Antara Aku, Kekasihku Dan Sahabatnya

Antara Aku, Kekasihku Dan Sahabatnya
Bab 60. Kepergian Mika


__ADS_3

Dokter memeriksa keadaan Mika dibantu dengan perawat. Dokter meminta perawat membuka semua peralatan medis yang ada ditubuh Mika.


"Dokter bagaimana suami saya... mengapa alat alat itu dibuka semua "tanya Adel


"Maaf bu... suami anda sudah tiada..Saya harap ibu dapat menerima dengan tabah"jawab dokter pelan.


"Tiiiddaaakkk.... "teriak Adel memeluk tubuh Mika dan mengguncangnya..


"Miikkaa... bangun sayang... bangun.. kamu cuma tidurkan... "ucap Adel


"Bunda... Mika cuma tidurkan bunda... "ucap Adel. Bunda memeluk tubuh Mika sambil berurai air mata.


"Selamat jalan nak... bunda sudah rela kamu pergi, kamu tidak sakit lagi sekarang.. sekarang kamu bisa tidur dengan nyenyak... semoga kamu tenang di sana nak... "


"Bunda... Mika belum meninggal... ia hanya tidur"teriak Adel lagi


"Adel... jangan begitu nak... jangan memberatkan kepergian Mika.. kamu harus merelakan kepergian nya.. "


"Mika.... "ucap Adel pelan dan jatuh pingsan. Untung Daffa yang berada disamping Adel cepat menangkap tubuhnya.


Daffa menggendong Adel membaringkannya di sofa.


"Bunda... aku mengurus administrasi dulu.. biar jenazah Mika bisa dibawa pulang secepatnya.. "


"Baik Daffa.. terima kasih"ucap Bunda dan kembali mendekati Mika


"Mika... maafkan mama sayang.. tenanglah di alam sana.. mama harap kamu dapat tempat terindah.. Kamu tidak merasa sakit lagikan nak... mama janji akan menjaga Adel dan calon bayimu"


Setelah beberapa saat Adel akhirnya sadar. Dan melihat ke tempat tidur Mika, tubuh Mika sudah ditutupi kain putih.


Adel duduk tanpa bersuara hanya air matanya saja yang terus mengalir. Daffa mendekati Adel.


"Del.. kamu sudah sadar... kita pulang ya. Papa kamu juga sudah ada diluar, mengurus kepulangan Mika dan mama kamu mungkin langsung ke rumah bunda"


Adel hanya diam dengan pendangan mata menerawang entah kemana. Papa Adel mendekati putrinya dan memeluknya. Adel hanya terdiam tanpa suara.


"Adel.. jika kamu ingin menangis atau teriak lakukanlah nak... jangan ditahan begini... menangislah... luapkan kesedihanmu.."ucap papa sambil memeluk tubuh Adel. Tapi Adel tetap diam...


Papa merangkul Adel membawanya menuju mobil,sedangkan Mika dibawa dengan ambulans ditemani Daffa. Bunda sudah pulang dengan mama Adel, mempersiapkan kedatangan jenazah Mika.

__ADS_1


Di dalam mobilpun Adel hanya diam, tapi air matanya tetap mengalir. Membuat papa Adel menjadi sangat kuatir.


Sampai kediaman Adel, mamanya membantu Adel mengganti pakaiannya. Mama membawa Adel kedekat jenazah Mika. Hari sudah pagi, para pelayat sudah berdatangan.


Adel duduk disamping jenazah Mika sambil memandanginya terus...


"Mika... apakah aku tak akan pernah melihat wajahmu lagi... apakah aku akan sanggup hidup tanpa kamu... Tuhan kuatkan aku demi anakku.. aku rasa aku sudah mulai lelah juga...Selamat jalan kekasih hatiku... selamat jalan cintaku... kamu sudah tenang disana... tak ada lagi kesakitan yang engkau rasakan.. aku yang kini merasakan sakit itu... sakit karena kehilanganmu.. kini aku sendiri disini...menangisi kepergianmu"


Adel memeluk tubuh kaku Mika, ia tak peduli dengan para pelayat.


"Adel... jenazah Mika harus dimandikan, kamu bisa lepaskan pelukanmu nak... "ucap Mama


Adel menengadahkan kepalanya melihat ke wajah mama dan menganggukkan kepalanya.


"Ma... apa aku boleh mandikan Mika untuk terakhir kalinya... "tanya Adel pelan...


