Antara Aku, Kekasihku Dan Sahabatnya

Antara Aku, Kekasihku Dan Sahabatnya
Bab 57


__ADS_3

Tak terasa kandungan Adel sudah memasuki bulan ketujuh. Menurut hasil USG jenis kelamin anaknya Mika dan Adel adalah lelaki.


Penyakit yang diderita Mika makin tampak parah. Ia sering merasakan badannya lumpuh, tak bisa melakukan apa apa.


Ingatannya juga sering terganggu. Ia hanya bisa mengingat kejadian kemarin. Setelah beberapa hari ia akan melupakan apa yang ia lakukan dan yang dilakukan orang sekitarnya.


Pernah ketika sedang mandi, Mika merasakan kepala nya sakit sekali, hingga tak tertahan. Sampai ia kejang di kamar mandi.


Dokter sudah mengatakan kalau hanya keajaiban Tuhanlah yang bisa menyembuhkan penyakitnya.


Setiap malam setelah Mika tidur, Adel pasti memeluk suaminya sambil berurai air mata. Ia merasakan waktu kebersamaan mereka hanya tinggal beberapa bulan lagi. Sesuai dengan perkiraan dokter umur Mika hanya tinggal hitungan bulan. Karena kanker itu telah menyebar keseluruhan bagian otak dikepala dan organ tubuh lainnya.


Mika juga begitu, sejak pandangan matanya kabur, ia menjadi sangat sensitif. Sering ia menangis sendiri sambil memegang perut Adel, yang ia kira telah tidur. Padahal Adel tak akan pernah tertidur jika ia melihat Mika belum memejamkan matanya.


Seperti malam ini, Mika yang mengira Adel telah terlelap, mengusap perut istrinya.


"Sayang papa.. walau mungkin kita tak akan pernah bertemu, tapi kamu harus tahu nak... papa sangat menyayangimu. Papa sebenarnya ingin sekali melihat wajahmu sebelum papa dipanggil Tuhan.. tapi apakah permintaan papa itu akan terkabul. Papa tak ingin meminta Apapun lagi... hanya satu pinta papa saat ini... kamu dan mama selalu sehat sampai akhir hayat.. jangan berikan penyakit seperti yang papa derita saat ini pada kalian berdua.. karena papa takut kalian tak akan sanggup menanggungnya... papa saja hampir setiap saat ingin menyerah.. tapi ketika melihat wajah mama mu.. papa selalu meyakinkan hati untuk kuat agar bisa mendampingi mama mu sampai Tuhan menjemput. .......Terkadang papa ingin protes.. ingin teriak.. ingin marah... mengapa Tuhan memberikan penyakit ini pada papa.. mengapa dunia ini begitu kejam pada papa.. mengapa harus papa yang mengalami ini.. mengapa Tuhan itu tidak adil pada papa... dan masih banyak mengapa yang lainnya.. tapi Papa sadar.. Tuhan sudah banyak memberi hal yang indah untuk papa... seperti memberikan pendamping hidup yang sangat cantik dan baik seperti mama dan memberikan keturunan yang akan menjaga mamamu...Sayang... dengarkan papa... kamu harus bisa menjadi pelindung bagi Mamamu kelak.. dan tolong buat mama kamu bahagia.. karena papa hanya memberikan kesusahan dan kekuatiran buat mama mu... papa tahu... setiap malam pasti mama kamu tak pernah tidur dengan nyenyak karena memikirkan penyakit papa.... "


Adel merasakan sesak didadanya karena.. menahan tangisnya. Ia tak mau Mika tahu jika ia belum tidur.


"Sayang... aku sangat mencintaimu.. "ucap Mika sambil mengecup dahi, pipi, hidung dan bibir Adel.

__ADS_1


Adel akhirnya membuka matanya, dan tersenyum melihat wajah kaget Mika.


"Maaf sayang... aku membangunkan kamu ya.. "


"Nggak apa apa.. aku malahan senang, karena aku tahu kamu mengecup bibirku.. "Adel berucap dan mengecup bibir Mika.


