Antara Aku, Kekasihku Dan Sahabatnya

Antara Aku, Kekasihku Dan Sahabatnya
Bab 42. Menikahlah denganku Mika....


__ADS_3

Setelah menjalani berbagai test dan terakhir dokter melakukan pemeriksaan biopsi jaringan otak untuk menentukan tipe dan stadium kanker. Dokter telah menyimpulkan kalau Mika menderita kanker otak stadium empat.


Rasanya Adel ingin berteriak ketika dokter memvonis penyakit yang diderita Mika. Sedangkan Mika sendiri tampak lebih tenang menerima vonis dokter.


Dokter menganjurkan untuk Mika melakukan operasi pengangkatan sel lanjutnya, kemoterapi dan radioterapi.


Selain itu Mika juga dianjurkan menjalani berbagai terapi pendukung seperti terapi gizi, terapi rehabilitasi medik (fisioterapi) dan psikoterapi.


Mika belum mau menjalani satupun pengobatan yang dianjurkan dokter. Ia meminta waktu untuk benar benar siap menerima semua pengobatan itu.


Dokter meminta Mika secepatnya memberikan keputusan, karena obat yang diberikan dokter hanya mampu meredakan sakit, bukan menghilangkan penyakit kanker yang sedang dideritanya.


Hari ini Mika kembali merasakan sakit kepala yang tak tertahankan. Ia memegang kepalanya sambil merintih di kamar.


Bunda sudah pamit pergi ke toko rotinya. Adel memanggil Mika buat sarapan, tapi sudah beberapa panggilan tak juga ada sahutan, Adel mencoba membuka pintunya, beruntung pintu tak terkunci.


Adel melihat Mika yang memegang kepalanya sambil merintih, dan meringkuk dilantai. Adel langsung memeluknya. Mendekap kepala Mika kedadanya.


"Mika... sakit banget ya... kamu harus segera operasi ya"ucap Adel


"Tolong obat ku Del.. "lirih Mika


Adel mengambil obat Mika dan membantu meminumkannya. Setelah Mika tampak sedikit tenang, Adel menuntun Mika naik keatas tempat tidur.


Adel merangkul Mika membawa nya tidur dalam pelukannya.


Mika membenamkan kepalanya didada Adel. Akhirnya ia menangis.


"Sakit Del.... "gumam nya


Adel dapat mendengarnya dan ia tak bisa membendung air matanya lagi. Adel terisak sambil mengecup kepala Mika.


"Kamu harus mau operasi ya.. "


"Aku nggak mau kepalaku diutak atik Del... lagi pula itu bukanlah dapat menyembuhkan, hanya dapat mencegahnya agar tidak cepat menyebar ke jaringan tubuh yang lain. Itu berarti operasi ataupun tidak kanker ini akan membunuhku juga"


"Setidaknya operasi dapat membuatmu lebih bertahan lama untuk dapat menjalani hidup ini"


"Kamu menyesal Del.. mencintaiku, seorang yang penyakitan"


"Aku tak pernah menyesalinya.. aku malahan bersyukur dan bahagia dapat mengenalmu."


"Del... aku sayang kamu.. "ucap Mika sebelum akhirnya tertidur karena pengaruh obat yang diminumnya.

__ADS_1


Adel pun ikut tidur sambil memeluk Mika.


Ketika sinar matahari mulai terasa hangat yang masuk melalui celah kamar Mika, Adel terbangun.


Adel melihat Mika masih tertidur dengan memeluk lengannya. Ia mengecup pipi Mika dan bibirnya. Mika terbangun merasakan kecupan dibibirnya.


