Antara Aku, Kekasihku Dan Sahabatnya

Antara Aku, Kekasihku Dan Sahabatnya
Bab 22. Apakah aku tak pantas dicintai


__ADS_3

Adel berjalan sendiri memasuki kantin. Di dalam kantin ia melihat Citra yang lagi duduk berdua dengan Daffa. Adel mendekati meja tempat mereka makan.


"Siang Daffa.. Citra...boleh ikutan gabung disini"


"Boleh... silakan"jawab Daffa.


"Makan apa Daff.... kelihatannya enak... "


"Bakso aci.. kamu mau.. "


"Malas ngantrinya... "jawab Adel.


"Biar aku saja ya yang membeli dan mengantrinya... kamu tunggu di sini"


"Nggak apa apa nih... nanti bakso kamu keburu dingin.. "


"Nggak apalah.. aku pesan dulu ya... "


"Ngapain kamu yang pesankan...kalau Adel mau biar ia yang ngantri sendiri... "


"Daffa... nggak usah deh... kelihatannya aku mengganggu ya... sepertinya Citra keberatan kamu pesan makanan buat aku"ucap Adel dengan wajah yang dibuat sedih


"Jelas mengganggu Adel... kamu nggak lihat aku dan Daffa lagi makan... masa Daffa harus ngantri makanan lagi buatmu... Jangan manja... memangnya kamu pacarnya Daffa.. "


"Kalau memang ya... kamu mau apa"ucap Adel dan langsung berdiri dari duduknya


"Maksud kamu... apa"Citra pun ikut berdiri.


"Nggak ada maksud apa apa... aku ke kelas saja.. maaf mengganggu "ucap Adel sambil berlalu meninggalkan Daffa dan Citra.


"Adel... tunggu.. kamu belum menjelaskan perkataanmu"teriak Citra ingin mengejar Adel,tapi pergelangan tangannya di tahan Daffa


"Sudahlah... jangan buat keributan. Malu... "


"Adel yang memulainya... jelaskan maksud perkataan Adel tadi. Apa kalian memang pacaran... "


"Citra... apa itu penting buat aku jawab... pacaran nggak pacaran nggak akan ada pengaruhnya buatmu kan... kamu tetap ingin bertunangan denganku... bukankah begitu"


"Kamu menyebalkan... "Citra pun ikutan meninggalkan Daffa di kantin

__ADS_1


Sementara itu di taman sekolah tampak Adel yang menangis sendiri di bangku taman..


"Oh Tuhan maafkan aku... jika aku merasa bahwa kehidupan ini tidak pernah adil... apa salah aku. Mengapa semua orang orang yang aku cintai meninggalkan aku... apakah aku tak pantas buat dicintai... mama... papa dan sekarang Daffa... Tuhan... terkadang aku juga merasa lelah... aku ingin kembali kesisimu...


Aku ingin memiliki mama dan papa yang mencintaiku, juga seorang kekasih... apakah permintaan aku terlalu besar.... "


Adel menangis terisak isak... tanpa ia tahu Mika memperhatikannya dari tadi.


"Gadis bodoh... jika kamu memang tersiksa .. mengapa kamu bertahan dengan hubungan ini... kamu akhiri saja... apakah kamu terlalu mencintai Daffa sehingga kamu mau disakiti seperti ini... seperti didunia ini hanya satu lelaki saja... "


Mika mendekati Adel... ia duduk disampingnya.


"Mengapa menangis... masih kangen papa"Mika berpura pura nggak tahu jika Adel menangis karena Daffa


"Hhhmmmm.... "


"Kalau kangen... mengapa kamu nggak pulang saja ketika liburan... besok liburan UN... kamu bisa pulang"


"Jika aku pulang... aku mau nginap dimana"


"Ya dirumahmu lah... "


"Jadi kamu nggak akan pulang pulang kerumahmu... bagaimana pun itu rumahmu... jika ibu tirimu tak bisa menerima kehadiran mu... biar ia yang mengalah... kamu kan tidak setiap hari dirumah.. hanya ketika liburan"


