Antara Aku, Kekasihku Dan Sahabatnya

Antara Aku, Kekasihku Dan Sahabatnya
Bab 31. Adel yang kembali sakit


__ADS_3

Sudah jam delapan malam, tapi Adel tak juga keluar dari kamarnya. Mika menjadi sangat kuatir sekali.


"Dasar keras kepala... kamu nggak sadar ya kamu tuh punya penyakit asam lambung... tapi masih saja makan tak teratur begini. Boleh saja marah dan ngambek tapi jangan telat makan begini"


Mika kembeli mengetuk pintu kamar Adel, tapi tak ada juga sahutan. Ia mendekatkan telinganya ke pintu kamar, ingin mendengar apa yang sedang Adel lakukan. Karena ia sudah tak mendengar suara tangisan sejak magrib tadi. Mungkinkah Adel tidur pikir Mika.


"Aku harus tetap membangunkannya... Adel belum makan dari tadi pagi... bukankah tadi di mall ia tak jadi makan karena bertemu dengan Citra dan mamanya"


"Adel... buka pintunya.. kamu harus makan.. "Mika mengedor pintu dengan kerasnya.


Mika mendengar suara rintihan dari kamar Adel, membuatnya tambah kuatir.


"Adel... kalau kamu tak membukanya juga... akan aku dobrak pintu ini.. "teriak Mika.


Adel yang sedang menahan perutnya yang sakit karena asam lambungnya kambuh kembali, akhirnya berjalan tertatih membuka pintu.


Setelah membuka pintu,Adel kembali tidur dengan membelakangi Mika.


"Adel... aku tak pernah mengira ternyata kamu sangat keras kepala"ucap Mika.


Mika duduk disamping tubuh Adel yang terbaring.. dan membalikan badan Adel agar menghadapnya.


"Kalau orang ngomong tuh, tak boleh membelakangi ..nggak sopan.. "


Mika melihat Adel menangis dan wajahnya sangat pucat. Adel menutup wajahnya dengan tangan ketika ia melihat Mika memperhatikannya.



Mika memegang dahi Adel dan merasakan suhu tubuhnya yang tinggi..


"Kamu sakit... "tanya Mika kuatir


Adel hanya menggelengkan kepalanya..


"Nggak apa... badanmu panas dan wajahmu pucat banget.. "


Mika menggendong Adel, dan ingin membawanya ke bagasi tempat mobilnya. Tapi Adel meronta dan memukul dada Mika dwngan sisa tenaganya...

__ADS_1


"Turunkan Mika... aku tak sakit"


"Jangan keras kepala... kamu harus di bawa ke dokter.. "


"Aku nggak mau... "ucap Adel masih meronta.


"Tenang Adel nanti kamu dan aku bisa jatuh"Mika membuka pintu belakang mobilnya dan menidurkan Adel di jok.


Adel berusaha bangun dengan susah payah karena sambil menahan perutnya yang makin terasa sakit..


"aku tak mau di bawa berobat Mika... aku tak sakit. Cuma sedikit pusing"ucap Adel dan keluar dari mobil. Tapi baru beberapa langkah ia kembali merasakan perutnya sakit.


Adel memegang perutnya dengan tangan kiri dan tangan kanannya menggapai dinding untuk tumpuan membantunya berjalan. Tenaganya sudah sangat lemah.


Mika mengunci semua pintu rumah dan kembali menggendong Adel, tapi kali ini didudukan di jok depan.


Mika langsung masuk dan mengunci otomatis pintunya agar Adel tak bisa keluar.


Adel hanya diam... tenaganya memang sudah habis... ia duduk sambil kepalanya bersandar dengan jok..


Mika mengendarai mobilnya dengan kecepatan tinggi..


"Kalau memang kamu belum mau mati, mengapa tadi nggak mau di bawa berobat seolah olah kamu menginginkan kematian"sinis Mika


Adel hanya diam, tak ada gunanya berdebat saat ini dengan Mika, karena ia pasti kalah.


