
Daffa mendatangi toko roti bunda. Ia menemui bunda dikantornya.
"Ada apa Daffa.. kamu mencari bunda"
"Bunda ....apa aku ini sudah bunda anggap seperti anak bunda sendiri "tanya Daffa
"Tentu saja... mengapa kamu tanyakan itu.. apakah kamu merasa bunda sekarang tidak menyayangi kamu lagi.. "
"Bukan begitu bunda.. aku tahu bunda masih menyayangiku.. buktinya bunda masih tetap membelaku didepan Mika.. tapi aku ingin bunda jujur padaku"
"Apa yang harus bunda jujurkan.... "
"Aku ingin bertanya... tapi bunda harus jujur.. aku tak mau dibohongi lagi"
"Apa yang ingin kamu tanyakan.. bunda jadi sedikit gugup nih"ucap bunda sambil tersenyum
"Bunda... jujur lah padaku, Mika sebenarnya sedang sakit bukan... "ucap Daffa sambil menggenggam tangan bunda
"Kamu bicara apa nak.. "ucap bunda gugup dan menunduk
"Bunda.. aku mohon jujurlah.. aku dan Mika bukan hanya sebagai sahabat tapi aku sudah menganggap Mika seperti saudara aku sendiri. Walau akhir akhir ini kami sedikit beradalah, tapi dari dalam hatiku... aku tak pernah marah atau pun membenci Mika.. tapi jujur aku kecewa.. karena yang mendapat cinta Adel adalah Mika bukan diriku "
"Bunda tak tahu harus bicara apa nak"ucap Bunda dan mulai terisak
"Bunda... aku ingin tahu semuanya.. "
"Mika... Mika... sekarang ini sedang mengidap penyakit kanker otak stadium akhir..hiks.. hiks . "ucap Bunda tak bisa lagi menahan tangisnya.
"Aapaaa.... bunda.. ini tak mungkin.. tak mungkin Mika mengidap sakit itu"ucap Daffa meremas rambut nya frustrasi
"Bunda juga tak percaya.. tapi itulah kenyataan nya... bagaimanapun siap tak siap... bunda harus siap menerima semuanya"
"Bunda... sejak kapan Mika mengidap sakit itu"
__ADS_1
"Dokter bilang.. kemungkinan sudah lama.. tapi Mika menahannya dan baru mau periksa setelah penyakit itu parah dan ia tak bisa menahannya lagi"
"Lalu Mika tahu nya itu kapan... "
"Sejak empat bulan lalu.. sebelum Adel memutuskan akan menikah dengan Mika"
"Adel dan Mika baru berhubungan selama empat bulan.. berarti disaat Adel baru memutuskan menjalin hubungan Mika baru tahu semuanya"
"Ya... setelah itu Adel dan Mika pergi berobat dan memutuskan mengambil cuti. Disaat itu bunda baru mulai curiga ditambah lagi Adel mendesak ingin menikah secepatnya dengan Mika.. bunda makin curiga... "
"Jadi bunda juga tidak diberi tahu pertama Mika periksa kesehatan nya"
"Tidak... mereka menyembunyikan dari bunda... bunda baru tahu sekitar sebulan ini"
"Bunda tahu... kalau Adel saat ini lagi hamil.. "
"Aaapaaa... Adel Hamil.. "
"Ya... Adel lagi hamil, baru jalan beberapa minggu"
"Dari ibunya Adel"
"Bunda tak tahu apakah bunda senang atau sedih mendengar kehamilan Adel ini. Bunda akan senang jika pernikahan mereka akan kekal selamanya.. tapi bunda sedih karena bunda tahu kemungkinan Mika tidak dapat melihat kelahiran anaknya kelak"
"Separah itukah penyakit Mika bunda... "
"Dokter memvonis umurnya tak lebih dari setahun... dan itu berarti sisa umur Mika hanya delapan bulan lagi... Apakah ia sempat melihat kelahiran anaknya.. "
"Bunda... umur di tangan Tuhan... kita berdoa saja Mika panjang umurnya dan penyakit itu tidak dapat membunuhnya... "
"Daffa... apa salah bunda nak.. mengapa harus Mika... mengapa bukan bunda saja yang mengidap penyakit itu... jika saja nyawa bunda bisa ditukar dengan nyawa Mika... bunda rela nak"
"Bunda... bunda tidak boleh pesimis.. bunda harus kuat demi Mika, jika Mika tahu bunda serapuh ini... Mika akan sedih dan itu dapat memperparah penyakitnya"
__ADS_1
"Daffa... bunda sudah berusaha kuat dan tegar... tapi bagaimana pun bunda hanya seorang manusia biasa dan bunda tetaplah seorang ibu biasa... bunda tak sanggup menerima kenyataan ini... tapi bunda akan berusaha kuat demi Mika dan calon bayinya yang sekarang tumbuh dirahim Adel"
"Bunda... apa Mika masih mau berteman dengan aku"
"Tentu saja nak.. bunda malahan tambah senang jika kamu mau terus bersama Mika disisa hidupnya.. "
"Bunda.. jika pun Mika harus pergi meninggalkan kita.. bunda masih memiliki aku.. aku ini anak bunda jugakan"
"Daffa... kamu memang anak yang baik.. bunda sayang kamu nak"Ucap Bunda dan memeluk erat Mika sambil menangis.
"Bunda aku mau main kerumah saat ini... tapi aku takut Mika kembali mengusir aku"
"Maafin Mika ya Nak... pengaruh dari penyakitnya Mika memang jadi mudah emosi, mood nya cepat berubah... "
"Mika tak salah bunda.. aku jadi mengerti sekarang... aku akan berusaha memahami sikap Mika semampuku, tak peduli Mika akan mengusir aku setiap datang, aku akan berusaha terus sampai ia bisa menerima aku seperti dulu lagi"
"Daffa... kamu memang sahabat yang baik"
Daffa dan Bunda terdiam larut dalam pikiran mereka masing masing.
"Bunda... aku pamit dulu. Aku harap bunda jangan terlalu banyak pikiran, jika bunda ikutan sakit, itu akan membuat Mika tambah sedih, dan itu tak baik bagi kesehatan Mika. "
"Ya.. nak. Terima kasih karena mau memahami Mika... dan memaafkan dirinya.. dan juga terima kasih karena sudah menjadi sahabat Mika selama ini"
"Aku juga berterima kasih karena selama ini bunda telah memperlakukan aku seperti anak bunda. "
"Sama sama nak.. "
Daffa meninggalkan toko roti bunda menuju kediaman Mika.
*******************
Terima kasih untuk semua yang telah membaca novel ini.
__ADS_1
Mampir di novel terbaru aku yang berjudul SAHABATKU MADUKU
Berkisah tentang penglihatan seorang sahabat dengan suami sahabatnya sendiri