
Bunda masuk ke dalam kamar Mika. Dan mencari sesuatu yang bisa jadi petunjuk. Ia curiga.. mengapa Mika dan Adel memutuskan menikah secepat ini. Ia tahu kalau Mika sangat mencintai Adel, tapi tak pernah sekalupun ia mengatakan ingin menikah secepat ini.
Bunda melihat satu kertas dan beberapa hasil pemeriksaan dari rumah sakit dari dalam laci lemari. Betapa kaget bunda setelah mengetahui semuanya.
"Mika.. mengapa kamu menyimpan semua ini dari bunda nak... bunda ini ibu kamu, berhak juga tahu apa yang sedang kamu derita... bunda tahu maksud kamu menyimpan semua ini agar bunda tak sedih, tapi kamu tahu... dengan kamu menutupi semua ini bunda jadi jauh lebih sedih, karena bunda tak bisa ikut merasakan apa yang kamu derita... "
Bunda menangis mengetahui Mika mengidap penyakit yang sangat mematikan. Tiba tiba bunda mendengar suara mobil. Ia pun memadukan semua berkas itu lagi kedalaman laci.
Bunda bergegas masuk ke kamarnya. Ia tak mau jika Mika tahu ia mengacak kamarnya.
"Sayang... bukankah di luar itu mobilnya bunda"tanya Adel
"Iya.. mungkin ada yang perlu bunda ambil"
"Bunda... bunda... bunda dimana...."teriak Adel
"Adel... aku mau istirahat dulu.. "
"Ayo aku antar.... biar kamu minum obat dulu"Adel ikut masuk ke kamar dan memberikan obat Mika.
"Tidurlah dulu... aku menemui bunda dulu.. "
"Sayang... cium dulu"ucap Mika menunjuk bibirnya
"Manja banget sih... "Adel mengecup bibir Mika
Setelah itu ia mencari bunda,karena tak dapat ditemui juga.. Adel yakin bunda ada di kamar.
"Bunda... bunda ada didalam kan... boleh Adel masuk .."ketuk Adel
"Silakan sayang.. "
"Bunda... bunda kenapa menangis. Bunda sakit"Adel kaget melihat bunda yang menangis dan langsung memegang dahi bunda memeriksa suhu tubuhnya
"Bukan badan bunda yang sakit tapi hati bunda"
"Bunda... siapa yang telah menyakiti hati bunda..."
"Kamu dan Mika.. "
__ADS_1
"Adel... apa yang telah Adel lakukan yang membuat bunda sakit hati... maafkan Adel"
"Mengapa kalian menyembunyikan semua ini dari bunda.... bunda juga berhak tahukan"
"Bunda... apa yang bunda maksud"
"Mika... Mika lagi mengidap satu penyakit berbahaya kan"
"Bunda... maafkan kami. Bukan maksud kami menyembunyikan semua ini dari bunda, Mika bilang ia akan memberitahukan Bunda juga nanti, tapi tunggu waktu yang tepat.. kami tak mau membuat bunda sedih"
"Tapi dengan menyembunyikan semua ini tambah membuat hati bunda sedih... seolah Mika sudah tak membutuhkan bunda.. ia lebih percaya kamu dari bunda"
"Bunda... Mika juga menyembunyikan itu dari Adel... tapi Adel curiga melihat Mika sering sakit kepala dan lesu. Adel langsung mencari tahu dan memaksa Mika untuk jujur"
"Adel.. maafkan bunda salah sangka.. "
"Adel nggak apa apa bunda... bunda Adel mau bunda jangan memperlihatkan kesedihan bunda didepan Mika... itu akan menambah pikirannya... untuk saat ini kita tak boleh membuat Mika berpikir terlalu banyak.. "
"Apa yang harus dilakukan biar penyakitnya hilang.. "tanya Bunda dengan terisak
"Dokter menyarankan buat operasi untuk memperpanjang umur Mika, tapi ia tak mau melakukannya.. karena itu tidak menjamin kesembuhan hanya dapat membuat ia sedikit panjang umur. Tapi Mika berprinsip umur ditangan Tuhan, jadi ia pasrahkan hidupnya di tangan Tuhan"
