Antara Aku, Kekasihku Dan Sahabatnya

Antara Aku, Kekasihku Dan Sahabatnya
Bab 28. Hari Pertunangan Daffa


__ADS_3

Setelah pertengkarannya dengan Citra di sekolah, Adel selalu menghindari Daffa. Ia tak mau dianggap sebagai pengganggu hubungan orang walau sebenarnya disini ia lah korban.


Adel selalu mengurung diri di kamar. Ia tahu nanti malam adalah hari pertunangan Daffa dan Citra.


Adel memandangi undangan yang khusus diberikan teman Citra buat dirinya.


"Bagaimana ini... apakah aku harus hadir atau tidak. Jika aku hadir... aku takut tak sanggup menahan air mata ku tapi jika aku tak hadir pasti Citra mengira aku tak rela atas pertunangan ini... "


Sedang asyik melamun Adel mendengar pintu kamarnya diketuk.


"Masuklah... tidak dikunci"


Mika masuk ke kamar dan duduk di tepi ranjang,memperhatikan Adel yang duduk bersandar dikepala ranjang sambil memeluk boneka.


"Kalau kamu tak sanggup buat hadir... jangan dipaksakan,dari pada hatimu nanti terluka dan sedih"


"Tapi aku tak mau Citra menganggap diriku pecundang jika tak hadir"


"Jangan dengarin omongan orang... tapi dengarkan kata hatimu.. "


"Mika... aku mau hadir... tapi tolong bawa aku pergi jika kamu melihatku sudah tak sanggup berada disana nanti"


"Baiklah... tapi cobalah sekali lagi berpikir... apakah kamu memang mau hadir... masih ada waktu beberapa jam sebelum acara nanti malam... "


Ketika sore menjelang Adel mengatakan pada Mika jika ia akan menghadiri pesta pertunangan Daffa dan Citra yang akan diadakan di salah satu hotel berbintang.


################

__ADS_1


Mika menunggu Adel di ruang tamu sambil bermain ponsel. Adel tidak memerlukan pergi ke salon untuk merias dirinya... karena ia memang tak suka berias menor. Ia hanya menyapu wajahnya dengan riasan tipis.


Adel keluar dengan memakai dress hitam selutut tanpa lengan. Ia tampak cantik dengan baju yang pas dibadannya.



Mika melihat Adel tanpa berkedip..


"Hei... aku sudah siap. Apa kita berangkat sekarang"ucap Adel melambaikan tangan didepan wajah Mika yang hanya terdiam tanpa bersuara.


"Mikaaa.... "ucap Adel sedikit berteriak karena tak ada respon dari Mika.


"Eh.. iya... kamu cantik banget.. "ucap Mika akhirnya.


"Terima kasih... kamu juga ganteng banget"ujar Adel, ia memang tak berbohong. Mika tampak ganteng dengan jas abu abu garis putih.



"Yuk.. nanti kita bisa telat karena jam segini jalanan macet"


Mereka berangkat menuju hotel tempat berlangsungnya pesta pertunangan Daffa dan Citra tanpa. Adel larut dalam pikirannya begitu juga Daffa.


Sampai di hotel.. tampak sudah ramai mobil dan para tamu. Banyak teman satu sekolahan yang tampak.


Mika membukakan pintu buat Adel. Tapi Adel belum juga mau keluar dari dalam mobil.


"Apa kamu ragu... jika kamu ragu kita pulang saja ya... "ucap Mika sambil menundukkan badannya agar sejajar dengan Adel.

__ADS_1


"Mika... aku mau hadir... tapi ada sesuatu yang membuat aku ragu. Bukan pertunangan Daffa dan Adel yang membuatku ragu... tapi aku takut bertemu seseorang yang akan membuat diriku sedih.. "


Mika tahu, pasti yang dimaksud Adel adalah ibunya. Ia pasti akan sangat sedih ketika melihat ibu kandung nya mendampingi gadis yang telah merebut kekasihnya.


"Kalau begitu... kamu tidak usah hadir saja.. "


"Tapi kita sudah berada disini.. "Adel akhirnya keluar dari dalam mobil.


"Ayolah... aku harus kuat. Mengapa aku memikirkan orang orang itu ,yang mungkin tak pernah memikirkan diriku sekalipun... "


"Itu baru Adel. Kamu harus memperlihatkan pada mereka..... kalau kamu cewek yang tegar. Tak boleh perlihatkan keputus asaan mu.. mereka akan senang jika melihatmu terpuruk"


Adel dan Mika masuk ke ballroom hotel tempat berlangsungnya pertunangan Daffa dan Citra dengan menggandeng tangan Mika.


Mika yang tak siap dengan prilaku Adel sangat kaget.


"Mika... aku boleh pinjam tangan mu ya.. buat aku tambah kuat.. "bisik Adel


"Kamu bisa meminjam seluruh tubuh dan hatiku... untuk tempatmu bersandar. "


Banyak mata dari teman teman satu sekolahan melihat kearah mereka. Semua memandang iri karena Adel dan Mika tampak sangat serasi dengan warna pakaian yang senada, seakan akan mereka memang merencanakan semuanya. Padahal baik Adel dan Mika tak pernah janjian atau sepakat memakai pakaian senada. Semua hanya kebetulan..


******************************


Terima kasih buat semua pembaca novel ini.


Mampir juga di novelku yang berjudul ELEGI CINTA LANGIT DAN PELANGI

__ADS_1


__ADS_2