Antara Aku, Kekasihku Dan Sahabatnya

Antara Aku, Kekasihku Dan Sahabatnya
Bab 25. Pertemuan papa Adel dan Mika


__ADS_3

"Pa.. kenalkan ini bunda,Adel tinggal dirumah bunda. Ia menyayangi Adel seperti anaknya sendiri, maaf bunda jadi lupa kenalin bunda"ucap Adel sambil nyengir.


"Nggak apa apa bunda mengerti.. kamu pasti kangen banget dengan papamu.. "


"Terima kasih bu... sudah menyayangi Adel seperti anak sendiri. Adel ini terkadang anaknya manja... tapi bisa juga mandiri.. maklum ia hanya dibesarkan dengan seorang papa yang merangkap juga sebagai mama"


"Adel anaknya mandiri kok... ia malahan membantu saya buat sarapan, makan siang dan membersihkan rumah"


"Bunda.. itu pekerjaan biasa bagi anak cewek"


"Maaf pak.. saya harus ke toko... saya tinggal dulu. Nanti ada anak saya yang akan menjaga Adel. Sayang bunda pamit dulu ya."ucap bunda dan mengecup pipi Adel


"Hati hati bunda.. "


"Terima kasih bu... maaf jika Adel selama ini merepotkan.. "


"Nggak ada yang merepotkan... saya senang Adel mau tinggal bersama saya... saya jadi punya anak gadis "


"Bunda... Adel sayang bunda"


"Bunda juga sayang kamu... bunda pergi dulu ya... "Bunda melangkah pergi.


"Sayang... kamu kelihatannya memang sangat menyayangi bunda itu"


"Papa.. semenjak Adel mengenal bunda... Adel merasakan lagi kasih sayang seorang mama yang telah lama tak pernah Adel rasakan "


"Apa selama ini kasih sayang papa denganmu masih terasa kurang... "


"Papa sudah memberikan segalanya buat Adel...."Adel memeluk papanya erat..


"Pa... "


"Ya.. ada apa.. "


"Adel ada ketemu mama.. "


"Maksudmu... "


"Adel bertemu mama disekolah Adel. Tapi ia bersama anak gadisnya... "


"Itu anak tirinya... apa kamu yakin itu mamamu"


"Ya pa... Adel tak bisa lupa wajah mama, walau sekarang gayanya beda.. "


"Tentu saja berbeda.. mama mu mendapatkan suami kaya... makanya ia meninggalkan kamu dan papa.. "


"Tapi sepertinya mama tak mengenali Adel.. "


"Bukan tak mengenalimu tapi pura pura tak kenal.. sudahlah kamu jangan terlalu memikirkan mama kamu... anggap saja dia tak pernah ada.. "


"Pa... papa tahu.. Adel sudah mengikhlaskan mama menyayangi anak gadis lain.. tapi pa.. anak gadis mama itu juga ingin merebut pacar Adel.. "

__ADS_1


"Papa nggak ngerti maksud kamu sayang... "


"Anak tiri mama... dijodohkan dan akan menikah dengan pacar Adel.. namanya Citra. Citra telah merebut pacar Adel... pa apakah Adel bisa merelakan dan mengikhlaskan pacar Adel juga dengan Citra setelah ia merebut kasih sayang mama.. "


"Lupakan semuanya... lupakan mamamu dan pacarmu itu. Jika ia memang mencintaimu, ia pasti akan memperjuangkanmu dan tak akan melepaskan kamu... jadi ini yang membuatmu sakit.. "


"Pa... Daffa cinta pertama Adel. Papa tahu kan selama ini Adel tak pernah pacaran atau menjalin hubungan dengan lawan jenis... mengapa baru pertama pacaran sudah harus mengalami ini... pa.. Daffa juga menyayangi Adel, ia dijodohkan dengan Citra.. "


"Papa nggak suka lelaki sperti Daffa... dari ceritamu saja papa tahu dia lelaki yang tak tegas.. dan hanyalah seorang pecundang, kalau ia memang mencintaimu seharusnya a jujur dengan orang tuanya.. bukan hanya bisa menerima apapun yang menjadi perintah orang tuanya"


Tanpa mereka sadari Mika mendengar semua percakapannya...


"Jadi mama tirinya Citra ternyata mama kandung Adel, pantas ia begitu sedih mengetahui Citra akan dijodohkan dengan Daffa... kasihan banget kamu Del... "


Mika.. mengetuk pintu..


