Antara Aku, Kekasihku Dan Sahabatnya

Antara Aku, Kekasihku Dan Sahabatnya
Bab 19.


__ADS_3

Adel membuka kulkas tampak ayam di freezer. Dan ia melihat ada berbagai macam sayuran. Ia membuat menu sayur capcai dan ayam goreng balado . Masakan yang simple agar Mika bisa makan dengan segera.


Setelah selesai, Adel menyiapkan di meja makan, ia meneriaki Mika. Ia tak mau masuk kamar, takut Mika mengerjainya lagi.


"Mika... Mika... sudah selesai nih masaknya... cepatlah makan.. katanya lapar"teriak Adel


Setelah menunggu beberapa saat tapi Mika belum juga muncul, Adel berdiri didepan pintu. Mengedor pintu dengan kerasnya.


"Mikaaa..... banguuunnnn..... "teriak Adel dengan sangat keras.


"Apaan sih Del... memangnya ini di hutan teriak teriak seperti Tarzan saja. Kamu kira aku tuli"


"Tuli nggak tapi budek.. dari tadi diteriaki nggak juga dengar "


"Oh.. itu... sengaja.. "


"Apaaa.... jadi dari tadi aku teriak kamu sudah dengar... kamu tahu.. sakit nih tenggorokan teriak"


"Tahu sakit... napa teriak.. Kamu kan bisa langsung masuk kamar panggil aku, biasanya juga gitukan"


"Nggak mau... nanti kamu mesum lagi"ucap Adel sambil mencibir


"Tapi kamu suka kan... "


"Idih... siapa yang suka geer banget... mending mesum dengan Daffa.. "


"Apaaa... kamu tadi di kost buat mesum ya dengan Daffa... aku bilangin bunda ya.. "


"Mana ada... sumpah ya... aku nggak ada ngapa ngapain dengan Daffa... pikiran mu tuh yang mesum"


"Awas ya.. kalau gue tahu lu buat mesum dengan Daffa... enak nih keliatannya... ada gunanya juga lu tinggal disini... gue jadi nggak perlu mesan makanan terus... lebih higienis dan yang terpenting uang jajan gue nggak terkuras buat beli makanan"ucap Mika sambil menyantap makanan.


Mika dengan sangat lahap menyantap makanannya...


"Mika... kamu lapar apa doyan sih... banyak banget makannya"ujar Adel melihat Mika yang menambah makanan sampai berulang kali


"Gue lapar banget tahu. ....lu tahu ini makan siang yang kesorean... "


"Lho... kok aku yang disalahkan... kamu bisa pesan makanan kan tadi, mengapa harus menunggu aku pulang"


"Gue udah bilang... gue lagi malas pesan makanan.. "


Setelah Mika makan, Adel mencuci semua piring kosong. Ia juga membersihkan rumah. Mika memperhatikan semua yang dilakukan Adel


"Nggak ada capeknya nih bocah... rajin benar. Semua mau dikerjakan... beruntung banget siapa yang menjadi suaminya kelak"


"Wuih... sudah beres. Tinggal mandi saja"ucap Adel sambil mendudukan badannya disofa.


"Mau gue mandiin atau mandi bareng saja.. "ujar Mika sambil menaik turunkan alisnya.


"Dasar mesum.... "Adel melempar bantal kursi kearah Mika.


####################

__ADS_1


Pagi harinya....


"Adel... cepat dong... ntar telat... "teriak Mika


"Tumben takut telat... biasanya juga kamu sering telat"ucap Adel dengan jalan tergesa keluar dari kamar


"Gue kan mau lulus...tinggal dua bulan lagi gue sekolah... "


"Baru sadar kamu sekarang... bunda mana ya... kok nggak kelihatan "


"Bunda sudah ke toko... ada pesanan partai besar... dari subuh sudah berangkat tadi"


"Kalau begitu... pulang sekolah aku ke toko saja ya Mika..mau bantu bunda. Kamu bisa beli makanan saja ya buat makan siang"


"Iya... istriku yang bawel"


"Enak saja istri ...kekasih saja bukan... aku ini punyanya Daffa... ingat ya.. "ucap Adel sambil memajukan bibirnya.


"Iya.. iya... pacarnya Daffa... senang.. gue bilang begitu.. "


"Senang lah... "


"Cepat naik.. kalau nggak gue tinggalin nih"


Adel cepat naik keboncengan motor Mika. Ia menjalankan motor dengan kecepatan tinggi, membuat Adel terpaksa memeluk pinggang Mika karena takut jatuh.


Mika memandangi tangan Adel yang melingkar dipinggangnya...


