"Boleh lah... pasti nasi gorengnya enak, karena yang membuatnya cantik"


"Recehan banget sih gombalan lu"ucap Mika yang baru keluar dari kamar tamu


"Lho... lu tidur dikamar tamu... memangnya kamar lu kenapa"ucap Daffa sambil mengikuti Mika yang berjalan menuju ruang keluarga dan menyalakan televisi


"Maksud lu... "


"Tuh... cewek lu, yang merampas kamar gue.. selama liburan bunda minta ia nginap di sini. Eh bunda seenaknya saja menempati Adel fi kamar gue... jadi deh gue yang sekarang tamu, Adel anaknya bunda"


"Tumben lu boleh orang lain nginap di kamar lu, biasanya selain gue, tak boleh orang lain masuk ke kamar lu.. "


"Emang bisa ngebantah kata bunda... "


"Kata kata orang tua memang tak boleh di bantah.. dosa "ucap Adel sambil meletakan nasi goreng dan teh manis diatas meja.


"Makan dulu Daf... "


"Modus... bilang saja lu mau tidur di kamar gue terus"


"Siapa yang mau tidur di kamar mu, kalau bukan karena bunda yang memaksa, gue lebih suka tidur di kamar tamu, dari pada lu ganggu terus. Mau ambil ini lah.. itulah... modus banget"ucap Adel yang membuat Daffa memandangi Adel dan Mika bergantian.


"Sejak kapan mereka seakrab ini. Dan apa tadi kata Adel, Mika sering keluar masuk kamarnya padahal ia tahu ada Adel yang menginap di kamar nya"pikir Daffa.


"Del... tadi katanya ada yang mau lu ketahui tentang Citra... tanya tuh sama Daffa"


"Citra.. Huks... huks... "ucap Daffa terbatuk


"Kalau lagi ada makanan di mulut, jangan ngomong"Adel mengambil air putih dan memberinya buat Daffa

__ADS_1


"Daffa... aku pengen tanya sesuatu tentang Citra.. "


"Apa yang ingin kamu tanyakan..akan aku katakan jika aku mengetahuinya"ucap Daffa pelan, ia takut Adel menanyakan hubungannya dengan Citra karena kemarin orang tuanya sudah mengatakan kalau ia akan dijodohkan dengan Citra


"Apa ibu nya Citra kemarin, ibu kandungnya.."


Adel ingin memastikan kalau itu adalah mama kandungnya bukan Citra


"Bukan... mama kandung Citra meninggal ketika ia berusia delapan tahun... selang beberapa bulan papanya langsung menikah dengan ibunya sekarang, dulu Citra benci dengan ibu tirinya karena ia bilang papanya sudah selingkuh sebelum mamanya meninggal. "


"Sakit apa mama Citra"


"Kanker... sudah dari Citra TK mamanya sakit"


"Kasihan Citra... "


"Kamu juga tak punya mama kan... "tanya Mika


"Ya.. tapi kan mama ku masih hidup, masih ada kemungkinan bertemu"


"Kok kamu tanya tentang mamanya Citra... kelihatan banget ya wajahnya mama tiri Citra beda dengannya"


"Semua juga tahu... beda juah kali Daff... malahan Adel yang cocok jadi anaknya mama tiri Citra... Adel lebih mirip"ucap Mika, membuat Adel terbatuk


"Huks... huks... bisa saja kamu Mik.. "


"Nggak percaya lu... coba besok kalau lu ketemu mama tiri Citra, lu perhatiin deh Daff... wajahnya mirip Adel sekilas... gue kemarin kan sempat perhatiin... karena mama tirinya cantik.. "


"Berarti Adel cantik dong, kan mirip mama tiri Citra"ucap Adel bercanda menghilangkan kegugupan nya


"Sayang.. kamu memang cantik... hatimu juga cantik"ucap Daffa


"Huekk..hueks.. mau muntah gue dengar lu bicara"ledek Mika


"Makanya lu cari pasangan... biar nggak ngiri lihat orang pacaran "


"Siapa yang ngiri... gue kalau jalan suka nganan kok"


"Buset lu... gue bilang apa... lu jawab apa"


Mereka bertiga terlibat percakapan. Mika yang biasanya nggak suka bicara dengan wanita tampak biasa saja dengan Adel, membuat Daffa sedikit heran.


"tumben nih anak mau nimbrung bicara, biasanya jika ada cewek, dia langsung ngacir... tak mau bicara.. "bathin Daffa


***************************


Terima kasih telah membaca novel ini.


Tinggalkan jejaknya berupa like dan koment ya... 😍😍

__ADS_1


__ADS_2