"Sayang.. jika aku tiada nanti.. aku mohon tetaplah tersenyum seperti ini.. "


"Kamu tak akan pergi"ucap Adel


"Sayang.. jangan menipu diri sendiri.. kamu tahu pasti umurku tak akan lama lagi.. di saat kepergianku... aku mau kamu jangan menangisi nya.. tetaplah tersenyum dan kuat demi anak kita"


"Aku mau melahirkan didampingi kamu"ucap Adel Taj bisa lagi menahan air matanya.


"Tuhan... mengapa kau berikan penyakit ini pada Mika ku.. jika boleh biarkan aku merasakan sedikit apa yang ia rasakan. Berikan sedikit rasa sakit yang diderita nya padaku.. biar aku juga dapat merasakan apa yang ia rasakan.. "teriak Adel akhirnya


"Tidak sayang.. aku tak akan bisa tahan dan rela jika kamu juga merasakan sakit ini. Aku bisa kuat menjalani ini, tapi jika kamu yang sakit.. aku rasa aku tak mampu memikulnya. Aku ingin kamu dan anak kita hidup sehat dan tak pernah merasakan apa yang pernah aku rasakan dan alami ini.. "


"Aku mau ikut kamu... aku tak mau kamu tinggalkan... kamu harus membawa aku kemana pun kamu pergi"ucap Adel memeluk Mika dengan berita air mata.


"Kamu harus tetap kuat, dan sehat demi anak kita... Kamu harus tetap hidup.. sayang"

__ADS_1


"Aku tak akan sanggup jika harus kehilangan kamu... "


"Sayang... ini mungkin sudah takdir dari Nya... jika kita hanya dipertemukan sesaat... "


"Mengapa kita ditakdirkan hidup bersama jika akhirnya akan dipisahkan... mengapa ada pertemuan jika akhirnya akan berpisah.. mengapa Tuhan.. mengapa... aku tak ingin menyalahkan takdirmu...tapi aku juga belum sanggup menerimanya.. "ucap Adel kembali berteriak sambil terisak


Bunda yang beberapa hari ini tidur dirumah agar dapat bersama Mika yang umurnya tidak akan lama lagi. Ia ingin mengenang saat saat terakhir kebersamaan mereka.


Bunda mengintip ke kamar Mika yang pintunya tidak tertutup rapat. Adel memang tak pernah menguncinya lagi sejak beberapa hari ini, agar jika terjadi sesuatu pada Mika bunda bisa dengan cepat mendengar teriakannya.


Bunda tak bisa menahan air matanya melihat Adel yang menangis sambil berteriak. Ia dapat merasakan kepedihan Adel.. dimana saat saat ia akan melahirkan, ia juga harus menerima kenyataan jika umur suaminya tidak akan lama lagi.


Bunda terduduk dilantai, menangis sambil memegang kedua lututnya..


"Tuhan aku tahu dari semua takdir yang engkau berikan pasti tersimpan rahasia yang aku tak tahu apa itu.. kamu pasti memberikan yang terbaik bagi umat Mu. Kamu tak akan memberikan semua yang kami minta.. tapi aku tahu kamu selalu memberikan apa yang kami butuhkan... dibalik semua yang Engkau berikan ini pasti tersimpan rahasia indah dibaliknya... Cobaan yang engkau berikan pasti sesuai dengan kemampuan umatMu.. untuk itu aku memohon dan meminta pada Mu.. ...tabahkan dan kuatkan aku menghadapi takdir dari Mu... "


Bunda terisak dalam diam... ia takut terjadi sesuatu dengan bayi dalam kandungan Adel jika ia terlalu banyak pikiran.


Ia sangat mengharapkan cucunya lahir dengan selamat dan sehat, karena cucunya kelak yang akan menggantikan kehadiran Mika.


********************

__ADS_1


Terima kasih buat semua pembaca setia novel ini.


__ADS_2