"Kamu nakal ya sekarang"ucap Mika sambil tersenyum dan membalas kecupan Adel


"Mika... aku mau nikah sama kamu"


"Del ...jangan bercanda... hidupku tak akan lama. Bagaimana mungkin kamu mau menikah denganku, atau itu kamu lakukan hanya karena kasihan denganku "


"Bukan karena kasihan... "


"Lalu karena apa kamu ingin menikah denganku "


"Karena aku mencintaimu dan aku ingin bisa tidur denganmu seperti ini setiap detik, jam dan setiap hariku"


"Gadis bod*h...kamu itu cantik dan pintar, masih banyak lelaki yang ingin merebut hatimu, jangan kau buang sisa hidupnya hanya untuk mendampingi aku yang penyakitan ini"


"Mika... aku serius, aku ingin kita menikah secepatnya... biar nanti kita bisa berdua dan berpelukan tanpa ada yang bisa melarang.. "


"Apa kamu yakin ingin hidup denganku... "


"Ya... aku yakin banget... aku sangat mencintaimu... "ucap Adel menurunkan kepalanya dan menenggelamkan kepalanya didada Mika sambil memeluk pinggang Mika dengan eratnya


"Aku mau meluk kamu seperti ini terus, makanya aku mau nikah"ucap Adel sambil menengadahkan kepalanya memandang wajah Mika.


Mika mengecup bibir Adel..


"Aku juga mau menikah denganmu... tapi aku tak boleh egois Del. Jika aku menikahimu dan aku meninggal kamu nanti akan jadi janda... aku tak mau kamu menjadi janda"


"Aku tak peduli, aku sudah ngomong sama papa kalau aku mau menikah denganmu.. "


"Apaaa..... kamu nggak bohongkan"


"Nggak... besok papa akan datang.. setelah itu kita akan menikah.. nikah siri juga nggak apa apa"


"Kenapa kamu pengin banget menikah denganku"


"Aku tadikan sudah bilang, karena aku cinta kamu dan aku ingin tiap malam tidur dengan memeluk kamu"


"Del... kamu tahukan dari dokter.. nanti perlahan lahan daya ingat aku akan berkurang... jika aku melupakan kamu sebagai istriku bagaimana"

__ADS_1


"Aku akan mengingat kamu setiap detik, menit dan jam, sampai kamu ingat kembali kalau aku yang cantik ini adalah istri dari Mika yang ganteng "


"Kamu yakin... kalau kamu jadi istri aku, kamu bukan hanya tidur berdua dan peluk tubuh aku saja. Walaupun aku ini mengidap penyakit, tapi aku ini tetap lelaki normal. Jika aku menuntut kamu buat melayaniku diranjang bagaimana "


"Ya aku akan melayani kamu. Bukankah aku istri kamu"


"Memangnya kamu tahu caranya"bisik Mika


"Kamu sendiri Memangnya tahu.. "


"Ya tahu lah... "


"Bohong... Memangnya kamu sudah pernah melakukannya "


"Mau aku praktekan sekarang..."bisik Mika di telinga Adel dan menggigit daun telinganya.


"Ih.. Mika kamu mesum juga ya.. Mika.. kita menikah secepatnya ya.. setelah papa datang, kita langsung menikah"


"Kamu kebelet kawin ya"


"Mika. ah.. aku lagi nggak bercanda "


"Ha.. ha.. akan aku pikirkan"


"Kalau kamu tak mau menikah denganku, aku akan bunuh diri .


"Memangnya kamu berani"


"Beranilah.. ...kamu mau lihat"


"Dasar cewek beg* ....kamu sudah masak Del aku lapar banget"


"Sudah...kamu mau makan,aku suapin ya. "


"Kamu tuh membuat aku merasa seprti aku ini orang tak berguna karena sakiti ini. Kamu pikir aku lumpuh, semua harus dibantu kamu buat melakukannya"


"Tapi aku senang melakukannya "


"Terserah kamu saja... tapi kamu ikutan makan ya.. "


"Oke boss... aku pamit dulu.. "ucapnya melangkah menuju dapur"


"Mika aku ingin disisa hidupmu aku menemani hari hatimu dan aku selalu berdoa semoga Tuhan memberikan keajaiban kalau kamu bisa sembuh seperti dulu lagi. Aku ingin hidupku mengisi hari harimu"

__ADS_1


**************


Terima kasih untuk semua pembaca novel ini


__ADS_2