
Daffa membawa Citra untuk makan malam disebuah restoran beserta kedua orangtuanya dan orang tua Citra.
"Maaf.. om.. tante, papa dan mama terutama buat kamu.. Citra.. aku sengaja mengundang kalian semua buat makan malam karena ada hal penting yang akan aku bicarakan "
"Mengapa harus disini Daffa.. kamu bisa mengadakan makan malam di rumah kita dan biar mama yang masak"ucap Mama Daffa
"Hal penting apa yang akan kamu bicarakan"ujar papa Citra
"Om.. tante sebelum aku lanjutkan pembicaraan ini.. aku ingin minta maaf jika apa yang akan aku katakan ini akan menyakitkan hati om dan tante"
"Daffa.. jangan buat om jadi penasaran.. katakan saja apa yang ingin kamu katakan"
"Apa kamu ingin memajukan hari pernikahan mu. Jika memang itu yang akan kamu katakan mengapa tak bilang sama mama terlebih dahulu"
"Daffa.. langsung saja ngomong"ujar Citra
"Om... tante dan Citra.. sekali lagi aku minta maaf. Aku mengajak kita semua berkumpul karena ingin mengatakan kalau aku ingin membatalkan pertunangan aku dan Citra.. "
"Aappaa....kamu jangan main main Daffa"ujar Citra kaget
"Maaf Citra.. aku nggak main main... aku memang ingin membatalkan pertunangan kita"
"Tapi apa alasan kamu membatalkan pertunangan ini Daffa.. "ucap papa
"Pa... Ma.. kalian tahu kan, jika aku tak pernah mencintai Citra. Aku hanya menerima pertunangan itu hanya karena menghormati papa dan mama.... "
"Tapi mengapa kamu menerimanya kemaren"ujar papa Citra
"Maaf om.. aku pikir dengan seiringnya waktu, rasa cintaku akan tumbuh. Tapi aku keliru setelah jalan beberapa tahun, tapi aku tetap tidak memiliki perasaan apa apa untuk Citra"
"Itu karena kamu mencintai wanita lain.. makanya kamu tidak pernah bisa mencintaiku"
"Apa itu benar Daffa.. "tanya papa Citra.
__ADS_1
Mama tiri Citra yang telah mengetahui jika Daffa mencintai Adel, hanya diam saja. Ia juga tak ingin bicara karena takut.
"Ya.. itu benar kamu jangan bohong lagi "
"Daffa.. apa benar yang dikatakan Citra... siapa wanita itu.. "ucap mama
"Papa.. papa ingin tahu siapa wanita yang dicintainya Daffa.. wanita itu anak kandung mama Ayu"ucap Citra dengan emosi sambil menunjuk kearah mama Ayu
"Betul itu Ayu... apa selama ini kamu tahu jika Daffa mencintai anak kandungmu dengan Ivan.. "
"Mas.. aku tahu setelah pertunangan berlangsung, setelah Citra mengatakan padaku jika Daffa sebenarnya ada kekasihnya"
"Mengapa kamu tidak pernah mengatakan padaku.. "
"Karena aku pikir Daffa telah bertunangan, dan pasti telah memutuskan hubungannya. Lagi pula Adel juga telah menikah... "
"Apa benar Daffa.. kamu membatalkan pertunangan ini karena kamu mencintai wanita lain dan itu istri orang"ucap mama marah
"Ma.. aku sudah lama putus dengan Adel, dan aku sudah berusaha mencintai Citra.. tapi rasa itu tak pernah ada buat Citra... aku tak mau melukai hati Citra lebih lama lagi. Ia bisa mencari lelaki lain yang mencintainya, jika aku melepaskannya.. "
"Itu karena papa dan mama yang memaksakan menerima pertunangan ini, sampai mengancamku bukan... "
"Tidak Daffa.. aku tak bisa menerimanya.. kamu harus tetap menikah denganku walaupun pada akhirnya kita bercerai. Aku tak mau malu. Teman temanku bisa menertawakan aku jika kamu membatalkan pertunangan ini. Jika kamu memang tak mencintai aku.. kita menikah saja untuk tiga bulan.. yang penting aku harus menikah dengan mu"
"Citra... pernikahan bukanlah sebuah permainan.. nan mungkin kamu bisa mengajak aku buat pura pura menikah untuk menutupi rasa malumu. Apakah bagimu lebih malu pembatalan pernikahan dari pada perceraian.. "
"Ya.. aku lebih malu jika membatalkan pertunangan.. "
"Kamu bisa mengatakan pada semua orang jika kamu yang membatalkan pertunangan ini jika kamu malu"
"Aku tak mau... pokoknya aku harus menikah.. Papa.. aku akan bunuh diri jika Daffa membatalkan pertunangan ini.. "ucap Citra dan berlari meninggalkan mereka.
