Antara Aku, Kekasihku Dan Sahabatnya

Antara Aku, Kekasihku Dan Sahabatnya
Bab 23. Adel Pingsan


__ADS_3

Adel terbangun dan merasakan ada tangan yang memeluk pinggangnya. Ia membalikan badannya dan melihat Mika yang tertidur lelap.


Ia memandangi wajah Mika dengan intens dari jarak yang dekat ,dan ketika Mika membuka matanya.. Adel sangat kaget dan malu karena ketahuan memandangi wajah Mika.


"Mengapa menangis lagi... kamu bukan rindu papakan... tapi menangis karena Daffa"


Adel hanya dapat menganggukkan kepalanya. Ia ingin bangun tapi Mika menahan pinggangnya...


"Biarkan begini sebentar... aku ingin memeluknya... agar kamu sedikit merasa lega"


Adel diam saja didalam pelukan Mika. Mika membawa kepala Adel bersembunyi didadanya.


"Apa aku harus memberi Daffa pelajaran, agar perasaanmu sedikit lega... "


"Jangan... Daffa juga sebenarnya korban dari keinginan orang tuanya "ucap Adel menengadah kepalanya dan itu menyebabkan bibir nya begitu dekat dengan bibir Mika.


Mika mengecup bibir Adel. Jantung Adel berdetak cepat mendapat perlakuan itu. Ia cepat cepat bangun dan duduk bersandar dikepala tempat tidur. Adel tak ingin Daffa mendengar bunyi detak jantungnya.


"Aduuhhh... "rintih Adel tiba tiba merasakan perutnya sakit. Ia meemegang perutnya.


"Mengapa.... perutmu sakit.. pasti karena kamu nggak makan dari pagi... "


Adel terus memegang perutnya... ia yakin pasti asam lambungnya kambuh lagi. Ia kembali tidur dengan posisi meringkuk menahan sakit.


"Tunggu sebentar... aku tanya bunda dulu.. apa obatnya.. "


"Ini karena asam lambungku kambuh... "ucap Adel pelan sambil menahan sakit.. Keringat dingin mulai mengucur dari dahinya.


Mika mencoba menghubungi bunda. Setelah beberapa saat baru tersambung.


"*Bunda... Adel sakit perut, ia bilang karena asam lambungnya naik mungkin. Jadi Mika harus bagaimana. Apakah bunda bisa pulang sekarang"


"Bagaimana ini Mik.. bunda lagi diluar kota. Ada seminar di Bandung.. "


"Jadi sekarang bunda ada di Bandung"


"Iya... kamu bawa saja ke rumah sakit. Mobil ada di garasi kan... "


"Ya bunda... kuncinya dimana. "


"Ada di laci nakas kamar bunda... nanti kabari bunda setelah di rumah sakit... kamu la gsung bawa ke IGD aja langsung.. "


"Baiklah bunda... "


"Ya... hati hati*.. "


Mika memutuskan sambungan ponselnya dan masuk kembali ke kamar. Dilihatnya wajah Adel yang tampak pucat.


"Adel... apa kamu bisa mengganti pakaian dulu... kita ke rumah sakit ya.. "


Adel mencoba bangun, tapi ia tak sanggup..


"Biar pakai baju ini saja Mika... perutku sakit sekali... hiks... hiks"Akhirnya Adel menangis.


"Maaf... boleh aku bantu ganti pakaianmu,karena tak mungkin kamu ke rumah sakit dengan masih berpakaian sekolah... "


Adel hanya bisa menganggukkankeplanya. Mika mengambil baju kaos dan rok jeans pendek Adel. Dengan ditutupi selimut Mika mencoba membuka pakaian Adel tapi ia mengalami kesulitan. Akhirnya ia buang saja selimut itu dan membuka pakaian Adel dengan segera.

__ADS_1


Ia mengganti pakaian Adel segera... karena melihat kesadaran Adel yang makin menurun. Ia mengguncang tubuh Adel, ternyata ia pingsan. Mika langsung panik setelah mengganti pakaian Adel ia mengambil kunci dan mengeluarkan mobil.


Setelah mobil berada dihalaman rumah, Mika menggendong tubuh Adel dan membawa masuk ke mobil. Ia mengunci pintu rumah dan segera masuk ke mobil.


Daffa yang melihat dari rumahnya Mika menggendong tubuh Adel mengejar mobilnya..


"Mika... tunggu... Ada apa dengan Adel"teriaknya. Mika tak mendengarnya karena ia tergesa ingin ke rumah sakit.


