Antara Aku, Kekasihku Dan Sahabatnya

Antara Aku, Kekasihku Dan Sahabatnya
Bab 68


__ADS_3

Michael dan Adel berangkat menuju kota Pekanbaru, kota kelahiran Adel bertiga bersama Rendra.


Banyak yang memandang mereka, karena mereka tampak seperti keluarga muda yang bahagia. Apa lagi Rendra menjadi pusat perhatian ibu ibu.



"Anaknya ya dek... "ucap ibu ibu dengan Michael yang menggendong Rendra


"Iya bu... "


"Dan itu istrinya, yang cantik itu"tunjuknya kepada Adel. Adel yang merasa ditunjuk tersenyum ke arah ibu itu.


"Papa Dan mamanya.. ganteng dan cantik, pantaslah anaknya ganteng begini, buat gemas saja. Kalau anaknya ganteng begini tiap tahun saja mas buat anaknya.. "


"Eh.. ibu Memangnya istri saya buat melahirkan anak saja.. "


Adel yang mendengar ucapan Michael mencubit pinggang nya.


"Lihat bu.. marahkan istri saya.. "goda Michael


"He.. he.. habis anaknya ganteng banget dek.. kalau ibu punya anak seperti ini, ibu mau punya anak selusin.. "


"Buat kesebelasan sepak bola dong bu,satu bisa jadi cadangan"ucap Michael membuat ibu dan yang lain mendengarnya menjadi tertawa.


"Kamu bisa saja dek.. "


Mereka asyik dengan obrolan ringannya sebelum masuk ke pesawat.


Sampai di kota Pekanbaru siang harinya.. Michael dan Adel menuju sebuah hotel dan janjian kerumah baru papanya malam hari nanti.


Michael memesan kamar bersebelahan, ia mengantar Adel masuk ke kamarnya sambil meletakan Rendra di kasur. Baru saja Michael melangkah pergi Rendra menangis minta digendong. Michael kembali menggendong nya.


"Biar aku saja Mic.. mungkin ia pengin ASI karena dari tadi cuma diberi susu formula.. "


"Aku ke kamar dulu ya... kalau Rendra masih menangis, hubungi saja aku. Setelah kamu menyusui Rendra nanti segera hubungi aku.. kita makan di kamar saja"


"Ya... Mic.. "


"Aku ke kamar...mau mandi dulu. Jangan menangis ya karena aku tinggal"ucap Michael mengacak rambut Adel


"Apa an sih... "ucap Adel malu


"Coba kalau kita sudah nikah.. kan nggak perlu pisah kamar "


"Michael... mikirin apa sih... "

__ADS_1


"Mengapa mukanya jadi memerah begitu... "


"Sudah sana... katanya mau mandi... "


"Adel aku akan membuat wajahmu memerah setiap hari karena rayuanku dan aku pastikan senyum kamu setiap hari menghiasi bibir manismu... aku rasanya pengin melum*t bibir merajai yang sudah menjadi canduku... tapi aku takut khilaf dan meminta lebih... aku tak mau membuat kesan buruk dimatamu walaupun aku sudah terbiasa berbuat itu dinegara di mana aku dibesarkan. Aku ingin memiliki kamu sentuhnya setelah kita menikah... karena aku masih menjunjung nilai adat ketimuran... jika aku menuruti nafsuku... ingin sekali aku melum*t bibirmu sampai kamu kehabisan nafas"


Setelah selesai mandi,Michael menuju kamar Adel... dan ia membukanya langsung. Tampak Adel yang tertidur dengan Rendra yang masih menyusu ditubuhnya.


Michael menggigit bibirnya melihat tubuh atas Adel yang terbuka. Ia melepaskan Rendra dari menyusu, dan menidurkan dengan benar. Dan ia membetulkan pakaian Adel agar menutupi tubuh atasnya.


Michael menyelimuti tubuh Adel dan mengunci pintu kamar, lalu tidur disebelah Rendra.


"Adel.. kamu tetap saja ceroboh.. nggak ingat mengunci pintu kamar.. untung aku yang masuk jika lelaki lain bagaimana... "


Ia menatap wajah Adel dengan intens tanpa kedip.