Sampai di rumah sakit Adel menggendong Adel kembali dan membawanya ke ruang IGD.


Dokter segera menangani Adel.Mika menunggu diluar ruangan. Setelah beberapa saat dokter keluar...


"Siapa wali dari pasien yang bernama Adel"


"Saya dok... saya kakaknya... "


"Adek anda.. asam lambungnya naik... dan demam.. ia harus dirawat... sekarang kamu urus administrasi nya dulu.. "


"Baik dok... "

__ADS_1


Setelah mengurus administrasinya, Mika kembali ke ruang IGD dan memperlihatkan formulir administrasinya. Perawat pun mendorong brankar menuju ruang rawat.


Sampai diruang rawat dan perawat sudah keluar semuanya. Mika mendekati Adel..


"Bod*h... apa kamu pikir dengan kamu tak makan dan menyiksa dirimu, mama mu akan simpati, dan Daffa juga membatalkan pertunangannya. Kamu tahu mereka tak akan peduli.. kamu lupa ketika kamu dirawat dulu.. apa mama kamu dan Daffa datang menjenguk.. apa mereka akan merawatmu... "


Adel menangis mendengar Mika membentaknya. Ia menangis dengan terisak isak sambil memegang dadanya yang terasa sesak..


Mika mendekat dan menghapus air mata Adel dengan sapu tangannya..


"Maaf.. jika aku berkata kasar. Kamu tahu, aku sangat kuatir melihat kamu sakit begini. Walau kamu tak pernah menganggap aku ada dan tak pernah memikirkan apa yang aku rasakan... tapi aku akan tetap merasakan sakit dan terluka melihatmu seperti ini"


Adel makin terisak dengan tangisnya.. ia merasakan kekuatiran dan perhatian Mika. Ia merasa bersalah membuat Mika menjadi kuatir seperti saat ini.


"Maaf... aku memang bod*h...tapi aku tak pernah bermaksud membuatmu kuatir.."


"Sudahlah... sekarang istirahat lah... aku mau carikan bubur dulu buat kamu makan"


Adel menahan pergelangan tangan Mika..


"Aku tak lapar Mik.. kamu disini saja.. aku takut sendiri jika dirumah sakit"


"Aku hanya sebentar... "


"Tapi aku benar benar takut... jika malam malam sendirian di kamar rumah sakit"


"Baiklah... sekarang kamu tidurlah. Aku tak akan meninggalkanmu sendiri"


Mika duduk disamping tempat tidur Adel.


Adel menggenggam tangan Mika dan akhirnya tertidur karena pengaruh obat. Mika pun ikut tidur dengan meletakan kepalanya ditepi tempat tidur..


*************************


Terima kasih buat semua yang telah support dengan memberi like dan koment


Mampir juga ya kenovelku ELEGI CINTA LANGIT DAN PELANGI yang bercerita tentang....

__ADS_1


Pelangi gadis yang hidup dipanti asuhan tanpa tahu siapa ibu bapaknya. Ia ditinggalkan di panti asuhan sejak berumur 7 hari. Setelah dewasa ia harus bekerja keras untuk membantu bunda pengurus panti mencari uang buat biaya hidup anak anak panti. Selain bekerja di kantor, malam harinya ia bekerja sebagai guru les. Disanalah ia mengenal Langit. Hingga suatu malam Langit mabuk dan memerkosa Pelangi.


Langit yang tak tahu Pelangi hamil pergi keluar negeri untuk meneruskan kuliahnya. Pelangi mencari tahu keberadaan Langit pada orang tuanya, tapi orang tuanya malah mengancamnya setelah tahu Pelangi hamil anaknya Langit, sehingga Pelangi harus pergi jauh untuk mempertahankan darah dagingnya. Sampai anaknya berusia lima tahun, Pelangi dan Langit bertemu kembali. Langit begitu heran melihat anak Pelangi yang begitu miripnya dengannya ketika kecil... bagaimana kisah selanjutnya.. apakah Pelangi dan Langit bisa bersatu.


__ADS_2