Antara Aku, Kekasihku Dan Sahabatnya

Antara Aku, Kekasihku Dan Sahabatnya
Bab 6. Bermain Basket


__ADS_3

Sudah hampir dua bulan Adel bersekolah disini. Semenjak pertemuannya dengan Citra di taman sekolah itu, Adel menjaga jarak dari Daffa. Ia menduga pasti diantara cewek bertiga itu ada yang menyukai Daffa. Adel tak ingin ada permusuhan, ia ingin cari aman saja. Karena ia hanya sebatang kara di kota ini.


Pada hari ini semua siswa disekolahan olah raga di lapangan karena seluruh guru mengadakan rapat buat ujian semester.


Daffa, Mika dan cowok cowok keren disekolah mengadakan lomba basket. Hampir semua cewek berkumpul ditepi lapangan tidak terkecuali Adel. Daffa yang melihat Adel, menghampiri nya.


"Sudah lama banget nggak ngelihat kamu"


"Kamu bisa aja Daf.. kita kan satu sekolahan,masa nggak pernah tampak. Mungkin kamu aja yang nggak ada perhatiannya sama aku "canda Adel


"Aku yang tak perhatian sama kamu, atau kamu yang selalu menghindariku"


"Buat apa Aku menghindarimu, kamu bukan penjahatkan... "


"Kamu duduk didepan ya... buat support team kami. Sekalian nih.. pagangin botol minuman ku, kalau kamu duduk didepan aku kan nggak jauh jauh minum kalau haus. "


"Oke... tuan bos"canda Adel lagi sambil tersenyum


Daffa mengacak rambut Adel mendengar jawabannya. Tanpa mereka sadari Citra cs memperhatiannya.


Adel mengikuti Daffa,dan duduk dibangku depan, ditepi lapangan.


"Duduk sini saja... aku mau main dulu ya... "


"Ya... semangat.. moga menang"ucap Adel menyemangati Daffa.


Daffa tersenyum dan kembali mengacak rambut Adel.


"Hei... bro.. pacaran melulu, jadi nggak mainnya"Mika melempar bola pelan kepunggung Daffa


"Jadi dong... lu kali ini jadi musuh gua. Jadi jangan menangis ya kalau nanti team lu kalah"


"Lu yang akan menangis kalau team lu ternyata kalah"ucap Mika bersemangat.


Permainan basket pun dimulai. Ada yang mengsupport team Mika dan ada yang support team Daffa. Permainan berjalan sengit,masing masing team tidak ada yang mau kalah.

__ADS_1


Setelah bermain selama sepuluh menit, kedua team istirahat. Daffa mendekati Adel, dan meminta botol minumannya yang dipegang Adel. Daffa menghapas keringatnya dengan handuk kecilnya,setelah itu ia meminta Adel memegang botol dan handuknya. Cewek cewek disekolahan itu banyak yang memandang iri kearah Adel. Termasuk Citra.


"Terima kasih ya... "ucap Daffa dan kembali mengusap kepala Adel.


Mika yang melihat tingkah Daffa melemparinya dengan bola basket, tapi bola yang dilempar Mika malah mengenai kepala Adel dengan cukup keras, membuat ia jatuh tersungkur.


Daffa segera membopong tubuh Adel menuju UKS.. dan mengobati memar didahi kirinya yang terkena bola.


"Gila tuh Mika, melempar bola sembarangan "gerutu Daffa.


"Masih sakit dahimu.. "tanya Daffa lagi.


"Sudah nggak sakit lagi Daf.. kamu kembalilah kelapangan, aku bisa sendiri disini.. "


"Aku sudah nggak mood bermain... "


"Kenapa... jangan kuatir,aku nggak apa apa. Pasti teman kamu yang lain menunggumu saat ini"


"Biarin aja... lebih enak disini.. berdua kamu. Adel aku boleh tanya sesuatu nggak.... "


"Apa kamu sudah punya pacar... "


"Mana ada aku punya pacar, aku masih baru disekolah ini, teman di kelas aja ada yang tak mengenalku."


"Di kota asalmu ,mungkin kamu punya pacar"


"Nggak Daf... memangnya mengapa"


"Kalau begitu aku boleh lebih dekat denganmu. Aku tak tahu... sejak pertama melihat mu, aku sudah menyukaimu"


"Kamu sedang merayuku... "canda Adel


"Itu bukan rayuan... tapi memang kenyataan yang aku rasakan... kamu mau kan jika kita lebih saling mengenal... "


"Tentu saja... kita akan lebih saling mengenal terlebih dahulu sebelum memutuskan untuk saling dekat. Tapi kamu tidak ada pacar jugakan. Nanti ada yang marah pula... "

__ADS_1


"Nggak... tapi penggemar aku banyak lho"


"Ih... narsis banget.. "


"Kamu nggak percaya... lihat saja besok.. pasti banyak cewek cewek yang mendekati sekedar ingin tahu... ada hubungan apa antara kamu dan aku"


"Aku jadi takut... nanti para penggemar mu, bisa jadi musuhku"


"Tapi jangan takut.. nanti aku kenalkan kamu sama Mika... biar kamu lebih dekat dengan anak itu, .satu sekolahan mana ada yang berani sama tuh anak. Habis ia suka melayangkan bogem mentahnya pada orang orang yang dianggapnya mengganggu "


"Mengapa aku harus kenalan dan dekat dengan Mika..aku bisa kok.. menjaga diriku sendiri. Lagi pula mengapa cewek cewek disekolah ini harus marah denganku... bukankah kita belum pacaran dan juga kamu tak punya pacarkan di sekolah ini"


"Aku tadi sudah bilang sama kamu... aku idola disekolah ini...jadi nanti pasti ada yang iri melihat kedekatan kita"ucap Daffa sambil tersenyum.


"Kayak artis saja... "balas Adel dengan tersenyum.


"Adel... mulai hari ini kamu harus janji, jangan menghindar dariku... apa aku boleh tahu... penyebab kamu selalu menghindariku.. "


"Hhmmm...sebenarnya aku tak pernah menghindarimu... aku akhir akhir ini banyak menghabiskan waktu diperpustakaan karena sebagai murid baru,aku banyak ketinggalan pelajaran... jadi aku mencoba mengejar ketinggalan ku. Sebentar lagi kita akan ujian semester"Ucap Adel


"Mau aku bantu belajar nya... "


"Kamu memang nya ada waktu senggang... kamu juga kan harus belajar.. "


"Kita bisa belajar bareng disekolah atau ditempat kost mu sepulang sekolah"


"Boleh juga... nanti kita atur dulu jadwalnya ya"ucap adel senang.


Sepulang sekolah Daffa meminta Adel buat pulang bareng.


Mereka ingin belajar bersama di kost nya Adel.


************************


Terima kasih telah membaca novel ini.

__ADS_1


Mohon bantuannya memberi like dan koment.


__ADS_2