"Adel.. boleh aku masuk... "ucap Mika menampakan kepalanya dari balik pintu


"Masuklah... "jawab Adel


"Adel... ini papa kamu.. "


"Kamu yang bernama Daffa... buat apa kamu datang kesini... "ucap Papa dengan emosi


"Bukan om... saya Mika... "


"Pa... ini Mika anaknya bunda, ia yang bawa Adel ke rumah sakit.. "


"Lebih ganteng saya om dari Daffa.. "


"Ih.. narsis banget.. kamu bawa apa.. "


"Ini nasi uduk seperti yang aku beli kemarin, kamu suka kan. Tapi aku nggak tahu ada om.. jadi belinya satu. Biar aku beli dulu satu lagi ya om... tunggu sebentar"


"Nggak usah... biar om saja yang lanhsung ke kantin. Terima kasih ya sudah membawa Adel ke rumah sakit... "


"Sama sama om.. ini saja aku sudah diomeli bunda... Karena nggak tahu Adel makan telat.. masa aku yang bunda salahin. Om tahu Bunda lebih sayang Adel dari saya anaknya"


"Masa sih... beruntung banget Adel.. bisa dapat bunda yang sayang dengannya.. "


"Tanya saja sama Adel... masa waktu penerimaan lapor.. Adel yang diakui anak karena Adel yang juara... kalau nilai saya juara juga sih.. tapi juara paling bawah.. "


"Kamu bisa saja... Mika.. om titip Adel ya.. om mungkin sore langsung pulang.Adel sudah tidak apa apa. Om tadi sudah tanya dengan dokter... Adel boleh pulang besok. Sebenarnya hari ini juga bisa pulang, tapi karena tanggal merah, jadi besok bisa keluarnya.. "


"Baik om... jangan kuatir... bunda juga pasti akan lebih perhatian lagi setelah tahu Adel sakit begini"


"Om... berhutang budi sama kamu dan bunda. Om senang Adel dekat dengan orang orang baik seperti kalian. Om jadi nggak begitu kuatir setelah tahu Adel ada ditempat yang aman... "


"Om nggak perlu sungkan begitu... Adel anak yang baik... pasti banyak yang sayang.. "


"Depan papa saja Mika bilang Adel baik kalau dibelakang papa... Mika bilang Adel anaknya ngeyel dan keras kepala "

__ADS_1


"Mika bilang begitu karena Adel kadang kadang susah diomongin om... seperti sekarang ini.. sudah sering bunda dan aku ingatkan agar makan teratur tapi nggak didengar... akhirnya sakitkan"


"Kalau demi kebaikan... om setuju jika kamu mamarahi Adel jika ia ngeyel"


"Papa kok malah mendukung Mika... nanti Mika nya tambah bawel... menyuruh Adel makan"


"Itu semua kan demi kamu nak... ingat ya... papa nggak mau kamu mikirin mama dan Daffa terus... lupakan mereka. Mama mu sudah tak ingat kamu. Dan kamu tahu lelaki bukan hanya Daffa seorang... ini ada Mika yang lebih ganteng dan baik... "


"Papa... kok malah bawa bawa Mika"


"Papa lebih setuju kamu dengan Mika... "


"Oom bisa saja... cinta itu nggak bisa dipaksakan om.. cinta hadir tanpa kita minta.. Adel mencintai Daffa... sebenarnya Daffa juga anak yang baik.. "


"Tapi om nggak suka... ia seakan mempermainkan Adel... jika ia memang mencintai Adel mengapa menerima pertunangan dan perjodohan kedua orang tuanya"


"Itu karena Daffa nggak punya pilihan lain om.. ia masih hidup dengan bergantung pada kedua orang tuanya.. "


"Itu yang membuat om nggak sukanya... apakah ia tak bisa hidup tanpa harta orang tuanya... apa ia tak bisa berusaha sendiri... laki laki harus kuat dan mandiri... "


"Benar juga sih om... tapi kan kami masih sekolah om.. bisa kerja apa.. "


"Apa kamu juga hanya mengharapkan uang dari kedua orang tuamu... "


"Mika ini sudah punya penghasilan sendiri pa... ia punya sebuah bengkel yang didirikan dengan teman temannya.. "


"Lah itu kamu bisa hidup tanpa mengharapakan bantuan orang tua.. Hebat kayak gitu.. om suka anak muda yang mandiri"


"Terima kasih pujiannya om.. aku jadi tersanjung.. "


"Mika... om sudah lapar nih. Om mau ke kantin dulu. Om titip Adel dulu ya... "


"Baik om... "


"Kamu mau papa beliin apa... "


"Nih Mika sudah beliin nasi uduk pa... "


"Kalau begitu papa... makan dulu ya... "


"Habis makan.. papa masih akan kesinikan.. "


"Tentulah... menjelang berangkat papa akan temani kamu"


Papa pergi menuju kantin meninggalkan Adel dan Mika di kamar rawat.


*****************************


Terima kasih telah membaca novel ini.


Mampir juga ya di novel terbaru aku

__ADS_1


ELEGI CINTA LANGIT DAN PELANGI


__ADS_2