Antara Aku, Kekasihku Dan Sahabatnya

Antara Aku, Kekasihku Dan Sahabatnya
Bab 51. Positif


__ADS_3

Hari ini aku dan Mika pergi kerumah sakit. Akhirnya Mika mau dibawa berobat asal jangan dioperasi.


Mika harus melakukan serangkaian tes kesehatan. Untuk melihat sudah seberapa besar kanker yang dideritanya dan juga sudah menyebar kemana saja.


Setelah tiga hari kemudian, Mika dan Adel kembali kerumah sakit.


"Selamat Pagi pak Mika... "


"Selamat Pagi dok.. "


"Bagaimana keadaan bapak sekarang... apakah ada merasakan sesuatu.. "


"Seperti yang bapak lihat.. saya sekarang lebih cepat emosi, nafsu makan berkurang dan mual muntah serta sakit kepala tetap dirasakan"


"Apa itu yang sering bapak rasakan saat ini.. tidak ada yang lain"


"Ada dok... "


"Apa yang bapak rasakan saat ini.. "


"Saya rasa penglihatan saya mulai berkurang. Saya sering melihat barang itu tampak buram"


"Itulah yang ingin saya sampaikan pada bapak dan Ibu... "


"Apa itu dok.. "tanya Adel kuatir


"Dari hasil pemeriksaan kemarin, saya melihat sel kanker yang bapak idap sudah menjalar ke syarat mata dan telinga. Mungkin akan mempengaruhi penglihatan dan pendengaran bapak"


"Dok... apa ada pengobatan yang bisa mencegah itu terjadi "tanya Adel. Mika hanya terdiam. Ia tidak mengira kankernya akan menyebar secepat ini.


"Bu Adel Dan pak Mika... operasi pun tidak bisa menjamin kanker itu akan mati.. karena ini sudah terlambat. Kita hanya dapat mencegah penyebarannya agar tak cepat mempengaruhi organ tubuh yang lain dengan jalan operasi atau kemoterapi "


"Kalau begitu saya mohon jadwalkan operasi buat suami saya dok... "


"Baik akan saya jadwalkan dan kapan waktunya saya akan beritahu anda secepatnya.. "


"Tidak perlu dok... saya tidak mau dioperasi. Saya hanya mau di kemoterapi...bukankah kemo juga bisa membuat penyebaran kanker akan melambat"


"Tapi akan lebih efektif jika melakukan operasi terlebih dahulu baru setelah itu kemoterapi"


"Tapi saya tidak mau operasi"


"Mika.. dengarlah saran dokter"pinta Adel sambil terisak


"Adel... sampai kapanpun aku tak akan bersedia dioperasi"

__ADS_1


"Apakah bisa kemoterapi dilakukan tanpa operasi dok.. "ucap Adel akhirnya mengalah. Ia tahu akhir akhir ini Mika sering cepat tersulut emosinya.


Setelah lama berbincang dengan dokter akhirnya, Mika ditetapkan akan menjalankan kemoterapi saja. Itu akan dimulai dua hari lagi. Dilakukan beberapa kali nanti nya.


Dokter sudah mengatakan apa saja efek samping yang akan dirasakan tubuh pasca kemoterapi.


Sampai dirumah Mika langsung masuk ke kamar.. ia sudah sangat lelah, tubuhnya mudah lelah akhir akhir ini. Dengan otot yang lemah.


"Mika... kamu makan dulu ya sayang.. kamu mau aku masakin apa"


"Aku lagi tak mau apa apa Del... aku hanya ingin tidur"


"Kalau begitu kamu istirahatlah.. biar aku masak dulu"ucap Adel lembut. Ia tak boleh emosi melihat sikap Mika yang sering seenaknya saja.


Setelah masak, Adel masuk kamar dan melihat Mika masih lelap dalam mimpinya.