Papa Citra mengejar kepergian anaknya disusul dengan mama Ayu.
__ADS_1
"Maaf bapak.. ibu... saya permisi dulu"ucap mama Ayu sebelum pergi.
"Apa ini Daffa.. kamu tahu kan jika kamu membatalkan pertunangan ini, kami tidak akan memberikan kamu hak waris"ujar mama
"Ma.. aku siap menerima semua keputusan papa dan mama. Itu hak papa dan mama.. apakah aku akan diberi warisan ataupun tidak. Aku lelaki, aku bisa bekerja apa saja jika itu hanya sekadar buat hidup"
"Siapa wanita yang kamu cintai itu.. "
"Apa benar ia telah menikah. Jika ia telah menikah, mengapa kamu membatalkan pertunangan kamu, bukankah kamu juga tak bisa memiliki dirinya"ujar papa
"Pa.. sebenarnya aku membatalkan pertunangan ini juga demi kebaikan Citra. Jika aku memaksakan pernikahan dengan Citra itu akan lebih menyakitkan.. karena aku tidak pernah mencintainya. Aku hanya akan memberi rasa sakit buat Citra.. aku tak mau memaksakan semuanya"
"Kamu tahu.. perbuatan kamu ini akan membuat nama baik papa dan mama tercoreng dan persahabatan kami dengan orangtua Citra akan buruk. Bisnis antara papa kamu dan papa Citra pasti akan dibatalkan.. "
"Apakah mama lebih mementingkan bisnis dari perasaan anakmu ini... "
"Apa kehebatan wanita itu dibandingkan Citra.. Apa ia lebih cantik.. lebih kaya.. atau lebih terkenal.. "ujar mama
"Ma.. cinta itu tumbuh dari dalam hati tanpa memandang rupa dan status.. mungkin bagi mama ia tidak ada apa apa nya dibandingkan Citra.. tapi bagiku ialah cintaku, ia tidak bisa dibandingkan dengan wanita manapun.. "
"Bukankah ia telah bersuami, wanita yang berselingkuh dan mencintai lelaki lain itu yang kamu cintai dan pilih. Suaminya saja bisa diduakan, apa kamu bisa yakin jika nanti ia tidak menduakan kamu suatu saat.. "
"Ma.. wanita itu sudah melepaskan dan merelakan aku bertunangan dengan Citra, kami menjalin hubungan ketika aku belum bertunangan. Sekarang ia telah memiliki suami yang sangat dicintainya. Ia tak pernah menduakan suaminya. Ia tak pernah menjalin hubungan denganmu lagi sejak ia menikah. Tapi aku harus mengakui pada papa dan mama jika aku memang sangat mencintainya.. walau ia telah melupakan cintanya padaku tapi aku tidak bisa melakukan hal yang sama, karena sampai detik ini rasa itu masih ada dan tersimpan di dalam hatimu"
"Papa Dan mama tidak pernah merestui hubungan kamu dengan siapapun..kecuali Citra.. ingat itu"ujar mama
"Pa.. ayo kita pulang.. tak ada yang harus kita omongkan lagi.. "
"Papa menunggu kamu dirumah.. papa harap ketika kamu sampai dirumah pikiranmu sudah berubah... "papa melangkah meninggalkan restoran itu diiringi mama
Tinggallah Daffa seorang diri.. termenung.
"Pa.. ma.. aku mencintai Adel.. walau aku tahu rasa cintanya bukan untukku lagi, tapi aku tetap bersyukur karena pernah dicintai oleh wanita tulus seperti Adel... "
__ADS_1
******************************
Terima kasih untuk semua pembaca novel ini