Antara Aku, Kekasihku Dan Sahabatnya

Antara Aku, Kekasihku Dan Sahabatnya
Bab 50. Takdir Allah


__ADS_3

Terkadang takdir Allah itu terasa begitu menyakitkan... Namun ternyata didalamnya ada rahmat. Segala sesuatu dari Allah itu pasti indah


********************


Setelah meminum obatnya Mika tampak tertidur. Adelpun ikut berbaring disampingnya.


Bunda menangis sendiri di sudut ruangan, ia baru pertama kali melihat Mika kesakitan. Ia sangat sedih menyaksikan anak nya yang harus menahan rasa sakit..


"Ya Tuhan... mengapa bukan aku saja yang mengidap penyakit itu. Aku sudah tua... sedangkan anakku masih muda.. masih banyak yang ingin ia lakukan dan wujudkan. Jika saja nyawa bisa ditukar... aku rela menukar nyawaku demi Mika... "


Bunda masih menangis ketika Adel menghampirinya.


"Bunda... ."ucap Adel memeluk tubuh bunda


"Adel... apa salah bunda nak... mengapa Tuhan memberi cobaan seberat ini dengan bunda.. "


"Bunda... Tuhan tidak akan memberi cobaan diluar kemampuan kita... mungkin Tuhan yakin jika bunda kuat menghadapi ini. ..."


"Adel... bunda beruntung memiliki menantu seperti kamu, walau usiamu masih belia tapi kamu cukup tabah dan sabar menghadapi semuanya... "


"Bunda... aku harus kuat dan sabar didepan Mika. Aku tak mau ia melihat kerapuhanku..padahal bunda...terkadang aku juga berprasangka buruk... . mengapa aku yang diberi cobaan ini... apakah Tuhan tidak pernah mau melihat aku bahagia... baru saja aku merasakan kebahagiaan... aku harus menerima kenyataan kalau orang aku cintai sewaktu waktu dapat meninggalkan aku.. aku terkadang ingin berteriak... mengapa aku dan aku yang selalu diberi cobaan.. mengapa setiap orang yang aku cintai meninggalkanku... apa salahnya aku... mengapa Tuhan tak bisa membiarkan aku hidup dengan orang yang aku cintai.. pertama ibu.. lalu ayah dan yang lebih menyakitkan aku mungkin saja kehilangan Mika untuk selamanya... bunda... aku terkadang ingin mengakhiri hidupku sebelum Mika benar benar akan meninggalkan aku. Aku takut... aku tak sanggup nantinya melihat Mika harus pergi... "Adel makin terisak.


"Adel... bunda juga tak tahu nak... apakah bunda juga sanggup menerima ini... apakah bunda sudah siap sewaktu waktu harus berpisah dari Mika... siapa yang akan menemani hari tua bunda... "


"Bunda... Adel janji tak akan pernah meninggalkan bunda "


Lama mereka berpelukan sambil menangis. Adel akhirnya sadar jika Mika masih dikamar dalam toko roti bunda.


"Bunda.. aku mau menemani Mika.. aku tak mau nanti jika ia bangun.. aku tak ada disampingnya"


"Ya... sayang. Pergilah.. temani Mika. Terima kasih selalu ada buat Mika.. nak"


Adel melepaskan pelukannya.. ia berjalan menuju kamar di mana Mika lagi tertidur.


Adel naik ketempat tidur dan masuk kedalam pelukan Mika. Ia memeluk pinggang Mika dan menyembunyikan wajahnya didada Mika. Ia menciumi bau tubuh Mika.. yang sangat disukainya.


Tanpa sadar Adel pun ikut terlelap dalam pelukan Mika.

__ADS_1


Mika membuka matanya dan melihat Adel yang memeluknya erat. Mika mencium pucuk kepala Adel.


"Maafkan aku sayang... aku tidak bisa membuatmu bahagia... aku hanya bisa membuatmu cemas dan kuatir. Ya.. Tuhan... apakah aku berhak marah... aku tahu semua ini takdir darimu... tapi aku begitu sulitnya menerima semua ini dengan ikhlas... aku masih ingin lebih lama hidup... aku juga ingin merasakan bahagia nya memiliki keturunan dan keluarga yang sangat harmonis... tapi aku tahu itu tak akan pernah terwujud. ."


Mika mengecup lama sekali kepala Adel, dan tanpa ia sadar air matanya jatuh membasahi wajah Adel. Adel yang merasakan wajahnya basah, menyadari kalau Mika menangis.


