
Sepulang sekolah Daffa membawa Adel ketempat toko kue bundanya Mika, ia selalu mengatakan mama Mika adalah mama kedua nya.
"Daf.... kita mau kemana.. "
"Mau ketempat mama kedua ku.. "
"Maksudmu kerumah mama tirimu... "
"Bukan Adel... mama kedua ku adalah bundanya sahabatku... "
"Bunda sahabatmu... "
"Ya... bunda nya Mika... aku menganggapnya mama kedua ku... karena ia sudah seperti mama ku sendiri... malahan aku lebih terbuka dengan bunda dari mama kandungku"
"Senang ya kalau memiliki mama dan juga bunda sahabat sendiri yang telah seperti mama kandungmu... "
"Maaf... apa kamu tak memiliki mama lagi.. "
"Mama ku meninggalkan aku dengan papa saat usia ku enam tahun dan sampai saat ini ketika usiaku hampir beranjak tujuh belas tahun, aku tak pernah bertemu lagi"
"Sekali lagi aku minta maaf... aku tak bermaksud membuatmu sedih... "
"Nggak apa apa Daf... "
Setelah menempuh perjalanan selama tiga puluh menit, sampailah mereka di toko kue bundanya Mika.
"Selamat siang bunda.... "ucap Daffa dan memeluk wanita setengah baya yang masih tampak cantik
"Selamat siang sayang... bunda kangen banget.... sudah lama tak mampir... sibuk ya. Bunda tanya Mika... tak pernah dijawab serius sama tuh anak"
"Kami baru selesai ujian bunda... "
"Oh... bunda nggak tahu... karena Mika tak pernah belajar walau sedang ujian. Eh.. kamu datang dengan siapa nih... cantik banget"bunda menghampiri Adel.
"Kenalkan bunda ini Adel... dan Adel ini mama keduaku... bunda"
"Kenalkan tante... nama saya Adel. Temannya Daffa"
"Jangan panggil tante... kamu bisa memanggil bunda seperti Daffa...Kalian satu sekolahan ya"ucap bunda melihat logo sekolah Adel
"Ya... bunda"
"Berarti satu sekolah juga dengan Mika"
"Betul bunda.. "jawab Adel sopan
"Tunggu disini... bunda buat kan minum.. kamu mau minum apa Adel"
"Nggak usah bunda... Adel bisa buat minum sendiri, kalau haus. "
"Kalau gitu bunda ke dapur dulu, mau masak yang simple aja... kalian pasti belum makan"
"Belum bunda... bunda aku mau nasi goreng seafood aja"jawab Daffa
"Adel apa kamu juga mau bunda buatkan nasi goreng atau mau yang lain"
"Nggak usah repot repot bunda... Adel tak lapar"
"Bagaimana mungkin tak lapar... kamu belum makan kan"
__ADS_1
"Adel pasti malu bunda... bunda buatkan saja nasi goreng seperti aku"
"Baiklah... duduk di dalam saja ya... "bunda mengambil beberapa potong kue dan membawa ke dalam ruangan khusus buat staff dan tamu.
"Makan ini dulu... dari pada kelaparan"bunda ke dapur dan mulai memasak.
"Daffa... aku tinggal dulu.. aku mau bantu bunda masak"ucap Adel
"Oke... masak yang enak ya"
"Hhmmm... "
Adel menyusul bunda ke dapur
"Bunda Adel bantu ya masaknya "
"Jangan... kamu duduk saja temani Daffa... biar bunda saja yang masak"
"Nggak apa apa bunda... dirumah dari aku masih ekolah dasar yang masakin papa juga aku"
Bunda melihat ke arah Adel...
"Maaf.. mengapa kamu yang harus masak... ibu mu kemana. Apa kerja... "
"Bukan bunda... ibu meninggal kan aku dengan papa karena mau menikah lagi dengan pria lain... "
"Maaf sayang... bunda tak tahu.. sekarang dimana ibu mu kalau bunda boleh tahu"
"Sejak ia meninggalkan kami, waktu itu usia Adel enam tahun, sampai sekarang aku tak tahu ibu ada dimana"
"Sayang... kamu sekarang bisa menganggap bunda sebagai pengganti ibumu... kapanpun kamu mau dan butuh bunda.. kamu bisa datang kesini"
"Terima kasih bunda... "
"Baru beberapa bulan ini papa nikah lagi"
"Berarti sekarang kamu sudah ada mama.. bagaimana mama barumu... baikan"
"Aku nggak tahu bunda...karena aku nggak tinggal sama mereka sejak papa menikah lagi, karena mama tiriku nggak mau serumah denganku.,aku kost di kota ini. Aku berasal dari Sumatera tepatnya Pekanbaru."
