Antara Aku, Kekasihku Dan Sahabatnya

Antara Aku, Kekasihku Dan Sahabatnya
Bab 55.


__ADS_3

Tak terasa kehamilan Adel sudah memasuki bulan ke empat. Perutnya sudah nampak sedikit membuncit.


Penyakit yang diderita Mika makin hari makin tampak memburuk. Mika terkadang lupa, apa ia telah makan, atau telah mandi.


Mika juga tak pernah ingat jika Adel pernah menjalin hubungan dengan Daffa. Tapi bagi Adel dan Daffa itu sangat menguntungkan mereka. Mika jadi tak memusuhi Daffa.


Yang membuat Adel lega, Mika tak pernah melupakan dirinya. Walau terkadang Mika lupa jika mereka telah menikah.


Setiap sudut kamar Adel memajang foto pernikahan mereka. Jadi Mika tak akan lupa lagi jika mereka telah menikah.


"Kamu kelihatan tambah gemuk saja sayang"ucap Mika sambil mereka tiduran di kamar


"Kamu lupa lagi ya sayang.. aku sekarang kan lagi mengandung benih cintamu.. "ucap Adel sambil memperlihatkan perutnya yang sudah sedikit membuncit


"Apa.. jadi kamu lagi hamil.. sayang"


"Iya.. sini tanganmu... "Adel meletakan tangan Mika diperutnya


"Perutmu sudah mulai membesar... sudah berapa bulan ya.. sayang"


"Sudah empat bulan lebih.. mau masuk lima bulan sayang.. "


"Aku jadi nggak sabar ingin memeluk anakku"ucap Mika Dan mengecup perut Adel


Tapi tiba tiba Adel melihat muka Mika yang berubah sedih..


"Mengapa sayang... apa yang kamu pikirkan "


"Adel... apakah aku masih sempat melihat kelahiran anakku... apakah usianya bisa sampai melihat bayiku... "


"Sayang... kamu harus yakin... jika usiamu masih panjang.. kamu pasti bisa melihat anakmu.. "


"Aku ingin melihat anakku.. bisa menggendongnya.. membawanya bermain, berlari dan banyak lagi mimpiku bersama anakku.. "


"Aku yakin semuanya akan terwujud.. "

__ADS_1


Mika berjalan keluar kamar menuju balkon... ia berdiri di tiang pembatas sambil menangis..


"Tuhan... apa salahku. Aku ingin hidup lebih lama lagi.. aku belum mau mati Tuhan. Aku ingin melihat anakku lahir, aku ingin hidup bersama orang orang yang aku sayangi. Aku ingin merasakan kehidupan yang bahagia bersama anak dan istriku juga bunda. Aku belum menjadi anak yang baik dan berguna buat bunda.. aku belum bisa memberikan kebahagiaan buat istriku... Tuhan.. aku belum mau meninggalkan dunia ini.. tempat dimana orang orang yang aku cintai dan sayangi berada.. "teriak Mika dan terduduk dilantai, menangis tersedu.


Adel memeluk Mika Dan ikut menangis..


"Sayang... kamu sudah menjadi suami yang baik buatku.. selama ini aku bahagia menjadi istrimu. Aku bersyukur Tuhan mempertemukan kita dan mentakdirkan kita berjodoh. Kamu lelaki terhebat yang pernah ada dalam hidupku... "


"Adel.. mengapa dunia tidak berpihak padaku. Mengapa aku harus pergi disaat aku baru merasakan kebahagiaan.. mengapa Del.. "


"Mika... kamu harus yakin jika kamu bisa sembuh.. "


"Bagaimana aku bisa meyakinkan diriku.. disaat setiap hari aku merasakan penyakit ini makin menyiksaku. Aku harus lupa bagaimana aku pertama mengenalmu dan mencintaimu. Lupa bagaimana ketika kecil bunda yang selalu menyayangiku. Dan yang paling menyakitkan aku terkadang lupa jika aku telah menikah dan istriku lagi hamil.. "


"Sayang... aku akan siap menjadi pengingat kamu setiap hari.. aku tak akan pernah bosan mengingatkan kamu.. betapa kamu sangat mencintai aku dan calon bayi kita.. "


"Adel... mengapa kamu mencintai aku.. yang tak bisa menjaga mu.. jangankan buat melindungimu, untuk melindungi diriku sendiri saja aku tak mampu.. "


"Mika... aku mencintaimu dengan segala kelebihan dan kekurangan kamu... "ucap Adel membawa kepala Mika kedadanya..


###################


Daffa yang sudah pulang dari kampus, mampir ke rumah dengan membawa buah mangga pesanan Adel.


"Selamat sore Mika.. "sapa Daffa melihat Mika yang duduk dikursi teras.


"Sore.. dari mana kamu Daf"


"Baru pulang kuliah, ini aku belikan mangga pesanan Adel "


"Pulang kuliah.. memang nya kamu masih kuliah.. padahal kamu pintar dari aku.. mengapa kamu masih kuliah.. sedang aku sudah wisuda.. "


"Aku masih ingin lama kuliah, biar bisa cari cewek secantik istrimu.. "


"Mana mungkin kamu bisa dapat cewek secantik istriku... ia cewek paling cantik didunia. "

__ADS_1


"Mika.. kamu buat aku malu saja.. masa aku cewek paling cantik sedunia.. bisa bisa nanti banyak cewek protes.. "


"Memang kamu cantik banget sayang... betulkan Daffa"


"Ya.. istrimu memang cantik. Ini mangga pesanan kamu"


"Terima kasih Daffa. Sayang kamu mau aku kupasin mangga.. "


"Bolehlah.. "


"Tunggu ya aku ambilkan pisau dulu, kamu mau minum apa Daf.. biar sekalian aku biarkan.. "


"Apa saja Del.. yang penting dingin.. "


Adel datang dengan membawa dua gelas es teh. Dan ia mengupas mangga buat Mika.


"Kamu kapan nikahnya Daff.. nanti keburu aku pergi"ucap Mika membuat Daffa tersedak.


"Memangnya kamu mau pergi kemana... "


"Kamu lupa.. jika umurku tidak panjang lagi.. sebelum aku pergi selamanya.. aku ingin melihat kamu menikah. Aku nggak mau seperti kamu, yang tak menghadiri pernikahan sahabat kamu sendiri"


"Aku betul betul minta maaf karena tak menghadiri pernikahan kamu, aku lagi diluar negeri ketika kalian menikah"


"Nggak apalah.. aku memaafkan kamu, karena kamu sahabat terbaikku. Tapi aku ada satu permintaan untukmu"


"Apa itu Mika.. jika aku sanggup akan aku penuhi"


"Tolong jaga Adek jika aku telah tiada. Dan juga anakku dan bunda. Jadilah pengganti diriku. Kamu tak harus menikahi Adek, karena aku tahu kamu sudah memiliki tunangan. Aku hanya memintamu menjaga dia.. karena kamu orang yang dapat aku percaya... aku yakin kamu bisa menjaga keluargaku.. "


"Mika... aku berjanji akan menjaga keluarga mu seperti keluarga aku sendiri"


"Terima kasih Daffa... aku akan bisa pergi dengan tenang.. jika aku tahu nanti setelah aku tiada akan ada pengganti diriku yang akan menjaga Adel, anakku dan bunda "


Adel,Daffa dan Mika terdiam setelah itu. Mereka larut dalam kesedihan. Dan pikiran masing masing.

__ADS_1


**************************


Terima kasih untuk semua yang telah membaca novel ini.


__ADS_2