
Adel telah sembuh dan kembali melakukan kegiatan lagi. Ia kuliah hari ini. Adel berangkat kuliah bersama dengan Mika.
Adel dan Mika beda jurusan. Adel memilih jurusan manajemen sedangkan Mika teknik. Walaupun beda jurusan, jika jam mata kuliahnya sama dan istirahat sama, Mika selalu ke tempat Adel dulu sebelum ke kantin.
Hari ini Adel hanya diantar Mika, karena Mika kuliah siang. Adel pergi ke kantin sendiri.
Ia berjalan memasuki kampus dan melihat Citra dengan sahabatnya Rika dan Novi duduk bersama dikantin.
Adel melewati bangku dimana mereka duduk. Citra sengaja bersuara keras agar Adel mendengarnya.
"Kalau ada wanita yang masih berhubungan dengan lelaki yang telah bertunangan menurutmu wanita seperti apa ia"
"Pasti wanita itu wanita yang kesepian, kurang kasih sayang dan kurang belaian... ha... ha.."ujar Novi
"Tapi kalau menurutku sih pasti wanita itu adalah wanita jal*ng,sudah tahu lelaki itu ada tunangan masih mau berhubungan... apa sudah tidak laku kali, makanya masih mengganggu tunangan orang.. "
"Betul juga... pasti ibunya dulu seorang pel*cur sehingga anaknya berbuat hina seperti itu"ucap Novi.
Adel tahu, Citra dan sahabatnya menyindir dirinya. Adel bisa terima apapun yang dikatakan orang, tapi jika sudah menyangkut orang tuanya ia tak akan bisa terima. Walau mama meninggalkannya, tapi bagaimana pun itu tetap mamanya.
Adel menggebrak meja keras, ia sangat marah mamanya dibilang pel*cur. Ia berdiri mendekati meja tempat Citra dan temannya.
"Apa maksudmu... apa orang tuamu tidak mengajari bagaiamana berkata sopan santun"
"Hei... siapa lu.. mengapa harus marah, memangnya kami mengatakan lu"
"Aku tahu... kalian menyindirku.. "
"Oh jadi kamu merasa tersindir.. memangnya kamu wanita seperti itu.. "ujar Rika
"Kamu bisa saja mengatakan apapun tentang diriku tapi jangan pernah menyindir orang tuaku"
"Oh... apa kamu masih punya orang tua. Apa mama mu masih ingat kamu... apakah orng tuamu menyayangimu... apakah orang tuamu masih menganggap mu anaknya"ucap Citra
"Tentu saja aku punya papa yang sangat menyayangi diriku... kamu tahu apa tentang diriku"
"Bagaimana dengan mamamu... apakah ia menyayangi kamu... apakah ia pernah menganggap kamu ada... jika ia menyayangi kamu ia tak akan meninggalkanmu hanya demi uang. Aku tahu semua tentangmu... mama kamu sama saja dengan pel*cur,yang menjual dirinya demi uang dan tega meninggalkan suami dan anaknya."ucap Citra
__ADS_1
Adel tak menerima itu. Ia langsung menampar Citra. Citra yang tak terima langsung membalasnya. Sahabatnya citra yang lain langsung menarik pergelangan tangan Adel,membawanya keluar dari kantin.
Mereka menarik Adel ke taman. Sampai di taman ia langsung menendang Adel dan yang satu ikutan menampar Adel. Mereka memegang kedua tangan Adel.
"Aku peringatkan kamu ya... ini kampus sebagian sahamnya milik papaku. Kamu telah salah masuk kampus. Aku yang berkuasa dikampus ini. Kamu tak akan bisa melawanku... Mulai hari ini jauhi Daffa kalau kamu ingin berkuliah dengan tenang... aku bisa melakukan hal yang lebih kasar lagi padamu jika kau masih berhubungan dengan Daffa. "ucap Citra sambil mencengkeram rahang Adel dengan keras.
"Mengapa hanya aku yang selalu kau salahkan... seharusnya kau juga mengatakan pada Daffa agar menjauhiku juga.. "
"Kau jangan sok cantik... jadi kau ingin mengatakan kalau Daffa lah yang mengejar ngejarmu... "ucap Citra dan kembali menampar Adel.