Adel naik ke ranjang, dan tidur disamping Mika sambil memeluk tubuh suaminya. Mika tampak tambah kurus,karena nafsu makannya jauh berkurang.


Adel yang melihat keadaan Mika juga ikutan malas makan.. ia juga merasakan sering mual dan muntah beberapa hari ini.


"Sayang... maaf ya jika aku sering marah.. aku nggak tahu, mengapa aku mudah emosi sekarang ini"ucap Mika sambil mengusap pipi Adel lembut


"Aku nggak apa apa Mika. Aku tahu jauh didalam lubuk hatimu, kamu tak pernah sedikitpun ingin memarahiku,tapi itu semua hanya pengaruh hormon ditubuhmu yang tak bisa kamu kendalikan. Aku bisa terima semuanya"


"Adel.. Jika suatu saat aku mudah lupa, buta dan tuli, apakah kamu masih mau menemaniku dan berada disampingku untuk tetap mendampingi diriku "


Mika ingin mengecup bibir Adel tapi ditepisnya dan ia cepat berlari ke kamar mandi.


"Sayang... kamu kenapa... "tanya Mika dari luar kamar mandi.


"Sayang... buka pintunya.. aku mau masuk"ucap Mika makin cemas.. mendengar Adel yang muntah


Tak beberapa lama, Adel keluar dari kamar mandi.


"Kamu kenapa sayang... mengapa aku dengar kamu muntah "


"Entahlah Mil.. dari kemarin aku sering mual dan muntah."


"Adel kamu harus cepat diperiksa. Aku tak mau kamu nantinya seperti aku, Karena sudah telat menyadari ada nya penyakit dalam tubuh "


"Sekalian denganmu saja dua hari lagi"


"Nggak boleh... habis makan kita langsung ke dokter ."


"Tapi Mika.. mungkin hanya masuk angin"

__ADS_1


"Dulu.. pertama aku merasakan sakit kepala,aku juga meremehkannya.. aku anggap ini pasti hanya sakit kepala biasa. Setelah aku rasa sudah nggak kuat menahannya baru aku periksa dan semua telah telat... aku tak mau kamu juga seperti aku yang meremehkan satu penyakit"


"Baiklah... sore nanti periksanya..sekarang makan dulu, sudah hampir jam dua siang.. kamu belum makankan"


Mika Dan Adel makan siang bersama setelah itu mandi dan langsung menuju satu rumah sakit.


Sampai di rumah sakit mereka langsung daftar ke dokter umum.


Dokter mengambil darah Adel buat diperiksa dilabor.


"Apa yang ibu Adel rasakan... "


"Beberapa hari ini saya sering merasa mual dan muntah dok.. "


"Kapan terakhir kali ibu menstruasi "


"Maksud dokter apa.. "


"Apakah bulan ini ibu sudah menstruasi ... "


"Seingat saya belum dok... "


"Biasanya anda menstruasi setiap tanggal berapa"


"Biasanya awal bulan... "


"Ini sudah pertengahan bulan.. tapi ibu belum lagi menstruasi... "


"Memangnya kenapa dok.. sakit apa istri saya"


"Kita lihat hasil darahnya... tapi saya menduga istri anda lagi hamil"


"Apa hamil... "


"Ya... kita tunggu hasil lab nya dulu"


Mika langsung memeluk Adel. Ia sangat senang mendengar Adel kemungkinan hamil.


***************************


Terima kasih buat pembaca setia novel ini.


Mohon maaf jika ada salah dalam penulisan mengenai sakit kanker otak karena pengetahuan aku sebagai penulis kurang. Mohon saran dan kritiknya.


Mampir juga ya di novel terbaruku SAHABATKU MADUKU

__ADS_1


Melati tak pernah menduga jika sahabat yang selama ini yang telah di anggap seperti saudara sendiri tega mengkhianati dirinya dengan menikah secara diam diam sama suaminya.


Ikuti kisahnya sedih yang dijalani Melati


__ADS_2