"Nggak Mika... biarlah aku menahan rindu ini.. aku juga telah terbiasa dicampakan... mama saja mencampakan aku sejak kecil dan tak ada keinginan bertemu aku walau hanya sekali... papa... dan juga.... "Adel tak melanjutkan ucapannya


"Dan juga siapa.. siapa lagi yang kamu maksud juga mencampakanmu... "


"Semuanya... semua orang yang aku cintai... meninggalkanku... Mika.. kamu jawab jujur.. apa aku ini memang tak pantas buat dicintai... apa aku tak berhak hidup bahagia dengan orang yang aku cintai... "


"Siapa yang bilang begitu... kamu sangat pantas dicintai... mereka yang meninggalkan kamu... pasti suatu saat menyesalinya.. kamu yang terlalu bodoh... menangisi mereka... orang orang yang tak pantas buat ditangisi. Seharusnya kamu buktikan pada mereka kalau kamu adalah orang yang pantas buat mereka cintai dan perjuangkan... "


"Mika... aku terkadang merasa lelah dan ingin tidur buat selamanya.. agar aku dapat melupakan semua kepahitan didalam hidupku"


"Kamu tak boleh berkata begitu... hidup ini anugerah... kamu tak boleh berputus asa... masih ada orang yang mencintaimu... contohnya aku dan bunda.. "


"Mikaa.... "Adel memeluk Mika dan menangis didadanya...


"Sudah jangan menangis lagi... mereka tak pantas kamu tangisi... tapi aku yakin... kalau papa mu sebenarnya sangat mencintaimu"

__ADS_1


Mika memeluk Adel dan membiarkan Adel menumpahkan semua tangisnya... ia tak peduli dengan bajunya yang basah karena air mata Adel...


Di sudut taman, Daffa memperhatikan semuanya...


"Maafkan aku Adel... aku hanya bisa membuatmu menangis... aku tahu, aku ini egosi... memaksakan kehendakku padamu padahal aku tahu itu menyakitkan dan melukai perasaanmu... tapi aku tak bisa melepaskanmu... aku mencintaimu.. "


################


Pulang sekolah Adel tak mampir ke toko rotinya bunda. Ia langsung pulang.. dengan diantar Mika... setelah itu Mika kembali kesekolah. Karena anak kelas XII memiliki pelajaran tambahan sampai sore, menjelang ujian akhir beberapa minggu lagi.


"Terima kasih Mika... kamu seharusnya tidak mengantarku pulang... kamu jadi nggak bisa istirahat makan siang.. "


"Sudahlah... yang penting aku bisa memastikan kamu pulang dengan selamat... aku bisa curi curi makan sambil belajar nanti.. Jangan lupa kunci pintu... aku bawa kunci cadangan kok"


"Ya... hati hati.. "


"Oke... "


################


Sore pulang sekolah Mika langsung pulang kerumah. Ia melihat rumah tampak sunyi


"Apa Adel ketoko bunda ya... "


Mika masuk rumah dan melihat pintu kamar Adel yang terbuka separuh. Ia mengintip dan melihat Adel yang tidur dengan masih berpakaian sekolah.


Ia mendekati Adel yang tidur dengan miring, diperhatikannya wajah Adel. Tampak matanya yang bengkak, dan merah.


"Pasti kamu dari tadi menangis saja dan tak makan siang... Adel.. seandainya bunda tahu... pasti Daffa sudah bunda ceramahi... "


Mika membuka sepatunya dan tidur disamping Adel sambil memeluknya dari belakang..


"Adel... aku sangat menyayangi kamu... aku tak sanggup melihatmu terus bersedih... apa yang dapat aku lakukan supaya sedihmu hilang"


Karena rasa lelah tanpa sadar Mika pun ikut tertidur dengan posisi masih memeluk tubuh Adel.


********************************


Terima kasih buat semua yang telah membaca novel ini.

__ADS_1


Mampir juga dinovelku ELEGI CINTA LANGIT DAN PELANGI


__ADS_2