Ingin rasanya Adel berteriak... mengatakan pada dunia... mengapa begitu kejamnya dunia ini terhadapnya... mengapa tak pernah memberikan kebahagiaan buatnya.


Tanpa sadar Adel memeluk tubuh Mika makin erat, Mika yang tahu Adel sudah bangun, menurunkan kepalanya mensejajarkan dengan wajah Adel.


"Sayang... peluknya erat banget. Tak akan ada yang merebut aku dari pelukanmu"goda Mika


"Memang nya tak boleh memeluk erat begini.. ya sudah kalau tak mau dipeluk"ucap Adel pura pura merajuk dan melepaskan pelukannya.


"Duh merajuk... nanti tambah cantik loh"


"Bagus dong kalau tambah cantik"


"Nggak boleh... nanti banyak yang naksir"ucap Mika Dan menarik pinggang Adel agar merapat ketubuhnya.


"Sayang... besok kita periksa kesehatan kamu lagi ya... sudah hampir sebulan nggak keruma sakit.. obatmu juga sudah mau habis"


"Besok kita konsultasi dengan dokter.. selain operasi apa yang dapat mencegah kanker agar tak makin berkembang... "


"Tapi aku tak mau menghabiskan sisa hidupku dirumah sakit"


"Sisa hidupmu hanya akan dihabiskan bersamaku... "ucap Adel mengecup bibir Mika. Adel tahu kalau penyakit kanker dapat mempengaruhi kehidupan s*ksualnya...tapi ia menginginkan keturunan dari Mika sebagai pengganti bila nanti ia pergi selamanya... dan Adel harus agresif membangkitkan gairah Mika.


"Kamu makin nakal dan berani "ucap Mika dan membalas kecupan Adel.


Adel memasukan tangannya ke dalam baju Mika mengusap perut suaminya pelan dan mencoba merangs*ng Mika.


Awalnya Mika tak bereaksi, ia hanya mengecup pelan bibir Adel. Tapi Adel yang telah menyentuh daerah sensitifnya membangkitkan gairah bercintanya.


"Kamu makin nakal... "bisik Mika dan menggigit daun telinga Adel


"Sayang... aku mau"ucap Adel dengan suara manja

__ADS_1


"Mau apa... "tanya Mika pura pura tak mengerti


"Mau kamu makan... "


"Serius mau.. nggak malu nanti bunda tahu"


"Memang nya bunda bisa lihat"


"Nggak bisa sih... tapi bisa mendengar desahan kita nantinya "bisik Mika


"Ah... batin. Bunda juga dulu seperti kita"ucap Adel. Padahal sebenarnya ia malu, tapi ia harus sering melakukan hubungan dengan Mika sebelum ia betul betul tak sanggup melakukan hubungan lagi.


Mika langsung melum*t bibir tipis Adel, dan ia membalasnya,membuat gairah Mika naik. Ciuman yang pertama lembut itu perlahan memanas. Mereka saling mengecap, menghisap dan membelit lidah.


Mika sudah melecuti seluruh pakaian Adel tanpa sisa. Ia memandangi seluruh tubuh Adel dengan intens. Membuat Adel malu dan menutup wajahnya.


"Mengapa masih malu sayang... aku sudah hafal setiap lekuk tubuhmu bahkan aku juga ingat dimana letak tahi lalatmu"


"Mika.. mesum ah"


Mika menaiki tubuh Adel dan mengurungnya dibawah tubuhnya. Ia menciumi seluruh bagian dari tubuh Adel dari dahi sampai perutnya. Setelah ia merasa puas, Mika melakukan penyatuan tubuh mereka.


Setiap melakukan penyatuan, Adel akan selalu berdoa semoga benih yang ditanamkan Mika dirahimnya akan berbuah hasil menjadi satu keturunan.


"Semoga benih yang kamu tanamkan membuahkan hasil... aku ingin kamu meninggalkan kenangan yang akan menemani aku seumur hidup... "


Setelah melakukan penyatuan tubuh mereka, Mika tidur disamping Adel sambil memeluk erat tubuhnya dalam keadaan masih sama polos.


************************


Terima kasih buat yang telah membaca novel ini. Mampir juga ke novel novel aku yang lainnya...


-ELEGI CINTA LANGIT DAN PELANGI


-AKU BUKAN SIMPANAN


-CINTA TAK PERNAH SALAH.

__ADS_1


Jangan lupa tinggalkan jejaknya..berupa like, koment Dan Vote


__ADS_2