Antara Aku, Kekasihku Dan Sahabatnya

Antara Aku, Kekasihku Dan Sahabatnya
Bab 64.


__ADS_3

Sudah hampir dua bulan Michael tinggal bersama bunda dan Adel. Michael juga mengurus bengkel peninggalan Mika. Semua hasil dari bengkel ia serahkan pada Adel.


Michael sendiri sudah memiliki penghasilan sendiri, dari usahanya bersama temannya di Amerika. Ia juga ada menanam saham di salah satu perusahaan ternama di Amerika.


Berbeda dari Mika, Michael memiliki otak yang cerdas. Ia tamat sekolah pada usia 15 tahun. Dilanjutkan dengan kuliah.


Oma nya tidak setuju jika ia menetap di Indonesia, tapi Michael tak mendengar larangan omanya. Sudah sekian lama ia hidup bersama Oma nya.. dan sekarang saatnya ia hidup bersama bunda.


Oma nya juga tidak tinggal sendirian. Ada tantenya dan suami yang tinggal bersama Oma.


Hari masih jam lima pagi.. tapi Adel sudah tampak bolak balik didepan kamar bunda. Michael yang terbangun.. ingin mandi, melihat Adel yang berjalan sambil memegang pinggulnya.


"Kamu kenapa Del.. "tanya Michael mengagetkan Adel. Walau Michael sudah tinggal bersama selama dua bulan.. tapi Adel jarang berkomunikasi dengannya. Adel sering menghindari Michael. Ia tak mau jika melihat wajah Michael ia akan sedih karena jadi teringat Mika.


"Nggak ada... "


"Pinggangmu sakit... kamu mau melahirkan"


"Memangnya kamu tahu tanda orang mau lahiran..kamu belum punya istrikan"


"Aku ini pencinta buku.. buku apa saja sudah aku baca.. jadi aku tahu sedikit tentang orang yang akan melahirkan, aku pernah baca"ucap Michael. Padahal ia memang sengaja membeli buku tentang kehamilan sejak ia mengenal Adel. Ia ingin tahu apa saja yang dirasakan ibu hamil.


"Ya.. pinggang dan perutku terasa keram dari malam tadi"akhirnya Adel berkata jujur


"Mengapa kamu tak bangunkan bunda.. "ucap Michael dan mengetuk pintu kamar bunda.


"Ada apa Michael.. "Ucap bunda begitu membuka pintu.


"Bunda... Adel merasa kan sakit pinggang dan keram perut dari malam"


"Apaa...mana Adel nya.. "


"Itu aku suruh duduk... dari tadi ia mondar mandir saja depan kamar bunda.. "


Bunda menuju tempat Adel duduk..


"Sayang.. apa yang kamu rasakan.. "


"Bunda... perut aku terasa keram dan pinggul serta pinggang sakit.. "

__ADS_1


"Sejak kapan kamu merasakan itu"


"Dari malam bunda... tapi terkadang hilang.. tapi terkadang muncul lagi rasa sakitnya"


"Sekarang bagaimana... apa makin sering terasa sakitnya... "


"Ya.. bunda... ini sakit sekali"ucap Adel Dan akhirnya menangis.


"Tunggu bunda ganti pakaian... Michael kamu ambil tas bayi yang sudah bunda siapkan di kamar Adel.. ada disamping tempat tidurnya. Bunda ganti pakaian dulu.. seperti nya Adel akan melahirkan. Kamu siapkan mobil sekalian... "


"Ya bunda... kamu mau ganti pakaian dulu"ucap Michael


"Nggak.. aku nggak kuat lagi Mic"ucap Adel


"Baiklah.. bunda cepat ganti pakaiannya.. Adel sudah nggak kuat"teriak Michael Dan berlari ke kamar Adel mengambil tas.


Ia langsung berlari membawa tas ke mobil dan mengeluarkan mobil dari bagasi ke halaman rumah.