"Jika memang Daffa mencintaimu, seharus nya kau percaya dengannya dan tidak takut kehilangan, berarti kau juga sadarkan kalau Daffa tidak mencintaimu"
"Kau.... "tangan Citra yang akan kembali menampar Adel ditahan oleh Mika.
"Beraninya kalian main keroyok... apa kalian mau aku adukan sama dekan... "
"Aku nggak takut... apa kamu lupa... jika kampus ini sebagian sahamnya adalah milik papaku... "
"Hanya sebagiankan... dan apa kau pikir jika dekan tahu ada preman dikampus ini walau itu anak pemegang saham, ia akan mwmbiarkan saja, apalagi jika itu aku viralkan melalui media sosial"ucap Mika. Ia memelintir tangan Citra sehingga ia meringis kesakitan.
"Lepaskan Mika... sakit"ucap Citra
"Tanganmu saja diginiin sakit... apalagi jika aku menampar wajahmu... "
Mika melepaskan tangan Citra. Tampak pergelangan tangannya merah. Mika mendekati Adel. Dan melihat darah disudut bibir Adel.
Citra dan sahabatnya cepat cepat pergi meninggalkan Mika. Mereka tak ingin melihat Mika marah ketika mendengar pengakuan dari Adel.
"Kita pulang atau ke ruang kesehatan dulu, mengobati lukamu"tanya Mika
"Pulang saja Mik... diobati dirumah saja. Tapi kamu ada kuliahkan... kalau begitu biar aku pulang sendiri saja.. "
"Biar aku antar pulang... kamu tak usah pikirkan kuliahku... "
"Kamu nggak boleh bolos... nanti bunda marah"
"Aku akan mengantarmu... jangan bawel. Sebenarnya aku heran melihatmu Del. Demi seorang Daffa kamu rela dimalukan dan diperlakukan kasar begini. Apa sih yang kamu pertahankan dari hubunganmu dengn Daffa. Apa kamu begitu mencintainya sehingga rela menderita begini. Kamu lihat aku... apa yang tidak pernah aku lakukan untukmu... tapi sedikitpun kamu tak pernah memandangku... kamu hanya menganggapku sebagai sahabat atau kakak saja.. "
__ADS_1
"Maksudmu apa Mika... "
"Kamu itu bod*h atau memang tak punya perasaan... aku mencintaimu Adel... mengapa kamu masih mengharapkan Daffa saja... Aku juga bisa membahagiakan kamu... aku juga bisa membuatmu tertawa... "
"Mika... aku tak mencintai Daffa lagi... "
"Tapi mengapa kamu seolah masih memberi dia harapan.. Daffa selalu berpikir kamu masih mencintainya dan tak ingin pisah darinya. Lepaskan Daffa... cobalah menerima aku... Adel"
"Mika... kamu terlalu baik.. apakah Adel pantas buatmu"ucap Adel sambil terisak.
Mika mendekati Adel dan menangkup wajah Adel dengan kedua tangannya...
"Lihat aku.... siapa yang pantas denganku, hanya aku yang bisa menilainya... kamu sudah lebih dari pantas buat aku. Aku ingin kamu melepaskan Daffa sekarang, agar tak ada lagi yang terluka.. baik kamu atau pun Daffa juga Citra akan terluka jika kamu hanya mengutamakan egomu.. "
"Mika..... aku akan mencobanya... tapi kamu harus bantu aku....besok aku akan bicara dengan Daffa.. "
"Adel... percayalah denganku... aku sangat mencintaimu... aku akan selalu disampingmu. Besok aku temani kamu menemui Daffa"
"Jangan Mik... biar aku saja yang menemuinya sendiri. "
"Aku tak mau Citra salah paham lagi"
"Mika... beri aku waktu... aku harus menyelesaikan masalah aku dengan Daffa dulu. "
"Aku tak mau Citra dan temannya melukaimu lagi... karena jika itu terjadi aku bisa khilaf, aku bisa bertindak kasar nanti jadinya.. "
"Tapi jika kamu ada diantara aku dan Daffa ,itu akan membuatnya canggung."
"Sudahlah... besok kita bicarakan itu lagi. Sekarang lukamu harus diobati"
Mika membawa Adel pulang kerumah. Ia ingin mengobati luka Adel dirumah saja.
********************
Terima kasih buat semua pembaca novel ini.
Mampir juga ya kenovelku ELEGI CINTA LANGIT DAN PELANGI
__ADS_1