Sampai dirumah sakit... Mika langsung menggendong Adel keruang IGD. Ia mendengar ponselnya berbunyi dan melihat nama Daffa... Mika mematikan ponselnya.


Adel sedang ditangani dokter. Mika mendampinginya terus. Dokter mengatakan asam lambung Adel naik.. karena makan yang teratur. Adel harus dirawat. Mika meminta Adel dipindahkan ke ruang rawat VIP.


Setelah Adel ditangani dokter, ia dipindahkan keruang rawat. Mika menghubungi bunda mengabari Adel di rawat akhirnya.


Mika duduk di samping Adel sambil menggenggam tangannya...


"Adel bangunlah... mengapa kamu harus sampai begini hanya karena memikirkan Daffa... "


Mika tidur duduk dengan kepala yang berada disisi ranjang sambil menggenggam tangan Adel.


Ketika Adel sadar, ia memandangi seluruh ruangan. Adel menyadari ia berada dirumah sakit. Dilihatnya Mika yang tertidur. Adel menarik tangannya yang digenggam Mika dan mengusap kepala Mika..


"Maaf... aku jadi merepotkan kamu... "


Mika merasakan tangan yang mengusap rambutnya. Ia mengambil tangan Adel dan kembali menggenggam nya.


"Kamu sudah sadar... bagaimana rasa perutmu... masih sakit... "


"Masih... cuma nggak sesakit tadi.. "


"Hhhhmmmmmm...... "


"Bodoh... kamu kira dengan kamu tak makan akan mengubah keadaan... "


Adel menangis, ia jadi teringat papanya. Biasanya papa yang menjaga jika ia sakit.


"Hei... mengapa kamu nangis... aku tak bermaksud memarahimu... "


"Adel kangen papa... hiks... hiks.. "


"Aku hubungi papa kamu ya... "


"Nggak usah... nanti papa kuatir.. "


"Tapi papamu berhak tahu keadaan kamu saat ini.... "


"Nanti papa kesini... "


"Ya haruslah... kamu kan sakit.. "


"Bagaimana dengan ibu tiriku... "


"Itu urusan papa kamu... jangan kamu pikirkan"


Mika meminta nomor papa Adel dan menghubunginya...


"*Hallo apa ini benar papanya Adelia"

__ADS_1


"Ya benar... ada apa ya. Kamu siapa"


"Aku temannya Adel... aku ingin memberitahu bapak kalau saat ini Adel lagi dirawat.. disalah satu rumah sakit... "


"Adelnya kenapa... "


"Asam lambung nya naik... "


"Pasti ia telat makan dan tidak makan dengan teratur. Baiklah saya akan mencari penerbangan yang paling pagi... apakah saya bisa minta tolong... "


"Ya pak... "


"Tolong jaga Adel.. menjelang saya datang besok... "


"Baiklah pak... "


"Terima kasih... saya boleh tahu namamu siapa... "


"Mika pak... "


"Sekali lagi terima kasih Mika... "


"Sama sama pak... "Mika menutupi sambungan teleponnya*.


Adel memandangi Mika, seakan ia meminta penjelasan. Ia ingin tahu apa yang papanya katakan.


"Papa kamu besok ke sini... jadi jangan nangis lagi. Bunda juga lagi diperjalanan... "


"Bunda kemana Mik... "


"Tadi bunda lagi di Bandung... sebentar lagi pasti sampai"


"Aku jadi merepotkan kamu dan bunda"


"Sudahlah... jangan berkata begitu... sekarang kamu makan"


Mika membantu Adel duduk.. agar mudah makan. Mika menyuapinya.


"Biar aku makan sendiri saja... "


"Sudahlah... badanmu masih lemas begitu.. jangan ngeyel"


Adel akhirnya makan dengan disuapi Mika. Adel menyadari bajunya yang telah berganti.


"Siapa yang mengganti pakaian aku"


"Aku... "jawab Mika datar


"Kamuuu... .. "ucap Adel kaget.


"Aku sudah minta izin... apa kamu lupa"


Adel mencoba mengingatnya. Ia ingat ketika Mika meminta izin, karena sakit yang tak tertahankan ia memang mengangguk saja. Wajah Adel memerah menahan malu, membayangkan Mika yang telah mengganti pakaiannya .


***********************


Terima kasih karena telah membaca novel ku ini. Mampir juga di novel terbaru ku ELEGI CINTA LANGIT DAN PELANGI

__ADS_1


__ADS_2