
Setelah selesai makan malam mereka kembali berkumpul diruang keluarga .
Michael membuka pembicaraan..
"Om... aku sebenarnya datang kesini selain bersiraturahmi dengan om dan tante.. aku ada maksud lainnya"
"Om sudah dapat menebak maksud kamu dari sikap kamu terhadap Rendra dan Adel "
"Om bisa saja.. saya secara resmi ingin meminang Adel menjadi istri saya.. saya harap om tak keberatan dengan maksud saya itu"
"Om tidak akan keberatan jika memang Adel setuju. Bagaimana Adel.. apakah kamu mau menerima Michael sebagai suami kamu"
Adel yang malu hanya menganggukkan kepalanya.
"Jika memang Adel sudah setuju, om rasa sebaiknya pernikahan itu dilakukan secepatnya.. karena niat baik tak baik ditunda lagi"
"Saya juga mau secepatnya om.. tapi pernikahan kan perlu persiapan yang matang"
"Pernikahan tidak perlu persiapan... yang banyak persiapan itu acara pestanya. Apa kamu mau mengadakan pesta Michael. "
"Ya.. om. Karena ketika Adel menikah dengan Mika mereka tidak mengadakan pesta.. "
"Jika kamu memang mau mengadakan pesta, berapa lama persiapan yang kamu inginkan"
"Mungkin tiga bulan lagi om.. "
"Bagaimana jika pesta pernikahan kamu dan Adel diadakan di kota ini... "
"Terserah Adel saja om.. "
"Pa.. apa nanti tak merepotkan papa "
"Anak perempuan papa satu satunya mau pesta, mengapa papa harus merasa keberatan, papa senang banget jika kamu mau mengadakan pestanya di kota ini. Nanti yang mengurus juga EO... bukan papa. Mama kamu juga bisa bantu nanti.. betulkan ma"
"Iya.. pa"jawab mama tiri Adel
"Jika memang kamu ingin pesta tiga bulan lagi... bagaimana jika kalian menikah saja dulu, pesta bisa kapan kalian mau.. tinggal bilang papa. Lagi pula mengapa begitu lama pestanya... "
"Tunggu uangku cukup buat pesta om.. "
"Oalah... ternyata uang yang jadi masalahnya... pesta pernikahan semuanya biar papa yang tanggung. itulah adalah akhir dari tanggung jawab papa kepada putrinya. Kamu tak usah pikirkan biaya "
__ADS_1
"Mungkin Michael ingin pesta dengan biaya sendiri Pa.. "ucap mama tiri Adel
"Nggak perlu Michael...uang yang ada dalam tabungan kamu, bisa kamu gunakan untuk menambah modal usaha kamu.. "
"Tapi om.. aku malu lah jika biaya semua om yang tanggung"
"Iya Pa.. nanti apa kata orang.. masa lelaki nya lepas tangan dengan biaya pernikahan "ucap Mama tiri Adel lagi.
"Itu kan kemauan papa.. bukannya kamu yang minta. Ini memang sudah dari Adel kecil menjadi keinginan papa.. akan membiayai pernikahan putri papa dengan mewah.. dengan biaya dari papa semuanya "
"Papa... terima kasih. Adel sayang banget sama papa.. "ucap Adel Memeluk erat papanya. Mama tiri Adel memandang sinis kearah Adel dan itu tampak oleh Michael.
"Sepertinya mama tiri Adel tidak menyukai kehadiran nya.. apakah itu penyebab Adel memilih sekolah ke luar kota... "
"Michael bagaimana jika kamu menikahi Adel besok pagi "
"Maksud papa apa.. "tanya Adel
"Biar anak papa nggak tidur cuma berdua Rendra saja... "
"Tapi aku belum mengurus surat nikah om"
"Nggak perlu kamu tinggal siapkan KTP saja"
"Nggak nikah resmi juga.. tapi kamu tinggal siapkan KTP saja.. tapi sebaiknya lusa saja, kamu bisa menghubungi bunda.. minta ia datang besok... "
"Papa seperti main main saja pernikahan"
"Papa ingin melihat kamu tersenyum seperti ini terus sayang... sudah lama papa nggak lihat senyum kamu.. mungkin kehadiran Michael disampingmu dapat melepaskan kerinduan kamu pada Mika.. "
"Papa... "ucap Adel mulai terisak mendengar nama Mika.
"Jangan menangis lagi nak.. sudah cukup air mata yang kamu tumpahkan selama ini.. kamu harus bahagia... Mika pasti juga akan bahagia jika melihat kamu tersenyum terus"
"Pa... apakah Adel salah menjadikan Michael pengganti Mika.. apakah Mika tak akan marah jika Adel menikah lagi"
"Sayang... Mika sangat mencintai kamu, pasti ia mengharapkan kebahagiaan buatmu ..jadi ia tak akan marah jika yang kamu lakukan itu demi kebahagiaan kamu dan Rendra, lagi pula Michael juga kembaran nya Mika.. "
"Pa.. "ucap Adel kembali memeluk papanya.
Mama tiri Adel tampak tak senang, ia melihat dengan mata sinis.
__ADS_1
"Enak benar kamu Adel.. pernikahan yang kedua saja mau dipestakan secara besar besaran.. menghabiskan uang suami ku saja"
"Michael... Adel kamu menginap di sini saja... mengapa harus di hotel.. "
"Aku takut Michael kurang nyaman Pa.. "
"Kamu kan sudah mau menjadi menantu om.. mengapa harus kurang nyaman.. oh ya.. kamu jangan memanggil om lagi tapi papa seperti Adel"
"Pakaian kamu semuanya di hotel, ini tadi cuma bawa baju Rendra takut kotor tadi "
"Kalau begitu, kamu dan Adel pergi jemput pakaian di hotel.. langsung cek out. Besok kamu temani papa mengurus surat pernikahan kalian.. pergilah sekarang pakai mobil papa.. mumpung Rendra tidur, kalau mau jalan jalan keliling kota bisa sekalian.. "
"Nanti kalau Rendra bangun bagaimana om.. eh pa"
"Kamu jangan meremehkan papa... papa yang membesarkan Adel seorang diri dari usianya enam tahun, waktu kecil juga papa yang lebih sering menggedongnya.. karena mama Adel kerja. ..."
"Nanti kalau haus bagaimana...apakah papa bisa memberi susu pada Rendra"
"Tentu saja bisa Adel... kamu lupa kalau kamu masih ngedot susu sampai kelas enam SD"
"Papa.. jangan buat malu Adel lah. Pa.. ini susu formula Rendra.. papa tinggal beri air hangat saja.. "
"Iya... bawalah Michael pergi keliling kota ini. Biar ia tahu kota kelahiran kamu"
"Baik Pa.. jagain Rendra baik baik.. tante.. Adel titip Rendra ya.. "
"Adel mengapa kamu masih memanggil tante dengan mama kamu.. papa nggak suka "
"Nggak apa Pa.. mana yang lebih enak sama Adel saja. "
"Tapi lebih enak jika ia memanggil mama... "
"Iya Pa... mama.. Adel berangkat dulu. "
"Hati hati Adel... "ucap mama tiri Adel
"Pa.. ma.. kami permisi.."ucap Michael
Adel Dan Michael pergi ke taman kota untuk mencicipi berbagai kuliner.
*******************
__ADS_1
Terima kasih buat semua pembaca setia novel ini.