"Ayo Michael.. Adel kamu bisa jalan sayang"


"Ya... bunda.. "ucap Adel sambil meringis menahan sakit. Michael melihat Adel yang menahan sakit, langsung menggendong dan membawa masuk ke mobil


Setelah rumah di kunci.. Michael langsung menuju ke rumah sakit dengan melajukan mobil dengan kecepatan tinggi.


Sampai dirumah sakit Michael kembali menggendong Adel masuk ke ruang persalinan. Bunda mengikuti dari belakang.


"Mika... sakit.. "ucap Adel.. tanpa sadar. Ia mengira Mika yang menggendongnya


"Tahan sebentar Del.. kita sudah sampai nih"


Dokter dan perawat langsung menangani,dan memeriksa keadaan Adel. Setelah beberapa saat dokter keluar..


"Siapa suami dari ibu Adel.. karena sudah saatnya ibu Adel melahirkan "


"Suaminya tak ada dok... saya bundanya biar saya saja yang menemani "


Bunda masuk mengikuti dokter, sedang Michael menunggu di luar.


"Bunda... mana Mika... Adel mau lahiran ditemani Mika.. "ucapnya sambil menangis

__ADS_1


"Adel.. Mika sudah tidak ada nak.. bagaimana mungkin bisa menemani kamu melahirkan.. "


"Bunda... tadi Mika ada.. Adel mau Mika bunda.. "


"Baiklah nak.. bunda panggil Mika dulu"ucap Bunda akhirnya mengalah. Bunda menemui dokter mengatakan agar menutupi dari perut Adek sampai kebawah agar Michael tak melihat, dan bunda menceritakan semuanya.. tentang kematian suaminya Adel.


Dokter yang merasa kasihan mengikuti apa maunya bunda,bagian perut ke bawah Adel ditutupi pembatas seperti kita akan lahiran caesar.


Michael masuk ditemani bunda.. Michael berdiri disamping Adel.


"Mika... sakit"ucap Adel menangis dan merintih menahan sakitnya. Ia mencengkeram lengan Michael dan mengcakarnya menahan sakit.


"Ibu Adel... sekarang sudah saatnya ibu mengedan.... usahakan nafasnya jangan terputus.. "


"Ya dok.. "ucap Adel masih memegang lengan Michael


"Saya hitung sampai tiga.. baru ibu mulai ya.. satu dua tiga.. ya mulai bu"


Adel mengejan sampai mukanya memerah.. ia mencengkeram lengan Michael kuat.. setelah beberapa saat terdengar suara tangisan bayi... Adel pun terkulai lemas.


"Adel.. bayimu sudah lahir nak"ucap bunda.


"Bunda.. Mika.. "ucap Adel belum sadar jika itu bukan Mika.


Michael tersenyum dan tanpa sadar tangannya mengusap keringat di dahi Adel.


"Adel... aku tak tahu apa yang aku rasakan ini.. mengapa aku begitu senangnya melihat kamu melahirkan.. seolah yang kamu lahir adalah anakku sendiri... dan kamu istriku. Aku akui aku sudah jatuh cinta denganmu dari pertama melihatmu... aku tak tahu.. apa ini salah... "


Setelah bayi dibersihkan, Michael mengadzankan bayi itu. Adel sedang dibersihkan dan segera dipindahkan keruang perawatan.


Bunda menemani Adel diruang rawat inap. Ia sudah mengabari mama Adel, dan papanya mengenai kelahiran putra Adel.


Michael masuk dengan bayi yang ada dalam box. Ia meletakan box bayi disamping tempat tidur Adel.


Adel yang kesadaran nya sudah pulih.. mengingat semua kejadian tadi, ia membuang mukanya ketika Michael memandangnya.


"Aku baru ingat,nggak mungkin Mika bisa menemani aku melahirkan... pastilah tadi itu Michael yang menemani aku. Berarti ia melihat aku lahiran... Adel.. mengapa kamu jadi begini.. Mika.. maafkan aku. Kamu lihat kan Mika... anak kita telah lahir dengan sehat.. "


*******************

__ADS_1


Terima kasih buat semua pembaca novel ini.


__ADS_2