
Setelah selesai sarapan, yang mungkin bisa dikatakan makan siang, karena sekarang jam sudah menunjukan pukul sebelas, papanya Adel berjalan menuju ruang rawat inap Adel.
Langkah nya terhenti melihat seorang wanita yang mengintip dari kaca jendela..
"Hhhmmm... ibu mencari siapa... "tanya papanya Adel
"Maaf saya..... "suara wanita itu terhenti melihat orang yang bertanya
"Kamuu... mengapa kamu ada disini"
"Aku ingin melihat Adel... "
"Buat apa... bukankah selama ini kamu juga tak pernah ingat memiliki seorang putri"
"Aku selalu ingat... tapi kamu yang membawanya pergi dari rumah lama, aku sudah mencoba mencarinya... tapi tak pernah bertemu... "
"Kamu nggak sungguh sungguh mencarinya... karena aku masih ada dikota yang sama... "
"Ivan... aku tak pernah bermaksud meninggalkannya... kamu yang tak mengizinkan aku membawanya.. "
"Kamu pikir aku akan membiarkan ia dibesarkan sama ayah tirinya.. "
"Ivan... aku minta maaf. Aku memang salah.. tapi semua mungkin sudah takdir kita akan berpisah... tapi aku mohon biarkan aku mendekati Adel lagi... aku ingin menebus waktu ku bersamanya yang selama ini hilang"
"Adel tak pernah ingin melihatmu... "
"Aku tahu ia pasti kecewa dan marah padaku... tapi aku ingin minta maaf atas semua kesalahanku yang telah meninggalkannya... "
"Mengapa kamu tak menemuinya disekolah kemarin ...ketika kamu bertemu "
"Aku tak bisa... aku tak mau Citra anak tiriku tahu kalau Adel anak kandungku... "
"Itulah yang paling kubenci dari sikapmu... kau selalu saja mengutamakan anak tirimu... apakah kau tak tahu betapa sedih dan kecewanya Adel melihatmu yang berpura pura tak mengenalnya... kamu tahu... rasa bencinya makin besar sejak ia bertemu denganmu tapi kau tak mau menemuinya. "
__ADS_1
"Aku tahu... aku adalah ibu yang tak baik.. ibu yang jahat.. tapi apa aku salah ingin memeluk darah dagingku sendiri.. "
"Jelas salah ayu... kamu sudah meninggalkan ia dan lebih memilih anak tirimu... jadi aku minta kamu lupakan saja kalau kamu punya seorang putri kandung... aku akan sangat menghargaimu jika kamu tetap dengan aikapmu yang dulu... yang tak pernah peduli akan kehadiran anakmu... sekarang pergilah sebelum ia menyadari kehadiranmu.. "
"Ivan... aku ingin melihatnya.. aku tahu ia sedang sakit... aku ingin memeluknya.. "
"Jangan pernah kau menampakan wajahmu lagi dihadapannya......ia sudah punya ibu pengganti yang menyayangi seperti anak kandung sendiri... walaupun ia baru mengenal Adel.. Apakah kamu tak malu... orang yang baru mengenal anakmu beberapa bulan saja bisa menyayanginya sedangkan kamu ibu kandungnya yang pernah mengandungnya malah menelantarkannya... setelah ia menjadi seorang gadis yang baik... dan dengan tanpa rasa bersalah kau hadir dihadapannya... ingin mengakuinya putrimu... aku tak pernah rela kamu lakukan itu... sekali lagi aku katakan... pergilah.. jangan buat aku melakukan hal yang kasar"
"Ivan... kamu keterlaluan... "ucap Ayu pergi sambil menangis
"Aku tahu ivan... aku memang salah telah meninggalkan kalian.. tapi aku benar benar menyesal melakukan itu. Dulu aku masih muda... melihat teman sekantor memakai pakaian mahal dan bermerek aku juga ingin... sehingga aku khilaf. aku meninggalkan kalian untuk mengejar kemewahan itu.. tapi apa kamu tahu Ivan.. setiap malam aku menangis menyesali kepeutusan ku itu.. makanya aku tak mau memiliki anak lagi karena rasa bersalahku pada Adel anakku"
Ivan... papanya Adel masuk keruang rawat Adel, ia melihat Adel yang tertawa bahagia dengan Mika.
"Sayang... papa sangat bersyukur kamu menemukan keluarga yang begitu baik dan menyayangimu... papa jadi tak begitu kuatir melepaskanmu di kota ini... "
"Papa... mengapa berdiri disana saja... papa sudah makan"
"Sudah nak... kamu sudah makan. "
Papa Ivan tersenyum ke arah Mika..
"Mika marah karena Adel sering telat makan jika tak diomeli om"
"Om nggak apa apa jika kamu marah demi kebaikan Adel, anggap saja Adel adikmu sendiri... jika ia salah tegur saja.. "
"Baik om... lu dengar tuh... om mengizinkan gue marah jika lu bawel... ngeyel dan keras kepala"
"Papa... kok ngomong gitu... ntar Mika pasti tambah cerewet... lebih dari bunda"
"Ngapain nih... nyebut nyebut bunda.. "ucap Bunda yang baru datang
"Bunda... Mika tuh.. bawel"
__ADS_1
"Aku bawel memintanya makan bun.. "
"Kalau itu bunda juga akan lebih bawel memintamu makan.. "
"Bu... saya mengucapkan terima kasih karena ibu mau menerima dan menjaga putri saya. Saya nggak tahu harus membalasnya bagaimana. Saya melihat Adel begitu bahagianya bersama ibu dan Mika. Saya akan menitip Adel lagi.. karena saya harus kembali. Maaf jika Adel ada merepotkan. Dan jika Adel salah ibu marahi saja seperti anaknya ibu sendiri.. Maaf sekali lagi.. karena saya tidak bisa menunggu Adel sampai pulang dan saya tidak bisa mampir kerumah ibu"
"Nggak apa apa pak... saya juga senang dengan kehadiran Adel dirumah... "
"Sayang... papa harus pamit. Jika kamu rindu papa... pulang lah.. "
"Pa.. jika Adel rindu papa... bagaimana jika papa yang datang ke sini.. "
"Kalau papa tidak ada kerjaan papa pasti akan datang.. jaga kesehatamu. Jangan pikirkan mamamu lagi, bukankah kamu sudah ada bunda... "
"Papaa... Adel sayang papa...hiks hiks.. "ucap Adel sambil memeluk papanya dan menangis dibahunya.
"Sudah jangan menangis lagi... nggak malu dengan Mika dan bunda "
"Pa... hati hati"ucap Adel melepaskan pelukannya..
"Ini... buat jajan kamu, uang yang papa transfer biar saja di kartu ATM mu"
"Terima kasih pa.. "
"Kamu jangan telat makan lagi... jaga kesehatan dan jaga dirimu... "
"Ya... pa... "
"Papa harus pamit... selamat siang"papa mengecup dahi dan pipi putrinya.. "
Setelah itu papa Ivan pergi meninggalan ruang inap Adel..
**************************
__ADS_1
Terima kasih telah membaca novel ini
Mampir juga dinovelku ANTARA AKU, KEKASIHKU DAN SAHABATNYA