Antara Aku, Kekasihku Dan Sahabatnya

Antara Aku, Kekasihku Dan Sahabatnya
Bab 44. Bertemu Daffa


__ADS_3

Adel pergi ke kampus setelah memastikan Mika tertidur setelah minum obatnya.


Adel ingin mengurus izin cuti kuliah untuk sementara, ia juga mengurus izin cuti kuliah buat Mika.


Setelah dari ruang administrasi, Adel yang merasa haus menuju kantin kampus. Ia mengamati seluruh isi kantin..


"Rindu juga duduk dikantin sambil makan dan minum berdua Mika.. kapan lagi ya aku bisa merasakan duduk dilantik lagi berdua Mika... apakah itu dapat aku lakukan lagi... semoga saja, karena aku masih mengharapkan keajaiban Tuhan buat Mika... semoga ia dapat sembuh seperti saat dulu lagi"


Tanpa Adel sadari air matanya jatuh membasahi pipi. Daffa yang akan masuk ke kantin melihat Adel menangis menghampirinya.


"Mengapa kamu menangis Del... apakah Mika menyakitimu"


Adel memandang kedepan dan melihat Daffa yang duduk didepannya.


"Mika tak pernah menyakitiku.. kami saling mencintai Daf.. "lirih Adel


"Sudah lama aku tak melihatmu dan Mika dikampus...kalian sering bolos sekarang"


"Hhmmm... "hanya deheman sebagai jawaban Adel


"Kamu bahagia bersama Mika... "


"Tentu saja Daffa.. mengapa kamu menanyakan itu"


"Kamu kelihatan sedikit lebih kurus dan wajahnya terlihat seperti orang yang kurang tidur, matamu bengkak seperti habis menangis"


"Mungkin karena kemarin kami begadang sambil menonton Daf"bohong Adel


"Aku harap kamu tak membohongi aku Del. Del jika Mika menyakitimu, kamu bisa datang padaku, aku masih mau menerimamu kembali, karena cintaku dari dulu sampai hari ini belum pernah berubah... aku masih tetap mencintaimu seperti pertama aku bertemu dan mencintai kamu. Aku masih tetap berharap kita dapat bersama lagi.. "


"Maaf Daffa... tapi hatiku saat ini dan sampai kapanpun hanya buat Mika seorang, aku sangat mencintainya."


"Apakah kamu dulu juga mencintaiku sebesar rasa cintamu pada Mika saat ini Adel "


"Aku tak tahu Daffa.. mungkin saja ya dan mungkin saja tidak, karena aku sudah melupakan rasa cinta ku padamu dimulai saat kamu bertunangan "


"Beruntungnya Mika dicintai oleh kamu sebesar ini.. "


"Kamu juga dapat merasakan cinta dari Citra... cobalah kamu membuka hatimu buat Citra dan terima dirinya untuk dapat masuk dan menempati hatimu, karena bagaimanapun Citra adalah tunanganmu, suatu saat kamu dan Citra pasti akan menikah jugakan"


"Aku tak tahu Del... apakah aku bisa mencintai Citra sebesar cintaku padamu"

__ADS_1


"Semoga saja Daffa. Aku selalu mendoakan kamu mendapatkan kebahagiaan, bagaimanapun kamu pernah mengisi hatiku, jadi aku berharap kamu juga bahagia seperti aku yang telah menemukan kebahagiaan aku"


"Mana Mikanya Del.. "


"Aku datang sendiri... Mika ada yang perlu diutusnya.. "


"Boleh aku mengantar kamu"


"Aku bawa mobil Mika.. "


"Oh.. sampai jam berapa kamu kuliah"


"Ini aku sudah mau pulang... "


"Hati hati... masih bolehkan jika aku bertemu kamu"


"Tentu saja boleh... Aku pamit dulu ya... salam buat Citra... "


Adel berjalan meninggalkan Daffa seorang diri. Tanpa mereka tahu Citra mendengar semua yang mereka bicarakan.


"Apakah sih kekurangan aku Daf... mengapa kamu tidak bisa mencintaiku.. padahal kamu sudah mendengar sendiri jika Adel tak mencintai kamu lagi... apa yang harus aku lakukan agar kamu dapat mencintaiku seperti kamu mencintai Adel"


"Lagi ngapain Daffa... ke kantin bukannya makan tapi bengong "


"Kamu Cit... sejak kapan kamu datang "


"Sejak tadi kamu ngomong dengan Adel"


"Kamu menguning pembicaraan kami"


"Buat apa aku mengupingnya...aku juga datang setelah Adel berdiri dan meninggalkan kantin. Sudah lama aku tak melihat Adel, sering bolos tuh anak sejak pacaran dengan Mika"


"Itu bukan urusan kamu"


"Juga bukan urusan kamu Daffa.. karena ia sudah tak mencintaimu lagi"


"Dari mana kamu tahu jika ia tak mencintaiku lagi"


"Ia pernah mengatakan padaku, dan juga jika ia mencintaimu tak mungkin mau meninggalkan kamu. Kamu saja yang tak bisa menerimanya... ia sekarang hanya mencintai Mika, apa lagi ia dan Mika tinggal seatap..apapun bisa ia lakukan berdua.. "


"Sudahlah Citra.. aku lagi tidak mau berdebat"Daffa langsung berdiri dan meninggalkan Citra.

__ADS_1


####################


Setelah dari kampus Adel menemui papa nya yang sedang berada di kantor urusan agama. Adel menyerahkan berkas pada papanya.


"Pa ini semua berkas yang papa minta.."


"Oke.. papa akan mengurusnya agar kamu bisa menikah dengan Mika lusa. "


"Pa.. aku pamit dulu, aku tak bisa meninggalkan Mika sendirian dirumah. Aku takut jika sakit kepalanya datang, tak ada orang dirumah. "


"Ya nak... hati hati"


"Pa.. terima kasih atas semuanya.... aku sayang papa "ucap Adel sambil memeluk papanya


"Papa juga sangat menyayangi kamu nak.. Apapun itu yang membuat kamu bahagia akan papa lakukan. Setelah menikah papa harap kamu bisa membujuk Mika buat operasi"


"Ya pa... semoga saja Mika mau melakukannya"


"Ya nak.. papa selalu mendoakan kebahagiaan kamu dan Mika"


"Pa.. terima kasih atas doa doa papa.. aku pamit dulu"


Adel meninggalkan papanya yang masih berdiri melihat kpergiaan Adel.


"Semoga saja ini pilihan yang tepat nak... papa harap kamu bahagia dengan pernikahan kamu ini.. "


Adel masuk kerumah dan langsung menuju ke kamar Mika. Adel tidak tahu jika bunda mengikutinya. Bunda sudah mencurigai sejak Adel ngotot ingin menikah.


"Apa sebenarnya yang kalian sembunyikan, mengapa kalian mengambil cuti kuliah.. apa karena ingin menikah.. tapi mengapa harus cuti. Dan mengapa Adel tadi menangis dikantin dan juga dipelukan papanya. Aku harus mencari tahu"


***************************


**Terima kasih untuk semua yang telah membaca novel ini.


Mampir juga dinovelku yang berjudul


-AKU BUKAN SIMPANAN


-ELEGI CINTA LANGIT DAN PELANGI


-CINTA TAK PERNAH SALAH**

__ADS_1


__ADS_2