Antara Aku, Kekasihku Dan Sahabatnya

Antara Aku, Kekasihku Dan Sahabatnya
Bab 13. Adel sebagai taruhan


__ADS_3

Adel pergi ke toko kue bunda diboncengi Mika. Ia yang memakai rok selutut membuat separuh pahanya terekspos karena harus duduk mengangkang di motor.


Mika yang melihat dari kaca spion membuka jaketnya dan memberikan pada Adel.


"Ini tutup paha lu, jangan mengundang mta mata jahil untuk melihat paha lu"


"Terima kasih"Adel menerima jaket Mika dan menutupi pahanya dengan jaket.


"Kita lewat jalan pintas saja ya... macet kalau lewat jalan raya besar"


"Terserah kamu saja.. yang penting sampai ke toko bunda"ucap Adel


Mika mencari jalan pintas agar tak terjebak macet, tanpa ia sadari ada dua motor yang mengikuti mereka. Sampai di jalan yang agak sepi mereka meyalip motor Mika. Ia menghentikan motornya karena dihadang.


Mika membuka helm nya... dan turun dari motornya, begitu juga dengan orang yang menghadangnya...


"Ternyata kalian.. mau apa kalian"ucap Mika sambil berjalan maju. Ternyata yang menghadang Mika adalah anak anak SMU Y yang tak terima kekalahan di balap motor kemarin,yang mengakibatkan salah satu teman mereka cedera.


"Aku ingin nanti malam kau melawanku balapan motor"ucap seorang yang berbaju merah bernama Dion


"Oh.. oke nanti malam kita kumpul ditempat biasa"


"Sebagai taruhannya aku minta cewekmu itu... jika kau kalah, kau harus memberi ia padaku"


"Kau jangan main main... dia bukan barang yang bisa dijadikan taruhan"


"Apa kau takut kalah... "


"Aku tak takut... aku tak mau jika taruhannya dia, kau bisa membuat taruhan yang lainnya, akan aku penuhi"


"Aku tetap mau taruhannya gadis itu, jika kau tak datang berarti kau mengaku kalah, dan jangan pernah kau marah jika aku melakukan sesuatu pada gadis itu. Ini bukti rekamannya... "


"Cantik juga ya cewek lu... makanya lu takut kalah "ucap cowok berbaju hitam bernama Joni


Dua orang lainnya yang bernama Alex dan Willy mendekati Adel, membuat Adel mundur karena takut.


"hei gadis... lu dengarkan, lu adalah taruhan balapan nanti malam, jangan lupa datang nanti bersama Mika, karena jika lu atau Mika yang tak datang, berarti Mika mengakui kekalahanya,otomotis kau jadi milik kami bersama"ujar Alex menyentuh dagu Adel membuat ia menunduk ketakutan. Mika yang melihatnya menjadi geram


"Kau... jangan sentuh gadis itu"ucap Mika berjalan ingin menendang Alex, tapi pergerakan tertahan karena kedua tangannya dipegang Dion dan Joni


"Kau pikir... kau bisa melawan kami"


"Dasar pengecut... kalian cuma berani keroyokan... kalian jangan coba coba menyentuhnya jika tak mau berhadapan denganku"teriak Mika

__ADS_1


Buukk... