
Adel mengendarai motor dengan kecepatan sedang. Mika yang berada diboncengan memeluk erat perut Adel.
Sebenarnya Mika tak mau Adel yang membawa motornya. Tapi tubuhnya terasa lemas, ia tak ingin kecelakaan nantinya.
Adel yang memakai rok selutut, membuat sebagian pahanya terekspos. Mika lalu meletakan jaketnya dipaha Adel.
Sesampainya dirumah, ternyata ojek online yang membawa boneka panda Adel juga telah sampai.
Adel senang banget melihatnya. Ia turun dari motor dan mengambil boneka itu dengan antusias.
Adel memeluk boneka itu, seakan jika ia melepas pelukannya, boneka itu akan hilang. Adel langsung membawanya kedalam kamar dan tidur sambil memeluk erat boneka itu. Ia mengacuhkan Mika.
Mika masuk kamar Adek dan ikut tiduran di samping Adel dan menarik boneka itu dari pelukan Adel.
"Mika... jangan ditarik, nanti sobek"
"Kamu... sayangnya sama siapa sih.. bonekanya apa aku"
"Boneka dong... "
"Apa... kalau begitu sini bonekanya aku buang saja"Mika merebut boneka itu dari pelukan Adel
"Mika... jahat deh... "
"Kamu yang jahat... masa lebih sayang boneka dari aku.. "
"Iya sayang sama kamu dari boneka.. "
"Bohongkan... "
"Mikaa... aku nggak bohong. Masa sih aku lebih sayang boneka dari kamu. Kalau boneka hanya bisa aku peluk, tapi kalau kamu bisa memeluk aku"goda Adel melihat wajah kesal Mika.
"Aku nggak mau dicuekin gara gara boneka"
"Iya... ini cuma buat teman tidur Aku"
"Biar aku yang temani kamu tidur"
"Ih... jangan mesum ya.. kita belum nikah "
"Kan cuma temani tidur doang"
"Nggak boleh... kamu kalau ngantuk ke kamar, aku juga mau tidur nih.. "
"Pelit banget sih... mau tidur berdua saja tak boleh... "ucap Mika dan mengecup pipi Adel sebelum keluar dari kamar.
###############
Hari ini Mika pergi kerumah sakit sendirian. Ia menemui dokter. Setelah menemui dokter umum, dan mengatakan apa yang dirasakannya saat ini, dokter itu menyarankan agar Mika memeriksa dirinya ke dokter spesialis saraf dan dokter spesialis kanker onkologi.
__ADS_1
"Selamat pagi dok... "
"Ada yang bisa saya bantu... "
"Begini dok... sudah hampir sebulan yang lalu saya sering merasakan sakit kepala. Terkadang sampai tak tertahan. Dan itu kadang datang secara tiba tiba. Daya ingatan saya juga sedikit berkurang... "
"Gejala yang lain kamu rasakan... "
"Selera makan yang berkurang,sering ngantuk, badan atau otot lemah dan mual muntah. "
"Coba saya periksa dulu.. "Ucap dokter, dan meminta Mika berbaring.
Setelah sekian menit di periksa dokter meminta Mika kembali duduk dihadapan meja kerjanya.
"Dari hasil pemeriksaan dan gejala yang kamu rasakan, jadi saya menyimpulkan mungkin kamu mengidap penyakit kanker otak.. "
"Apa dok... apa itu tak salah.. "ucap Mika kaget.
"Untuk memastikan semuanya.. sebaiknya kamu periksa ke dokter spesialis syaraf dan dokter spesialis kanker. . Dan juga sebaiknya kamu melakukan scan dan MRI."
"Apa itu semua pasti dok... "
"Aku belum bisa memastikan sebelum dilakukan pemeriksaan menyeluruh. Tapi sebaiknya sekarang juga kamu pergi ke dokter spesialis saraf dulu.. "
Mika pergi ke dokter spesialis saraf dan ia diminta menjalankan CT scan... Dan juga MRI.
Mika akan datang besok lagi untuk melakukan CT scan. Dokter memberikan obat buat pereda rasa sakit kepalanya.
Sesampainya dirumah hari sudah sore, Mika melihat Adel yang sedang masak. Ia memeluk Adel dari belakang.
"Mika... Kamu dari mana. Kok nggak beri kabar. Aku hubungi ponsel tak aktif. Kamu tahu aku menunggu kamu sampai jam dua siang tadi"ucap Adel membalikan badannya menghadap Mika
Mika menarik pinggang Adel agar lebih merapat ketubuhnya
"Maaf ya... aku lupa mengabari kamu, jika aku nggak ke kampus. Ada yang harus aku kerjakan.. "
"Besok jangan gitu lagi ya... aku jadi kuatir. Aku takut terjadi sesuatu denganmu... "
"Ya.. sayang.. aku akan memberi kabar kemanapun aku pergi"Mika mengecup bibir Adel
"Mika... genit ah"
"Nanti kalau aku pergi.. kamu pasti merindukannya..."
"Memang kamu mau kemana.... "
"Kehatimu.... "
"Mikaaa... aku serius"
__ADS_1
"Masak apa kamu... "Mika mengalihkan pembicaraan dan melepaskan pelukannya .Ia melihat apa yang sedang dimasak Adel.
"Masak sup ayam... "
"Aku sudah lapar... mau makan. Tapi kamu suapin ya.. "
"Manja banget.. sana dulu. Nanti kalau sudah masak, aku suapin deh makannya "
Mika duduk di sofa... ia membuka informasi informasi mengenai penyakit kanker otak yang mungkin sedang ia idap.
"Ya Tuhan.. ternyata penyakit ini sangat mematikan... aku belum siap. Aku masih ingin bersama bunda dan Adel. Masih banyak mimpi yang belum aku capai. Tuhan beri kesembuhan padaku.... semoga semua hanya dugaan dokter... semoga semua tidak terbukti.... Tuhan aku ingin hidup berumah tangga dengan Adel dan memberikan bunda cucu... Tak banyak keinginan aku Tuhan... aku hanya ingin hidup bahagia bersama bunda dan Adel"
Mika memejamkan matanya. Ia ingin melupakan apa yang dikatakan dokter tadi. Tak terasa dari sudut matanya keluar air mata.
Adel yang datang dengan sepiring nasi dan lauknya melihat Mika menangis.
"Mengapa Mika menangis... apa memang ia sedang sakit. Karena akhir akhir ini Mika terlihat sedikit lemah dan sering lupa, nafsu makan juga berkurang"
"Mika.... ini makannya. Katanya mau disuapin"Adel membangunkan Mika
"Sudah masak ya... harum banget baunya"
"Buka mulutnya...biar aku suapi"Adel menyuapi Mika sambil memandangi wajahnya dengan intens.
Mika melihat itu dan menyentil dahi Adel
"Mengapa liatnya gitu amat.... "
"Kamu ganteng... "ucap Adel asal
"Baru sadar ya... "
"Sudah lama kok sadarnya... cuma sekarang tampak lebih ganteng lagi"
"Gombal banget... udah ah, kenyang"ujar Mika
"Belum juga separuh... biasanya kamu tambah lagi. Nggak enak ya... "
"Enak... enak banget malahan. Tapi aku benar benar kenyang.. "
Adel menghabiskan sisa makanan Mika itu. Mika memandangi semua yang dilakukan Adel. Ia tidur dipahanya Adel.
"Mika... baru selesai makan, jangan langsung tidur.... nggak baik"
"Tapi aku mengantuk... "ucap Mika.
Tak begitu lama ia pun tertidur. Adel memperhatikan wajah Mika yang tertidur dipahanya.
"Mengapa Mika akhir akhir ini sering mengantuk dan mudah lelah banget ya... aku harus memaksanya periksa kesehatannya besok... "
__ADS_1
******************************
Terima kasih untuk semua yang tetap setia membaca novel ini.