"Apa yang harus bunda lakukan Adel.. bunda tak siap jika harus kehilangan Mika secepat ini... Mika satu satunya harta bunda yang paling berharga"
"Sayang.. bunda mohon lakukan Apapun yang dapat memperpanjang umur Mika.. bunda rela kehilangan semua harta bunda.. "
"Bunda... saat ini Adel masih membujuk Mika.. doakan Adel bisa membujuknya"
"Adel... bunda mohon.. dampingi Mika sampai akhir hayatnya.. jangan pernah meninggalkan Mika walau Apapun yang terjadi. Bunda tahu permintaan bunda ini egois... kamu wanita yang cantik dan baik... masih banyak lelaki sempurna yang mau mendampingimu... tapi biarlah kali bunda egois.. karena memintanya tetap berada disamping Mika... Karena bunda tahu kamulah penyemangat hidupnya"
"Bunda... Adel mencintai Mika. Tanpa bunda mintapun Adel akan mendampingi Mika apapun yang akan terjadi dengan Mika.. Adel Tak akan pernah meninggalkan Mika, itulah sebabnya Adel mau menikah dengan Mika secepatnya... biar Adel bisa selalu berada disamping Mika.. baik siang ataupun malam"
"Terima kasih sayang atas semua cintamu pada Mika... bunda sayang kamu"bunda memeluk Adel sambil menangis.
"Bunda mau bertemu Mika.. "
"Bunda takut bunda nanti menangis.. biar saja besok kamu bawa Mika main ketoko ya.. "
"Baik bunda... sekarang bunda mau tidur dirumah"
__ADS_1
"Biar bunda di toko saja, bunda takut nanti tak bisa menahan diri, bunda takut menangis didepan Mika.. bunda tak ingin ia ikut sedih. Bunda titip Mika ya nak.. "
"Ya.. bunda.. aku masuk kamar dulu melihat Mika.. "
"Ya.. bunda langsung kembali ketoko"
"Hati hati bunda menyetirnya...jangan banyak pikiran.. konsentrasi.. atau biar Adel yang antar"
"Jangan.. kamu temani saja Mika. Ia membutuhkan kamu. "
"Baiklah bunda... Adel tinggal dulu.. "
Adel meninggalkan kamar bunda dan masuk ke kamar Mika. Ia melihat Mika yang sudah tertidur.
Adel langsung memeluk dan menciumi Mika. Pintu kamar yang sedikit terbuka membuat bunda mengintip, ia melihat Adel yang sedang memeluk dan menciumi Mika.
"Mika... beruntung kamu memiliki Adel yang sangat mencintai kamu.. bunda tak tahu harus berkata apa buat Adel... karena bunda tahu ucapan terima kasih saja tidak cukup buatnya yang telah mengorbankan hidupnya untuk mendampingi kamu... "
Bunda pun meninggalkan rumah, ia tak mau mengganggu mereka. Karena mereka masih pengantin baru.
Mika membuka matanya dan melihat Adel yang wajahnya sangat dekat dengannya.
"Kamu nakal ya sekarang.. sukanya mencium aku.. "
"Memang tak boleh ya mencium suami sendiri"
"Boleh.. tapi jika nanti aku meminta lebih bagaimana"
"Apapun yang kamu minta.. jika aku sanggup... akan aku lakukan"ujar Adel
"Itukah kata kata aku tadi"
Adel tertawa dan Mika pun ikut tertawa, ia memeluk pinggang Adel agar tak ada jarak lagi diantara mereka.
"Aku sayang kamu... jika suatu saat aku lupa kalau aku sangat menyayangi kamu.. tolong kamu ingat satu hal... kalau hati ini telah kamu isi sepenuhnya.. tak ada tempat dihatiku buat orang lain... aku sudah menutup dan menguncinya hanya untuk kamu tempati seorang... aku sangat mencintaimu sayang"
Mika mengecup semua bagian diwajah Adel. Adel pun tambah merapatkan tubuhnya. Ia memeluk erat tubuh Mika, seolah jika ia melepaskan pelukannya, Mika akan pergi jauh.
***********************
__ADS_1
Terima kasih buat semua yang telah membaca novel ini.
Mampir juga ya di novel karya karya aku yang lainnya.