"Adel... aku sangat mencintaimu. Aku nggak pernah merasakan ini pada wanita lain yang pernah dekat denganku. Padahal banyak teman wanita aku dan juga sangat cantik, tapi aku tak pernah merasakan perasaan seperti ini. Aku sangat takut kehilangan kamu.. aku selalu ingin dekat dan berada disisimu... "


Setelah hampir satu jam tertidur, Adel terbangun dan membuka matanya. Ia melihat Rendra yang tertidur di dalam pelukan Michael, Rendra berada didadanya.


"Mika... maafkan aku... karena secepatnya menggantikan kamu... karena aku juga memikirkan Rendra... ia tampak sangat nyaman jika berada di pelukan Michael, ia selalu tenang dan nyaman dalam gendongan Michael.. mungkin ia memang memerlukan sosok seorang papa di dalam kehidupannya.. tapi sampai kapanpun kamu tetap yang pertama dihatiku..."


Adel bangun dan duduk bersandar di kepala ranjang menunggu Michael bangun. Ia membiarkan Michael tertidur, karena tak ingin mengganggu tidur Michael dan Rendra.


"Sayang daddy... sudah bangun ya.. "


"Sudah daddy... daddy tidurnya nyenyak banget"ucap Adel menirukan suara anak kecil


"Habis daddy ditemani bidadari sih tidurnya.. jadi tidurnya nyenyak banget"


"Ih daddy gombalnya receh banget"


"Biar receh tapi mama suka kan"


"Sudah ah.. bercanda melulu... mau makan nggak.. Memangnya nggak lapar"


"Kalau berdua mama rasanya kenyang terus.."


"Kalau gitu daddy nggak boleh sering berdua mama... nanti daddy kurus karena nggak makan makan"


"Sudah bisa ya ngeledeknya"


Michael pun memesan makanan buat diantar ke kamar.


###############

__ADS_1


Malam harinya Adel membawa Michael kerumah baru papanya.


Mama tiri Adel menyambut mereka. Adel yang tidak begitu akrab dengan mama tirinya tampak sangat kaku.


"Malam tante... papa ada.. "


"Ada... masuklah Del... kayak di rumah siapa aja... ini kan rumah papa kamu.. berarti rumah kamu juga.. "


"Mic... ayo masuk.. "ucap Adel


Papa yang baru selesai mandi langsung keluar mendengar suara Adel.


"Papa... Adel kangen "ucap Adel langsung memeluk papanya manja.. membuat Ibu tirinya dan Michael memandanginya.


"Hei... nggak malu.. lihat tuh Michael memandangi kamu.. masa sudah punya anak tapi masih manja "


"Biarin... memang kalau sudah punya anak tak boleh manja lagi.. "


"Tentu saja boleh... tapi manjanya nanti dengan suami aja.. "


"Papa nggak mau Adel peluk lagi ya.. "


"Siapa yang nggak mau dipeluk putrinya.. sini papa gendong"ucap papa sambil mengangkat tubuh Adel


"Papa.. turun.. kalau gini Adel yang malu". Papa menurunkan Adel dari gendongannya.


"Rendra... cucu nya opa..tambah ganteng saja.. "ucap Papa Dan mengambil Rendra dari gendongan Michael.


"Ma.. lihat nih cucu kamu.. gantengkan.. seperti opa nya"


"Siapa bilang Rendra mirip opa nya, Rendra mirip papanya... papa lihat saja wajah Michael mirip kan dengan Rendra"


"Iya... iya deh... padahal opa juga gantengkan.. kalau nggak mana mau Oma.. "


Ibu tiri Adel hanya tersenyum. Ia tak mau menampakkan rasa tidak sukanya pada Adel didepan papanya.


"Manja banget.. untung kamu nggak tinggal dengan kami.. jika kamu tinggal bersama kami, pasti papa kamu hanya perhatian denganmu saja.. "


Adel memeluk lengan papanya dengan manja,membuat mama tirinya memandang sinis ke arahnya.


"Apa sih yang dilihat lelaki pada diri Adel... anaknya nggak cantik banget.. tapi lihat lelaki yang mau dengannya sangat tampan... anak manja gitu pun.."


**********************


Terima kasih buat pembaca setia novel ini.

__ADS_1


__ADS_2