Antara Aku, Kekasihku Dan Sahabatnya

Antara Aku, Kekasihku Dan Sahabatnya
Bab 18. Perasaan Daffa


__ADS_3

Daffa membawa Adel ke taman hiburan. Mereka menaiki berbagai wahana hiburan yang ada. Setelah lelah Daffa membawa Adel membeli makanan dan minuman. Mereka menyantapnya dibawah pohon.


"Del... aku minta maaf karena kemarin tak bisa menepati janjiku.. kamu pasti kecewa karena telah menunggu lama"


"Daff... sejujurnya aku memang sedikit kecewa. Tapi bukan karena kita nggak jadi pergi, tapi lebih kepada kamu yang tak ada memberi kabar. ....."


"Aku ada keperluan keluarga... mama tak mengizinkan aku pergi. Aku tak bisa membantah mama. Aku tahu aku lelaki yang pengecut... "


"Kamu nggak salah... kamu memang harus menuruti perintah kedua orang tuamu. Tapi lain kali kamu seharusnya menghubungiku, agar aku tak cemas menunggu"


"Baiklah Adel.. lain kali aku akan mengingatnya, untuk mengabarimu. Kemarin ponselku low batt.. dan aku baru tahu ketika aku sudah dirumah saudara"


"Nggak apa.. apa. Aku juga cukup terhibur... kemarin Mika mengajakku jalan... anak itu seperti tahu saja aku lagi kecewa denganmu... tumben kan Mika mau mengajakku jalan... biasanya tuh anak ngomong saja irit... "


"Tapi aku lihat denganmu sikap Mika berbeda"


"Maksud mu apa... Aku nggak ngerti"


"Mika tak pernah mau banyak. bicara jika bukan denganku dan bunda. Dengan mama ku saja Mika jarang bicara. Tapi selama ini aku lihat Mika selalu bicara dan bercanda denganmu.. ia juga tampak bahagia dekat denganmu... "


"Masa sih... aku merasakan biasa saja... mungkin karena aku dekat dengan bunda, jadi Mika sudah menganggap ku seperti adiknya.."


"Semoga saja Mika memang hanya menganggap kamu seperti adiknya... karena jika sampai Mika jatuh cinta denganmu... aku tak tahu harus bersikap bagaimana"


"Daff... kok malahan bengong... "


"Adel... aku ingin kamu tahu... aku sangat mencintaimu. Cinta yang aku rasakan ini bukan hanya sekedar cinta monyet. Aku ingin kamu tahu... apapun nanti yang terjadi dalam kehidupanku... kamu tetap ada dihatiku... kamu tak akan pernah tergantikan"


"Kamu kok ngomong begitu... "


"Aku takut kamu nanti akan meninggalkanku ketika sesuatu terjadi pada hidupku"


"Aku nggak mengerti maksud perkataanmu Daff... memangnya apa yang akan terjadi pada hidupmu.. memangnya kamu tahu akan takdir hidupmu kelak... tak ada yang tahu mengenai takdir kita... jodoh dan maut semuanya rahasia Allah"


"Aku tak tahu Del.. aku seakan merasa jodohku sudah diatur"


"Kamu dijodohkan sama seseorang..."


"Kamu mikir apa sih... aku kan belum tamat, masa sudah dijodohkan... "


"Kan kamu yang ngomong tadi... jika jodohmu sudah ada yang mengatur"


"Itu cuma seandainya... jika memang nanti aku dijodohkan, seperti kakakku... aku mau kamu tahu kalau dihatiku cuma ada kamu... "


"Kamu tidak bisa berlata begitu... karena hati dan perasaan seseorang bisa berubah seiringnya waktu... mungkin nanti perasaan ku yang berubah padamu... "


"Nggak Adel... kamu nggak boleh meninggalkanku... apapun yang terjadi"ucap Daffa sambil menggenggam kedua tangan Adel

__ADS_1


"Kamu... kok jadi melow begini.. kita ini masih muda... masih banyak yang akan terjadi dalam kehidupan kita nantinya. Jangan terlalu kita pikirkan sekarang. Sekarang kita jalani saja dulu ......."


"Sudah siang... hampir jam dua belas. Kamu jadi ke kost dulu. Biar aku bantu beres beres dulu... nanti jam dua aku ada janji... "


"Ya... mari kita pulang lagi.. "


Daffa mengendarai mobilnya menuju kost Adel. Tadi ia menerima pesan dari mama untuk mengantarnya ke rumah Citra. Ada arisan.


Adel menyusun buku buku dan pakaian yang diperlukan buat besok sekolah. Pakaian yang lain juga dimasukan ke tas.. biar sekalian dibawa. Barang Adel tak banyak. Jadi semuanya hampir selesai disusun.