"Adel... ternyata kamu bisa juga ya memporak porandakan hatiku... aku tak pernah merasakan ini pada gadis manapun... "


Mika melihat kearah Adel, dengan rambut yang dikucir,tampak leher jenjang dan putih Adel yang terekspos. Mika mengejar Adel dan menarik karet rambutnya, membuat rambut Adel terurai


"Apaan sih Mik... "ucap Adel dan ingin kembali mengucir rambutnya dengan karet rambut yang ada di saku rok nya.


Mika kembali menarik karet rambut Adel


"Jelek tahu... kalau rambut lu dikucir"


"Siapa bilang... Daffa saja bilang kalau aku tambah cantik dengan rambut dikucir."


"Daffa pasti bohong, ia mengatakan itu agar kamu tak marah saja"


"Itu Daffa..."tunjuk Adel sambil memanggil namanya


"Daffa... Mika bilang aku jelek kalau rambutku dikucir... kamu pernah bilangkan kalau aku tambah cantik dengan rambut dikucir"


"Ya... kamu memang cantik"


"Tuh dengar... Daffa saja suka... "


"Paling cuma gombalnya saja... "


"Sudahlah berdebatnya... sudah bel.tuh"ucap Daffa dengan sedikit cemburu melihat keakraban Adel dan Mika

__ADS_1


Adel berlari meninggalkan dua sahabat itu.


"Adel duluan.. ada ulangan.. "


"Mik... terima kasih... "ucap Daffa


"Terima kasih buat apa... "


"Karena kamu telah mau merahasiakan perjodohanku dengan Citra... dan juga terima kasih karena kamu mau menjaga Adel seperti adikmu sendiri"


"Aku melakukan karena bunda.. aku takut bunda bersedih jika melihat Adel terluka, bukan karena kamu ... "


"Apapun alasannya... aku tetap berterima kasih. Aku janji akan mencari jalan buat membatalkan perjodohan itu, karena aku sangat mencintai Adel. Aku tak mau kehilangannya"


Mika tak menjawab perkataan Daffa, ia segera masuk ke kelas.


Ketika jam istirahat, Mika memanggil Adel dikelasnya, mengajak ke kantin bersama...


"Mengapa lihat lihat... nanti naksir lho... "ujar Adel melihat Mika yang memperhatikannya.


"Kan lebih cantik kalau rambutnya diurai begitu daripada dikucir"


Di kantin ternyata Daffa lagi duduk dengan Citra, ia melihat Mika masuk kantin dengan Adel. Daffa melambaikan tangannya.


"Kalian pacaran ya.... "tanya Citra


"Nggak kok... siapa bilang pacaran"ucap Adel memilih duduk dihadapan Daffa.


Mika membelikan bakso dan membawa ke meja buat Adel dan dirinya.


"Mika perhatiaan banget ya dengan Adel... padahal Adel bukan pacarnya.. begitu dong Daff... sesekali perhatian juga dengan ku padahal kita... "


"Iya... besok aku yang belikan dan bawakan bakso kamu.... buat Adel juga sekalian"ucap Daffa memotong perkataan Citra. Ia takut Citra kelepasan bicara dengan mengatakan mereka akan bertunangan.


Daffa mengajak Citra dan Adel bicara tentang pelajaran, agar Citra tak ada menyinggung perjodohan mereka didepan Adel. Setelah bel tanda istirahat berakhir terdengar... Citra dan Daffa pamit duluan ke kelas karena akan ada ulangan. Disusul Mika . Adel berjalan sendiri ke kelasnya.


"Kamu... sudah aku katakan jangan pernah mengatakan tentang perjodohan atau pertunangan kita... didepan teman teman.. karena jika itu kamu lakukan aku tak akan mau berdekatan lagi denganmu disekolah... "


"Mengapa... kamu takut Adel tahu... kamu menyukai Adel... atau jangan jangan memang benar rumor yang beredar kalau kamu pacaran dengan Adel"tanya Citra sedikit keras, Mika yang berada dibelakang mereka mendengar semuanya.


"Terserah kamu mau percaya rumor itu apa tidak... yang jelas aku nggak mau menambah rumor yang beredar, tentang pertunangan kita"


"Suatu saat mereka akan tahu juga... karena aku pasti mengundang teman teman dipertunangan kita nantinya"


"Itu masih lama... "


"Tiga bulan lagi Daffa.. itu bukan waktu yang lama "


"Aku malas berdebat denganmu... cuma yang perlu kamu ingat, aku nggak mau seorang temanpun yang tahu tentang pertunangan itu sebelum waktunya... "Daffa berjalan cepat meninggalkan Citra.


"Awas saja kalau aku tahu kamu ada hubungan dengan Adel..... kamu tak akan bisa menghindari pertunangan kita... aku bersumpah... kamu harus jadi milikku"


*********************

__ADS_1


Terima kasih telah membaca novel ini. Mampir juga di novel terbaru ku


ELEGI CINTA LANGIT DAN PELANGI


__ADS_2