"Boleh sayang... "


Adel memandikan jenazah suami sambil berurai air mata. Tiap kali ia menghapus air matanya, kembali air mata itu jatuh, seakan ait mata Adel tak akan pernah kering.


"Sayang... untuk terakhir kali aku memandikan kamu. Aku ingin mengenang saat ini sampai akhir hidupku.. aku tak tahu sayang... sampai kapan aku bisa melupakan semua kenangan bersamamu... sayang... kamu yang tenang ya.. doakan selalu aku kuat dan tabah menjalaninya.. "


Adel masih diam memandangi tubuh Mika yang telah ditutupi kain kafan dan dimasukan ke keranda. Setelah membaca doa... jenazah Mika dimasukan ke ambulans yang akan membawanya keperistirahatan terakhir.


Sampai di tempat pemakaman umum, jenazah Mika mulai dimasukkan ke dalam liang lahat.Ketika tanah mulai menutupi jenazah Mika, Adel yang ada dalam pelukan mamanya meronta..


Ia berlari ingin melompat ke dalam liang kuburan Mika, untung Daffa cepat menahannya..


"Adel sadar kamu mau apa... "ucap Mika


"Lepaskan Daffa... aku mau ikut Mika... aku mau pergi bersama Mika.. "ucap Adel meronta


"Adel... kamu tak boleh begini.. ingat anakmu sayang"ucap mama


Pelayat banyak yang iba melihat Adel.


Mama Daffa dan Citra memandangi Adel yang ada dalam pelukan Daffa. Mama Daffa sudah tahu jika Adel lah wanita yang yang dicintai Daffa, dari cerita Citra tadi.


"Mama bisa lihatkan... Daffa begitu kuatirnya dengan Adel... padahal dia sedang hamil anak Mika.. tapi Daffa tidak pernah peduli itu.. ia tetap ingin hidup bersama Adel"ucap Citra

__ADS_1


"Apa sih hebatnya Adel itu. Aku tak pernah menyangka jika istri Mika wanita yang dicintai Daffa"gumam mama Daffa


"Mika... Aku mau ikut... "ucap Adel sebelum akhirnya pingsan. Daffa yang memang telah memeluk Adel langsung menggendongnya dan membawa masuk ke mobil.


Citra dan mama Daffa memandangi kepergiannya yang menggendong Adel.


Setelah penguburan dan pembacaan doa selesai, para pelayat mulai meninggalkan pemakaman.


Adel yang mulai tersadar, melihat Daffa dan mamanya ada di dalam mobil bersamanya.


"Daffa... mana Mika.. "


"Mika sudah tenang di sana Adel.. kamu harus ikhlas"


"Daffa.. aku mau dekat Mika.. Aku mau menemani Mika.. "


"Adel... kamu tak boleh menyiksa dirimu seperti ini.. ingat kamu lagi mengandung buah cinta kalian.. kamu tak ingin terjadi sesuatu dengan anakmu kan... "


"Daffa... aku mau dekat Mika.... "ucap Adel dan kembali menangis.


"Mama temani kamu ya nak... "


"Ma... Adel sayang Mika.. "


"Ya.... nak.. Mika juga pasti menyayangi kamu, buktinya ia meninggalkan buah cinta kalian untuk menjaga dan menemani kamu kelak"


Daffa memeluk bahu Adel, membawanya mendekat ke kuburan Mika.. disana masih ada Bunda.


"Sayang... tenanglah disana nak.. bunda sudah rela dan ikhlas melepaskan kamu. Bunda tahu ini pasti yang terbaik bagimu.. kamu sudah tak merasakan sakit lagi... "


"Bunda... aku boleh menemani Mika"


"Adel... sadarlah nak... kamu harus kuat dan sabar. Ikhlaskan kepergian suamimu.. ini yang terbaik buat Mika nak... ia sudah tenang disana. Jika kamu rapuh seperti sekarang, ini akan memberatkan kepergiannya. Mika sudah tidak sakit lagi... ia sudah tidur dengan lelapnya"


Adel kembali menangis dan berlutut dekat kuburan Mika... sambil menggenggam tanah kuburan itu.


"Sayang ....walau ragamu telah tidak ada bersama diriku... tapi aku akan tetap mengenang dan mengingat kamu di hatiku... istirahatlah sayang... aku selalu mendoakan kamu... "


**************************

__ADS_1


Terima kasih untuk semua pembaca setia novel ini


__ADS_2