"Kasihan kamu sayang... kaalu kamu mau, kamu bisa nginap kapanpun dirumah bunda"
"Terima kasih bunda... bunda boleh nggak kalau aku saja yang masakin... bunda bisa temani Daffa... "
"Kamu serius ingin masak sendiri... boleh juga, biar bunda bisa nyicipi bagaimana rasanya masakan kamu"
"Ya.. bunda.. Bunda tunggu saja.. "
Bunda dan Daffa tampak asyik berbicara,sampai akhirnya Adel selesai masak dan menghidangkannya.
"Bunda... Adel buatkan jus jeruk dulu ya... "
"Cepat ya sayang... bunda lapar nih... bau masakanmu mengundang selera... pasti lezat"
"Bunda bisa saja... "Adel kembali menuju dapur.
Terdengar suara pintu dibuka, rupanya Mika yang datang
"Eh... masih ingat sama bunda nya nih... di kira sudah lupa"ucap bunda
__ADS_1
"Bunda... jika aku datang.. peluk dulu... jangan langsung ngomel. Kalau Daffa yang datang pasti dipeluk... eh ada nasi goreng.. lezat banget nih baunya.. "Mika langsung menyendoknya dari mangkuk.
"Hei... salin dulu kepiring"bunda menepuk tangan Mika
"Lezat banget bunda... kok rasanya beda dari yang biasa bunda masak... "
"Memang bukan bunda yang masak... tapi anak gadis bunda... "bunda berkata bertepatan dengan Adel yang keluar membawa jus jeruk.
Mika memandangi Adel. intens, membuat bunda kembali menepuk tangannya
"Memandangnya biasa saja... matamu mau keluat tuh.. bisa marah tuh Daffa pacarnya dipelototin"
"Bunda yakin nih cewek yang masak"ucap Mika sambil nyengir
"Memang nya kenapa... lu nggak percaya Adel yang masak... karena masakannya tak kalah dari bunda"
"Bacot lu... "ucap Mika sambil meninju lengan Daffa
"Sudah cepat makannya... nanti keburu dingin"ujar bunda
Semua makan dengan lahap, sampai nasi goreng yang di mangkuk ludes.
"Mika... kalau besok cari pacar yang seperti Adel ya... sudah cantik, pandai masak lagi.. jangan kalah dengan Daffa. Biar bunda punya dua menantu perempuan yang pandai masak.... jadi bunda tinggal mencicipi aja masakan mereka"
"Mama mau mencari menantu apa chef.. "ucap Mika datar.
"Kamu... ngomongnya sembarangan aja"Bunda memukul lengan Mika dengan sendok
"Adel... kamu harus sering sering main kesini... bunda senang, sekarang bunda punya anak gadis. Kalau anak bujang cuma bisa merepotkan"
"Jadi bunda sudah tak mengharapkan kehadiran aku lagi"Daffa berkata dengan melow
"Jangankan lu... gue yang anak kandungnya saja tak dianggap"ujar Mika
"Bunda lebih suka anak gadis, bisa bantu bunda dan bisa bunda bawa buat shopping"
"Ciihh... baru dapat saja... nanti kalau sudah bosan jangan pernah harapkan kehadiran kami"ucap Mika
"Memangnya kehadiran mu bisa bunda harapkan. Kamu tuh kayak jelangkung, datang ketika tak diharapkan,, pergi ketika dibutuhkan"
"Bunda... jelangkung bukan seperti itu"akhirnya Adel bersuara
"Jadi jelangkung itu seperti apa... sayang"
"Datang tak diundang, pulang tak diantar bunda"jawab Adel
"Sama saja itu Adel"
"Beda bunda... "jawab Daffa
"Sama saja... "keukeh bunda
"Terserah bunda saja... nanti ujung ujungnya bunda akan berkata... dengarkan kata orang tua, tidak boleh membantah, orang tua itu pasti benar"ucap Mika dengan bibir mencibir
"Kamu... kalau ngeledek bundanya pasti nomor satu"
Adel senang melihat keakraban antara Daffa, Mika dan bundanya. Adel merasa memiliki keluarga lagi.
*************************
__ADS_1
Terima kasih telah membaca novel ini.
Mohon tinggalkan jejak like dan koment