Antara Aku, Kekasihku Dan Sahabatnya

Antara Aku, Kekasihku Dan Sahabatnya
Bab 20. Ciuman Pertama Adel


__ADS_3

Mika menunggu Adel diparkiran. Tampak Daffa berjalan menuju mobilnya. Daffa yang juga melihat Mika menghampirinya..


"Lu menunggu Adel... kalian pulang bareng "


"Lu kan tahu Adel tinggal dirumah gue... ya tentu gue pulang bareng. "


"Biasanya lu.. nggak pernah pulang sekolah langsung ke rumah, mampir dulu dimarkas atau bengkel lu"


Mika memang memiliki sebuah bengkel yang didirikannya bersama teman temannya. Bengkel itu juga menyediakan berbagai macam aksesori mobil dan juga disebelahnya ada salon mobil.


"Gue harus antar jemput Adel... kalau nggak bunda bisa mengomel panjang kali lebar. Lu seperti nggak kenal bunda saja"


"Lu beruntung memiliki bunda yang sangat perhatian dan penyayang"


"Lu mau ke toko kue bunda juga"


"Gue mau mengantar Citra... "


"Lu bilang tak akan mengabaikan Adel, belum tunangan saja lu sudah sibuk dengan Citra melulu. Nggak ada waktu buat Adel"


"Maaf Mika... gue harus menuruti mama dan Citra... agar ia tak curiga dengan hubungan gue dan Adel. Gue titip Adel ya. Tolong lu jaga Adel jika gue tak bisa menemaninya "


"Tanpa lu mintapun gue akan menjaganya"lirih Mika


"Gue.. cabut dulu.. Mika, nanti Citra kelamaan menunggu, curiga pula tuh anak"


Belum sempat Daffa masuk mobil, Adel sudah muncul


"Daffa... belum pulang juga.. Aku kira kamu sudah pulang, kan dari tadi kelas kamu bubarnya"


"Aku tadi berbincang dengan Mika.. "


"Kamu sendirian pulang... "


"nggak... aku mau pulang bareng Citra. Mama Citra dan mamanya aku janjian ketemu di salon, jadi ia meminta tolong agar aku mengantar Citra ke salon itu... apa kamu nggak keberatan Adel. Aku sudah pernah bilangkan ,mama telah menganggap Citra seperti putrinya, jadi ia selalu saja meminta tolong aku buat mengantar Citra... aku harap kamu mengerti dan tak marah. Setelah mengantar Citra.. aku akan ke toko bunda kamu tunggu disana ya...sekarang aku pamit dulu. Sekali lagi aku minta maaf ya.. "ucap Daffa sambil mengusap kepala Adel


"Nggak apa apa Daffa, mengapa kamu harus minta maaf. Hati hati... jangan ngebut. "ujar Adel


Adel melihat mobilnya Daffa yang berjalan meninggalkannya... sampai mobil itu menghilang.


"Mengapa aku curiga ya mengenai hubungan Daffa dan Citra.. mengapa mereka sekarang sering bersama"gumam Adel yang masih dapat Mika dengar


"Mengapa lu tak tanyakan dengan Citra"


"Mengapa harus bertanya dengan Citra... aku bisa menanyakan langsung dengan Daffa... "


"Daffa kan sudah katakan... kalau Citra sudah dianggap mamanya seperti anaknya sendiri"ujar Mika


"Tapi... apa Citra juga hanya beranggapan begitu....... "lirih Adel sambil berpikir


"Mau pulang atau masih mikirin Daffa... "ucap Mika memecahkan lamunan Adel


"Yuk pulang saja... Daffa nggak mungkin bohong"


Sepanjang perjalanan Adel hanya termenung. Mika melihat itu melajukan kecepatan motornya, membuat Adel kaget dan memeluk pinggang Mika. Sampai di toko kue Adel turun dari motor langsung masuk ke toko.

__ADS_1


"Selamat siang bunda... Mika bilang bunda banyak pesanan... Adel boleh bantu membuat rotinya"


"Boleh saja sayang... tapi bunda sudah selesai membuat semuanya... sebentar lagi mau diantar. Kebetulan ada kamu Mika... antar pesanan rotinya sebentar lagi ya... bawa saja Adel buat menemanimu. "


"Jam berapa bun... "


"Jam tigaan antarnya... itu buat acara ulang tahun putrinya... "


"Tapi setelah itu, aku mampir bengkel dulu ya bun... "


"Bolehlah... tapi tumben kamu sekarang sering dirumah.. bengkel lagi sunyi ya.. "


"Nggak juga... lagi pula bengkel sudah ada yang mengelolanya... "


"Sekarang kalian makan dulu... "


"Berarti setelah makan kita langsung cabut Mik... kan harus pulang dulu, buat ganti pakaian"


Adel dan Mika segera pulang sehabis makan, ketika melewati depan rumah Daffa, Adel melihat Daffa dan Citra yang mau masuk ke dalam mobil.


