Antara Aku, Kekasihku Dan Sahabatnya

Antara Aku, Kekasihku Dan Sahabatnya
Bab 33


__ADS_3

Setelah mamanya pergi, Adel menangis. Mika membiarkan saja Adel menangis menumpahkan semua beban pikirannya.


Mika membaringkan Adel setelah ia melihat Adel agak lebih tenang walau masih terisak.


"Aku mau beli buat makan siang.. kamu nggak apa apa aku tinggal sendirian "


Adel hanya menganggukkan kepalanya. Mika menyelimuti tubuh Adel, setelah itu baru ia pergi meninggalkan Adel sendiri di kamar.


"Mengapa ma... mengapa mama harus datang lagi... aku sudah terbiasa hidup tanpa mama. Aku tak mau mama hadir hanya untuk menghiburku, gadis yang sangat malang ini.


Aku takut mama hadir cuma sesaat dan akhirnya akan meninggalkan aku kembali.


Karena lelah menangis akhirnya Adel ketiduran. Mika yang telah kembali dari membeli makan siang melihat Adel yang telah tertidur.


"Adel... aku bisa merasakan apa yang kamu alami sekarang... karena aku juga ditinggalkan papaku buat menikah lagi. Mungkin rasa sakitku tidak seberapa denganmu karena aku memiliki bunda yang hebat yang selalu berada disampingku. Tapi aku selalu berpikir... apakah dengan aku bersedih semua akan kembali, apakah dengan aku terluka mereka akan ikut terluka... aku akhirnya bangkit... aku tak ingin terpuruk terlalu dalam... Adel... aku ada disini, sebagai tempat kamu bersabdar... walau kamu tak pernah menganggap aku ada... tapi aku akan tetap ada disampingmu... "


Mika naik ke tempat tidur dan ikutan tidur sambil memeluk Adel. Ia pun ikut terlelap.


Daffa mengetahui Adel sakit dari Mika ketika tadi ia menanyakan,mengapa ponsel Adel tak aktif.


Ia langsung menuju rumah sakit, dengan mengendarai mobilnya dengan kecepatan tinggi. Sampai dirumah sakit ia berjalan tergesa menuju kamar Adel.


Daffa kaget melihat Mika yang tidur sambil memeluk Adel. Ia berjalan perlahan dan membangunkan Mika dengan suara pelan takut Adel terbangun.


"Gue mau bicara... "ucap Daffa begitu Mika membuka matanya


"Mau bicara apa.. "


"Kita di luar saja... nanti Adel terbangun"


Mika turun dari tempat tidur dan berjalan mengikuti Daffa yang menuju taman rumah sakit.

__ADS_1


"Mik... apa maksud lu tidur memeluk Adel"


"Nggak ada maksud apa apa... "ucap Mika datar


"Lu tahu kan Adel itu kekasih gue... "


"Apa yang barusan lu katakan.. lu nggak salah. Dasar lelaki egois lu.. setelah lu menyakitinya dengan bertunangan sama wanita lain lu masih bisa mengatakan ia kekasih lu.. "


"Tapi kami memang belum putus... "


"Siapa yang bilang lu belum putus... dengan lu bertunangan berarti lu sudah tak ada hubungan dengan Adel, jadi orang jangan rakus.. Citra lu mau, Adel juga lu mau"


"Lu tahukan... gue tak mencintai Citra"


"Tapi lu menerima pertunangan itu.. "


"Karena gue tak ada pilihan... orang tua gue memaksa gue"


"Lu tuh pecundang... jika lu memang mencintai Adel seharusnya lu perjuangkan. Lu tak akan takut kehilangan warisan atau pun harta.. "


"Apa lu tidak bisa berjuang sendiri mencari uang... lu hanya mengharapkan belas kasihan dari orang tua lu.. "


"Gue akan berusaha... tapi gue mau tahu... apakah lu mencintai Adel"


"Ya... gue mencintainya... mengapa"


"Lu tahukan Adel milik gue... berarti mulai besok setelah Adel keluar dari rumah sakit ia harus pindah dari rumah lu.. gue tak mau Adel serumah lagi dwngan lu"


"Mengapa... lu takut gue merebut Adel dari lu.. "


"Gue nggak takut... karena gue yakin Adel mencintai gue.. yang gue takutkan lu nanti akan sakit hati karena Adel tak membalas cinta lu... "

__ADS_1


"Lu.. yakin dengan ucapan lu.. "


"Maksud lu... "


"Jika Adel memang benar benar mencintaimu, apakah ia pernah cerita tentang dirinya dan keluarganya... apakah lu tahu dan mengenal orang tuanya. Apakah lu tahu jika Adel sakit karena apa... dan apakah lu tahu apa yang Adel rasakan saat ini... Lu nggak pernha tahukan apa yang Adel rasakan... ia tak pernah cerita dengan lu... itu berarti ia tak memepercayai lu sebagai tempat curhatnya... bagaimana mungkin lu bisa yakin Adel mencintai lu... sedangkan ia tak pernah terbuka dan jujur dengan lu.. "


"Apakah lu tahu... jika pun Adel jujur dengan lu.. itu karena ia menganggap lu seperti saudaranya sendiri... tidak lebih. Apakah setelah Adel tahu lu mencintainya.. Adel akan bersikap sama "


"Lu bisa beritahu Adel perasaan gue... gue tak takut"


"Ingat Mika.. aku tak mau hanya gara gara wanita... persahabatan kita berakhir"


"Lu tuh pengecut... pecundang... lu tak pantas buat Adel"


"Siapa yang pantas buat Adel... lu"


"Gue juga merasa belum pantas buat Adel.. makanya gue tak pernah jujur dengan perasaan gue... lu harus tahu saat ini Adel sangat terluka gara gara perbuatan lu dan Citra"


"Memangnya apa yang telah gue lakukan... "


"Lu tahu... Citra itu anak tirinya mama kandung Adel... lu tak tahu itukan. Gue memberitahukan lu... agar lu tak dimanfaatkan Citra buat tambah menyakiti Adel. Gue melihat Citra tadi ketika mamanya Adel datang ke rumah sakit. Pastilah Citra sudah tahu sekarang hubungan Adel dan mamanya.. "


"Lu... pasti bohongkan"


"Buat apa gue bohong... itu lah sebabnya gue memeluk Adel, karena ia habis bertengkar dengan mamanya... gue rasa... percakapan kita sudah selesai... gue mau masuk lagi... gue tak mau Adel mencari gue"


Mika meninggalkan Daffa yang terdiam, ia begitu kagetnya menerima kenyataan ini.


"Jadi mama kandungnya Adel adalah mama Ayu... apakah itu sebabnya mama Ayu terkadang menanyakan kabar Adel. Aku pikir selama ini ia hanya sekedar ingin tahu, seperti yang ia katakan.. aku pikir karena ia tahu Adel pacarku dan takut aku kembali dengannya... makanya ia sering tanya Adel. Ternyata karena Adel anak kandungnya... "


********************

__ADS_1


Terimakasih telah membaca novel ini


Mampir juga ya ke novel novel ku yang lainnya...


__ADS_2