Antara Aku, Kekasihku Dan Sahabatnya

Antara Aku, Kekasihku Dan Sahabatnya
Bab 21. Di dalam Cinta tak ada kebohongan..


__ADS_3

Jujur bukan hanya tak berkata dusta, jujur berarti melakukan dan mengucapkan kebenaran sekalipun itu menyakitkan.


Cinta itu bukan percobaan dan juga bukan mainan,cinta itu tentang perasaan. Perasaan antara kamu dan aku yang seharusnya dijaga bersama.


Menangis bukan satu satunya caraku lagi untuk bersedih. Tetapi berpura pura aku merasa dicintai itulah hal yang paling sepi**.


##################


Adel meminta Mika mengantarnya pulang kerumah setelah mereka makan. Ia beralasan kepalanya sakit, sehingga nggak ikut ke toko roti bunda.


Ia langsung masuk kamar dan menangis kembali.


"Apakah sebaiknya ku akhiri saja cerita cinta bersama Daffa. Padahal aku baru saja akan memulainya..


Setelah magrib,Adel memasak buat makan malamnya dengan Mika. Bunda tak pernah makan dirumah. Ia selalu makan di toko bersama karyawan kecuali di hari libur.


Adel memasak makanan yang mudah saja, ayam goreng mentega, sambal terasi dan lalapan. Setelah selesai masak Adel menghubungi Mika karena ia tak melihat ada motor Mika, berarti ia tak dirumah.


"*Mik... kamu makan dirumah atau diluar... "


"Kamu sudah masak.. "


"Sudah... "


"Kalau begitu aku makan dirumah, tunggu sebentar lagi aku sampai.. "


"Kamu lagi dimana... "


"Lagi dijalan... "


"Maksudnya di jalan mana... Mika.. "


"Di jalan menuju rumah.. aku lagi bersama Daffa, sebentar lagi kami sampai.. "


"Mengapa kamu bisa bersama Daffa... kamu mengajaknya... "


"Aku ketemu dijalan... sayang kalau dibuang.. ha... ha.. "canda Mika


"Aku serius Mika... "


"Aku juga serius... kami sudah sampai nih... kok nggak disambut*"


Adel langsung mematikan ponselnya dan membuka pintu.


"Selamat malam Adel sayang... "ucap Daffa. Tapi Adel tak menjawab, ia langsung berjalan menuju meja makan.


"Wuih kelihatan enak nih"ujar Mika


"Enak banget lu ya... bisa dimasakin terus sama Adel, gue paling nanti jika gue sudah menikahi Adel baru bisa mencicipi makanan yang dimasaknya setiap hari"

__ADS_1


"Cepat nikahin... kalau nggak gue nih nikahin Adel"


"Enak saja lu... jangan coba coba rebut Adel, ia milikku"


"Siapa yang milik kamu... "


"Ya... kamulah sayang.. "


"Sayang... sayang kalau dibuang maksudnya"


"Lho kok kamu ngomong gitu... kamu marah ya sama aku. Maaf ya... aku tadi benar benar pusing "


"Pusing mikirin cara agar kebohonganmu nggak aku ketahui"


"Maksudnya kamu apa Adel"tanya Daffa


"Nanti saja bahasnya... sekarang makan dulu... perut gue lapar"ucap Mika dan menyendok nasi kepiringnya.


Mika makan dengan lahap, berbeda sama Daffa yang tampak kurang berselera makannya. Ia masih memikirkan perkataan Adel tadi.


"Apa Adel tahu aku membohonginya. Apa aku jujur saja, agar Adel tak bertambah curiga. Tapi apa Adel bisa menerimanya. Aku harus bisa meyakinkan Adel agar mengerti posisiku saat ini...


Setelah makan, mereka duduk diruang keluarga menonton televisi.


"Adel... aku mau bicara... "


"Bicara saja... "


"Bicara disini saja... Mika kamu bisa tinggalin kami... "ujar Adel.


"Begini banget ya nasib jomblo... "lirih Mika


Setelah Adel yakin Mika masuk ke kamarnya, barulah ia mulai bicara kembali.


"Silakan bicara... kamu mau mengatakan apa"


"Adel aku minta maaf... "


"Buat apa... "


"Karena aku tadi telah membohongimu... "


"Terus..... "


"Aku sekarang mau jujur denganmu, dari pada nanti kamu mengetahui dari orang lain lebih baik aku yang ceritakan"


"Hhmmm.. ...."


