Antara Aku, Kekasihku Dan Sahabatnya

Antara Aku, Kekasihku Dan Sahabatnya
Bab 63.


__ADS_3

"Hhmmmm.... "deheman Michael membuat Daffa kaget.


"Mic...sudah makan kamu"


"Sudah tadi... dengan undangan. Kamu yang belum makan bukan"


"Aku masih kenyang... terlalu banyak makan camilan. "


"Kamu masih mau aku suapin lagi Del.. "tanya Daffa.


"Nggak Daf... aku sudah kenyang. Kamu belum makan ya "


"Aku sudah kenyang Del... kamu jangan pikirkan aku.. kamu tuh yang harus banyak makan... kamu tahu Del.. kamu dan bunda sudah dititipkan Mika padaku.. jadi aku harus menjaga kamu dan bunda"


"Terima kasih Daffa.. "


"Kamu nggak pulang Daf... sudah hampir jam sebelas malam"


"Rumah Daffa dekat kok... Michael"ucap Bunda yang kebetulan lewat.


"Dimana rumah kamu.. "


"Cuma selisih tiga rumah dari sini"


"Oh.. jadi kamu bersahabat dengan Mika.. karena rumah kamu berdekatan.. "


"Daffa... aku mau tidur ya.. "ucap Adel


"Kamu nggak pamit sama aku.. "ujar Michael


"Maaf... Michael aku permisi.. mau tidur"


"Oke... tidur yang nyenyak. Ingat pesan aku.. besok aku ke makam Mika bersama kamu "


"Ya.. aku pamit"ucap Adel Dan masuk ke dalam kamarnya.


"Citra nggak cemburu jika melihat kamu begitu dekatnya dengan Adel "

__ADS_1


"Mengapa ia harus cemburu... Citra tahu bagaimana kedekatan aku dan Adel juga Mika"


"Hebat juga ya Citra... bisa nggak cemburu melihat tunangannya perhatian banget dengan sahabatnya"


"Michael... aku dan Citra bertunangan karena perjodohan. Jadi aku sebenarnya tak punya perasaan apa apa pada Citra.. dan ia tahu itu. Aku meminta pertunangan aku dan Citra di batalkan. Tapi ia tak mau.. jadi bulan salah aku lagi jika ia cemburu, bukankah aku sudah ingin memutuskan semuanya.. "


"Tapi kamu tak boleh egois.. bagaimanapun ia masih berstatus tunangan kamu.. wanita manapun tak akan mau jika tunangannya terlalu dekat wanita lain walaupun itu sahabatnya.. "


"Maaf Michael... kamu tak tahu apa apa. Lagi pula Mika sudah menitipkan Adel dan Bunda denganku.. "


"Itu karena Mika tidak tahu tentang keberadaan aku... sekarang keluargaku adalah tanggung jawab aku.. aku berterima kasih padamu karena menjaga Adel dan bunda selama ini"


"Tapi aku masih mau menjaga bunda dan Adel. Aku telah menganggap bunda seperti orang tuaku sendiri"


"Kamu bisa tetap menjaganya.. tapi semua tanggung jawab mengenai bunda dan Adel sekarang menjadi tanggung jawab ku sepenuhnya.. "


Daffa memandangi Michael dengan tatapan yang tampak kurang bersahabat. Karena ia tak suka dengan ucapan Michael yang seolah olah melarangnya dekat dengan Adel dan bunda. Daffa akhirnya pamit pulang ke rumah dengan bunda.


##########


Pagi harinya Adel tampak sudah rapi menunggu di meja makan. Ia meminum segelas susu ibu hamil yang dibuatnya tadi.


"Kamu nggak sarapan...."tanya Michael


"Ini... "ucap Adel mengangkat gelasnya


"Cuma minum susu saja.. bagaimana anakmu bisa sehat kalau kamunya malas makan begitu. Kasihan benar calon ponakanku.. "


Adel menatap Michael dengan wajah sinis..


"Mengapa kamu memandangku seperti itu... aku benar kan.. kasihan calon ponakan aku tidak mendapat asupan gizi hanya karena ibunya hanya memikirkan dirinya sendiri saja"


"Aku juga memikirkan calon bayiku.. ini susu buat ibu hamil.. "


"Tapi itu tak akan cukup untuk memenuhi gizinya.. jangan karena kamu larut dalam kesedihan jadi melupakan calon bayimu"


"Aku belum lapar... "

__ADS_1


"Terserah kamu saja.. kita berangkat sekarang.. "


"Ya.. "


"Bunda... aku dan Adel mau ke makam Mika.. apa bunda mau ikut.. "


"Nggak usah nak.. kalian berdua saja.. minta antar sama supir saja ya.. "


"Ya bunda.. "


"Bunda... Adel pamit dulu"


"Ya... nak.. Hati hati. Jaga juga calon cucu bunda"ucap bunda sambil mengusap perut Adel


Michael lebih memilih duduk di depan samping supir dan Adel duduk di kursi belakang mobil. Selama perjalanan hanya keheningan yang terasa.. karena semua diam tanpa suara.


Michael yang sesekali mencuri pandang ke belakang.. melihat Adel yang tampak asyik memandangi jalanan dan air mata tampak keluar dari sudut matanya


"Tampaknya ia memang sangat mencintai Mika, padahal bunda bilang ia pacaran dengan Mika cuma tiga bulan dan berumah tangga belum genap setahun. Mika beruntung dicintai oleh wanita secantik Adel.. Astaga.. apa yang aku pikirkan.. "


Michael kembali fokus memandangi jalanan di depannya. Sampai mereka ke pemakaman.


Adel turun dari mobil dan berjalan ke arah kuburan nya Mika tanpa menunggu Michael. Ia berlutut didepan kuburan Mika.. dan menaburkan bunga..


"Sayang... aku datang lagi.. Bagaimana kabarmu.. kamu sudah nggak sakit lagi ya.. semoga kamu disana selalu mengingat aku.. seperti aku yang setiap hembusan nafasku selalu mengingat dirimu... sayang.. kamu lihat nggak.. kehamilan aku sudah makin membesar.. sebentar lagi bayi kita lahir.. ia pasti ganteng seperti wajahmu.... "Adel menarik nafas nya sebelum melanjutkan ucapannya.


Michael mendengarkan saja semua apa yang diucapkan Adel.. Setelah lama Adel berbincang ia melihat Adel menangis..


"Mika... aku kangen. Aku ingin kamu memelukku, menciumku, dan mengelus perutku.. aku kangan banget.. "ucap adel diantara isak tangisnya.


Michael membiarkan ia menangis. Melupakan segala kesedihannya.


"Mika... aku tak sempat mengenal kamu.. karena kita terpisah ketika masih sangat kecil. Tapi aku yakin pasti kamu lelaki yang sangat baik dan menyenangkan.. terbukti dari rasa cinta yang besar yang aku lihat pada diri Adel. Aku tak tahu harus mengatakan apa.... karena kita memang tak saling dekat dan mengenal... tapi aku mendoakan semoga kamu tenang disana. Aku berjanji akan membahagiakan dan menjaga bunda serta Adel.. "


Setelah lama membiarkan Adel menangis dan mengobrol dengan makam Mika.. ia mengajak Adel pulang.


***************************

__ADS_1


Terima kasih buat semua pembaca novel ini.


__ADS_2