Ia memandangi mobil itu tanpa berkedip.... sampai mobil itu menghilang


"Kamu tunggu sebentar ya Mik..aku mau ganti pakaian... "


"Oke... jangan lama lama dan jangan dandan terlalu cantik... nanti ada yang naksir, Daffa bisa marah dengan gue"


"Biar saja ada yang naksir... biar gue langsung tinggalin tuh anak... "lirih nya


"Hhhmmmmm"ucap Mika kaget.




"Nggak apa apa kan kalau mampir dulu di bengkel"tanya Mika


"Nggak apa apa.. "jawab Adel singkat, karena ia masih memikirkan Daffa


Mika membawa Adel masuk ke bengkel. Karyawannya semua lagi bekerja.


"Sore bos... tumben bawa pacar ke sini bos. Cantik benar pacarnya bos"ucap salah seorang karyawan. Mereka memang tak pernah melihat Mika membawa seorang gadis, lain dengan Bumi dan Langit mereka sering membawa gadis mereka ke bengkel. Bengkel ini memang di modali mereka bertiga... Mika, Bumi dan Langit.


"Sesekali bolehlah..gue kan ganteng wajarlah pacar gue cantik. ha... ha.. "balas Mika sambil tertawa . Adel hanya tersenyum mendengarnya, ia yakin Mika hanya bercanda dengan ucapannya yang mengatakan kalau ia pacarnya.


"Apa ada orang di dalam kantor"


"Nggak ada bos... "


Mika membawa Adel masuk ke ruang kantor di bengkel itu.


"Kamu duduk disini saja ya... aku mau periksa bengkel dan juga pembukuan sebentar "


"Ya....pergilah.. aku nggak apa apa kok disini saja"


Sepeninggalan Mika,beberapa kali Adel menghubungi Daffa tapi tak diangkat. Tak lama masuk pesan singkat dari Daffa

__ADS_1


"*Ada apa Del... maaf tadi aku ke kamar mandi"


"kamu memang dimana... "


"Dirumahlah sayang... oh ya.. maaf ..mungkin aku tak jadi ke toko roti bunda... kepalaku sedikit pusing mau tidur... nggak apa apakan"


"Nggak apa apa... kamu istirahatlah... semoga cepat sembuh... "


"Terima kasih sayang... aku mencintaimu**"


Adel tak membalas pesan terakhir dari Daffa..


"Kamu bohong Daff... jelas jelas tadi aku melihatmu pergi. Kamu harus menjelaskan ini semua besok...jika kamu memang sudah tak mencintai aku lagi, mengapa harus bohong, "gumam Adel dihati.


Tanpa Adel sadari air matanya keluar. Adel tak bisa lagi membendung nya, ia menangis tersedu. Mika yang ingin mengajak Adel pulang melihatnya menangis.


Mika duduk dihadapan Adel... ia meletakan kedua tangannya dipipi Adel, menangkupnya.


"Kamu kenapa menangis... "


"Aku kangen dengan papa... "ucap Adel bohong


"Bisa video call... "


"Papa lagi sibuk... "


"Kalau begitu coba saja video all nya nanti, Kita pulang saja sekarang... nanti Daffa mau ketoko bunda kan... "


"Ia tak datang... sakit kepala"


"Oh... ia telah menghubungi kamu ya"


"He eh... "


"Kita makan dulu kalau begitu... baru pulang"


"Ayolah... terserah kamu saja"


Adel dan Mika keluar dari bengkel itu menuju mobil. Didalam mobil Adel mengambil tisu membersihkan wajahnya dari sisa air mata.


Mika melihat itu, mendekatkan badannya ke hadapan Adel.


"Coba lihat sini... kamu jelek kalau menangis... jangan menangis lagi ya besok besok... "Mika mendekatkan wajahnya dan mengecup dahi serta bibir Adel.


"Jangan sedih lagi... "ucapnya setelah mengecup Adel.


Adel yang kaget dengan apa yang barusan Mika lakukan hanya terdiam. Mika memasangkan sabuk pengaman buat Adel dan mulai melajukan mobilnya dijalanan.


Ini merupakan ciuman pertama bagi Adel, walau Mika hanya mengecup bibirnya tapi itu telah membuat detak jantungnya berpacu dengan cepat. Ia tak mengerti dengan apa yang dirasakannya saat ini.


***********************


Terima kasih buat semua yang telah membaca novel ini


Mampir juga dinovelku ELEGI CINTA LANGIT DAN PELANGI

__ADS_1


__ADS_2