"Adel... apapun yang akan aku katakan nanti, aku ingin kamu percaya... kalau aku benar benar mencintaimu, aku tak mau kamu meninggalkan aku. ....aku tak peduli nanti kamu akan mengatakan aku egois, pecundang atau pun serakah... karena itu semua memang adalah aku... "

__ADS_1


"Langsung saja Daffa... kamu mau bilang apa"


"Adel... aku sebenarnya telah dijodohkan oleh kedua orang tuaku dengan Citra... "


"Apaa.... kamu dengan Citra"lirih Adel sambil menahan air matanya..


"Ya... "


"Mengapa harus Citra... mengapa bukan gadis yang lainnya... mengapa harus Citra lagi yang mengambil milikku... mengapa harus Citra yang merebut orang yang aku cintai"ucap Adel dengan terisak.


"Setelah mama... apakah aku harus juga merelakan dan melepaskan kamu buat Citra... ini tak adil buatku... mengapa aku yang harus selalu mengalah"


"Adel... maafkan aku... aku tak bisa menolak perjodohan ini,karena orang tuaku mengancam tidak akan mengakuiku anak jika aku tak mau. Tapi Adel aku bersumpah... hanya kamu yang aku cintai... aku berbohong karena aku takut kamu akan meninggalkan aku nanti setelah kamu tahu semuanya"


"Mengapa kamu baru mengatakan sekarang.."


"Aku takut kamu akan meninggalkanku... "


"Aku memang harus meninggalkanmu... aku tak mau diduakan... dan aku juga tidak bisa terus menerus kamu bohongi... sekarang lebih baik kamu jalani saja perjodohan itu... anggap saja diantara kita tak pernah ada hubungan apa apa"


"Adel... aku tak mau kita putus... aku sangat mencintaimu.. aku akan berusaha mencari jalan agar aku tak menikahi Citra... aku mohon kamu mengerti keadaan aku... Adel"


"Kamu minta aku mengerti keadaan kamu... apakah kamu juga bisa mengerti dengan keadaan dan perasaan aku saat ini"teiak Adel.


Mika dapat mendengar semua percakapan mereka karena suara Adel yang sedikit keras.


Tapi Mika lebih memilih diam, karena ia tak bisa ikut campur dengan urusan pribadi mereka.


Tiba tiba Daffa berjongkok dihadapan Adel, dan menggenggam kedua tangan Adel


"Adel... aku mohon padamu... jangan pernah meninggalkan aku... aku tak pernah menyukai Citra... karena semua hatiku telah kuserahkan buatmu... apa yang harus aku lakukan agar kamu percaya kalau cuma kamu yang ada dihatiku... Adel"


"Daffa... kita masih sangat muda... masih panjang perjalanan hidup yang akan kita lalui, jika kita memang berjodoh, pasti kita akan kembali bersama. Sekarang sebaiknya kita jalani saja kehidupan kita masing masing"


"Nggak Adel... aku nggak mau.. aku maunya kamu tetap menjadi pacarku.. aku tak peduli jika kamu mengatakan aku egois karena memang aku egois... "


"Kamu pasti bisa Daffa... perlahan lahan kamu juga akan melupakan aku... "


"Nggak.. aku tak bisa Adel... atau kamu memang tak ingin melihatku lagi buat selamanya... aku pasti akan lebih rela meninggalkan semua nya yang ada didunia ini dari pada aku harus kehilangan kamu"


"Kamu tak boleh berkata begitu... "


"Kamu ingin bukti.. aku tak main main Adel... aku akan lakukan itu jika kamu meninggalkan aku.. karena aku sudah sangat menderita menjalani perjodohan ini, jika aku harus kehilangan kamu juga... lebih baik aku pergi selamanya... "


"Daffa... jangan pernah berpikir untuk melakukan itu... aku tak mau kamu mengatakan itu lagi... baiklah sekarang kita coba menjalaninya... seberapa sanggup aku dan kamu mampu bertahan dengan keadaan seperti ini... aku tak bisa menjanjikan jika aku akan tetap bertahan... tapi aku akan mencoba dan berusaha mepertahankan hubungan ini"


"Terima kasih Adel... aku akan mencari cara bagaimana caranya aku bisa bebas dari perjodohan ini. Saat ini aku masih membutuhkan orang tuaku sampai aku bisa mandiri...setelah itu baru aku akan meninggalkan semua fasilitas yang diberikan untuk dapat hidup bersama kamu"ucap Daffa sambil mengecup tangan Adel yang digenggamnya


"Daffa... aku mempertahankan hubungan kita bukan semata mata karena aku ingin bersama kamu tapi aku hanya tak ingin milikku direbut oleh Citra lagi... "

__ADS_1


*******×**************


Terima kasih buat yang telah membaca novel ini. Mampir juga kenovel terbaruku ELEGI CINTA LANGIT DAN PELANGI


__ADS_2