"Bawa saja semuanya sekalian Del... nanti kamu tinggal bersihin kamar dan menyusunnya... "


"Tapi kamar yang akan aku tempati itu masih ada barang barangnya Mika... "


"Kamu bisa beresin dengan Mika, biar aku nanti minta tolong Mika"


Tak terasa jam menunjukan pukul dua siang. Ponsel Daffa berdering, dari mamanya. Meminta Daffa segera pulang.


"Del... sudah beres semuanya... aku harus segera pulang... "


"Oh... sudah jam dua ya... nggak terasa.. oke.. tinggal dikit lagi barangku. Besok. bisa kuangkut semuanya.. Yuk kita cabut lagi. Nanti mama mu marah pula, telat pulang"


"Maaf ya Del.. mama ku selalu mengganggu kita"


"Kamu jangan bicara begitu...mama mu jauh lebih berrhak atas dirimu dari pada aku. Aku nggak apa apa kok... jika yang meminta tolong itu orang tuamu asal jangan wanita lain saja... ha.. ha"ucap Adel sambil tertawa


Daffa mengantar Adel sampai depan rumah dan langsung pulang setelah membantu Adel menurunkan barang barangnya.


Adel masuk rumah dengan membawa barang barangnya....setelah barangnya selesai dimasukan semua, Adel masuk ke kamar Mika yang biasa ditempatinya,langsung menghempaskan tubuhnya ke kasur...


"Aduh... berat banget sih badanmu... diet lu.."


ucap Mika yang badannya ditindih Adel. Ia tak tahu dan melihat ada Mika yang tidur diatas kasurnya


Adel langsung duduk... dan tersenyum...


"Maaf... aku nggak lihat ada orang lagi tidur,, lagian tumben kamu tidur dikamar ini. "


"Biasanya jika kamu nggak menginap aku juga kembali tidur dikamarku...kamu saja yang tak tahu... mengapa baru pulang "


"Mengapa memangnya kalau aku baru pulang.. "


"Aku kan sudah bilang, kamu harus pulang jam dua belas... ini sudah jam berapa. Kamu mau buat aku mati kelaparan"


"Jangan bilang... kalau kamu belum makan karena menunggu aku"


"Memang aku menunggumu untuk masak "

__ADS_1


"Mikaa... aku kan sudah bilang, jika aku belum pulang sampai jam satu... kamu bisa pesan makanan.. "


"Malas... buang buang uang... "


"Aku capek... pesan makanan saja ya.. aku yang traktir"


"Memangnya kamu melakukan apa dengan Daffa sampai capek "


"Aku baru saja selesai membereskan barang barang aku di kost... "


"Baiklah... kali ini maafkan"ucap Mika. Ia membuka selimut yang membalut tubuhnya.


"Mikaa... astaga... kamu mesum banget"ucap Adel melihat Mika hanya memakai celana pendek dan bertelanjang dada. Adel menutup kedua mata dengan tangannya..


"Hei... memangnya kamu tak pernah melihat lelaki bertelanjang dada. Kamu nggak pernah ke kolam renang. Ngapain tutup mata... malu.. kalau aku bugil baru salah.. "ucap Mika santai


"Mika... ngomongnya jorok banget sih"ucap Adel masih menutup matanya.


Melihat Adel begitu, Mika menjahili Adel. Ia mencoba membuka tangan Adel yang menutup matanya..


"Buka saja matanya... ngapain malu"ucap Mika sambil tertawa


"Mika... jangan main main ya"Adel membaringkan badannya. Ia tengkurap diatas kasur. Mika menaiki tubuh Adel, membalikan badannya...


"Aku nggak main main kok... coba lihat kesini.. aku biasa kok dirumah begini... kamu nghak perlu malu... "


Adel tepaksa membuka matanya karena tubuhnya yang telah terlentang dan ada Mika diatas tubuhnya berjongkok dengan tumpuan kedua lututnya agar tak menghimpit tubuh Adel.


"Kamu... ngapain telanjang dada begitu. Pakai baju nggak... kalau kamu nggak pakai baju, Aku pergi nih... "ancam Adel


"Iya iya... bisa nya cuma mengancam"


"Awas... aku mau bangun.. "ucap Adel , ia takut Mika mendengar detak jantungnya yang berdegub keras.


"Mengapa wajahmu memerah begitu"Mika kembali menggoda Adel dengan mendekat wajah nya ke wajah Adel. Sehingga Adel dapat dengan jelas menciumi bau badan Mika yang maskulin.


Adel kembali menutup matanya tanpa menjawab pertanyaan Mika. Ia tak bisa mengartikan perasaan nya sekarang... mengapa ia berdebar setiap Mika menatap matanya.


Mika akhirnya turun dari tubuh Adel. Ia berjalan keluar tanpa kata. Jantungnya juga berdetak dengan cepat ketika mata mereka bertemu tadi...


"Apaan sih... mengapa aku menjadi gugup ketika mata kami bertemu... "


******************************


Terima kasih telah membaca novel ini.


Bantu like dan koment ya.

__ADS_1


Mampir juga kenovelku ELEGI CINTA LANGIT DAN PELANGI


__ADS_2