Antara Aku, Kekasihku Dan Sahabatnya

Antara Aku, Kekasihku Dan Sahabatnya
Bab 29. Kesedihan Adel


__ADS_3

Acara utama yaitu pertunangan antara Citra dan Daffa belum di mulai. Masih acara hiburan dari teman teman sekolah yang menyumbangkan suara mereka.


Memang acara ini sekalian pesta kelulusan Citra dan Daffa. Jadi teman teman sekolah hampir semua diundang.


Citra yang melihat Adel datang dengan Mika membisikan sesuatu ketelinga mamanya..


"Ma... lihat cewek yang baru datang memakai dress hitam, itu Adel... cewek yang kubilang selama ini dekat dengan Daffa dan dicintainya. Aku sengaja mengundangnya seperti yang mama bilang, agar ia tahu diri dan menjauh dari Daffa setelah menyaksikan pertunangana kami"


"Adel... maksudmu Adelia itu... "tunjuk mama Ayu kearah putri kandungnya..


"Ya ma... dia lah cewek yang dicintai Daffa.. apa mama mengenalnya... kok mama tahu namanya Adelia"


"Bukankah ia yang juara kelas itu, mama masih ingat.. "


"Ya.. ma. Aku sangat membencinya... aku rasanya ingin membunuhnya saja.. "geram Citra


"Kamu tak boleh melakukannya... itu tindakan kriminal "


"Ma... aku tak mungkin juga membunuh nya... aku hanya ingin memberi ia sedikit pelajaran jika ia masih berhubungan dengan Daffa.. "


"Maaf kan mama Adel, mama ngga tahu jika kamu kekasihnya Daffa. Jika mama tahu kamu wanita yang dimaksud Citra, pasti mama berusaha membatalkan pertunangan ini. Kamu cantik banget malam ini.. sayang. Ingin rasanya mama memelukmu... "


Pembawa acara meminta Mika menyumbangkan suaranya.


"Apa aku boleh ke panggung... kamu nggak apa apa disini sendiri.. "tanya Mika


"Naiklah... aku juga mau mendengar suaramu"


"Kalau begitu.. kamu tetap disini, jangan kemana mana"


"Oke... jangan takut "


Mika berjalan kearah panggung. Semua teman satu sekolahan tahu jika Mika memiliki suara emas, makanya diminta menyumbangkan satu lagu.


Mika duduk disebuah kursi dan memegang sebuah gitar..


"Selamat malam semuanya. Saya ingin membawakan sebuah lagu yang berjudul MELUKIS SENJA buat seseorang yang disana... "Mika menunjuk kearah Pelangi membuat semua temannya memandang kearah Adel


Citra dan daffa yang masih duduk bersama keluarga besarnya juga memandang ke arah Pelangi.


Mika mulai memetik gitarnya dan memperdengarkan suara merdunya..


Aku mengerti

__ADS_1


Perjalanan hidup yang kini kau lalui


Kuberharap


Meski berat, kau tak merasa sendiri.


Kau telah berjuang


menaklukan hari harimu yang tak mudah


Biar kumenemanimu


membasuh lelahmu


Izinkan kulukis senja


Mengukir namamu disana


mendengar kamu bercerita


Menangis, tertawa


Biar ku lukis malam


Tuk temanimu yang terluka


Hingga kau bahagia


Aku di sini


Walau letih, coba lagi, jangan berhenti


kuberharap


Meski berat, kau tak merasa sendiri*


Adel yang mendengar lagu yang dibawakan Mika tanpa sadar menangis.


"Terima kasih Mika... kau selalu hadir untuk menghibur ku dikala aku sendiri dan bersedih"


"Terima kasih... "ucap Mika setelah membawakan lagu itu.


Mika menghampiri Adel,

__ADS_1


"Kamu menangis... kenapa"tanya Mika melihat Adel mengusap matanya yang berair


"Mika.. aku senang dapat bertemu dengan kamu dan bunda... kalian berdualah tempat aku bersandar dan menceritakan semua kesedihanku"


"Aku mau... mulai hari ini kamu jangan pernah merasakan sendiri.. jangan pernah bersedih... ada aku dan bunda tempatmu mengadu segala keluh kesahmu.. "


"Terima kasih Mik... "


Pembawa acara mengumumkan jika acara pertunangan Citra dan Daffa akan dimulai. Kedua keluarga diminta naik ke panggung.


Adel melihat mamanya mendampingi Citra dan memasangkan cincin pertunangan ke jari Daffa... dan mamanya Daffa memasang cincin kejari Citra. Adel merasa dadanya sesak melihat itu.


Kesedihannya melihat Daffa dan Citra resmi bertunangan, tidak sesedih dan sesakit melihat mama kandungnya mendampingi putri orang saat bertunangan.


"Apakah jika suatu hari aku bertunangan, mama mau mendampingiku... "


Adel tak bisa menahan sesak didadanya. Sakit rasanya. Ia berlari keluar dari ruangan. Mika mengejarnya.


Mama yang kebetulan melihat Adel berlari, turun dari panggung. Ia mencari keberadaan Adel... ia ingin memeluk putrinya. Ia tahu pasti putrinya lagi bersedih saat ini.


"Adel... menangislah... jangan kamu tahan"ucap Mika


"Mika.. apakah masih ada kebahagiaan buat ku"


"Mengapa kamu berkata begitu... Daffa tak pantas kamu tangisi. Pecundang seperti dirinya terlalu berharga buat kamu tangisi... "


"Mika... aku akui aku sedih melihat pertunangan Citra dan Daffa... tapi bukan itu yang menyesakan dadanya... aku... aku.. iri melihat Citra... mengapa ia mendapat kasih sayang dari mama yang tak pernah aku dapati"


"Maksud kamu apa Adel"tanya Mika pura pura tak tahu


"Mika... mama Citra itu adalah mama kandungku... mengapa hanya Citra yang diberi kebahagiaan... ia mendapati seluruh cinta mama.. aku tak pernah meminta banyak.. aku hanya ingin mama mengakui aku, menanyakan kabarku... aku tak akan meminta mama kembali, karena aku tahu kebahagiaan mama bukan disampingku... tapi apa aku tak boleh meminta sedikit saja cinta dan perhatian dari mama... dan kamu lihat.. mulai hari ini cinta Daffa pun juga telah berpindah ke Citra... mengapa semua orang yang aku sayangi berpaling mencintai Citra..."


"Adel... mereka hanya tak tahu bagaimana berharganya kamu... aku yakin suatu saat setelah mereka menyadari betapa kamu sangat pantas disayangi... mama kamu dan Daffa akan menyesal karena telah meninggalkanmu... "


Dari tempat tersembunyi mama Ayu, mendengar semua percakapan Adel dan Mika. Ia menangis mendengarnya.


"Maafkan mama sayang... mama tak pernah ingin merebut kebahagiaan mu bersama Daffa.. mama menjodohkan Daffa dan Citra karena yang mama tahu, Citra sangat mencintai Daffa... jika mama tahu ia kekasihmu... mama tak akan mau menjodohkan mereka. Maafkan mama yang kembali membuatmu terluka. Mama juga menyayangimu... mama tak pernah melupakanmu.. tapi mama belum berani menemuimu karena mama takutb kamu tak bisa menerima kehadiran mama"


"Sebaiknya kita pulang saja...lupakan semua yang menyakitkan hati.. "ucap Mika dan menggandeng Adel membawanya keluar dari hotel.


**********************


Terima kasih buat semua yang membaca novel ini. Mampir juga ke novelku berjudul ELEGI CINTA LANGIT DAN PELANGI

__ADS_1


__ADS_2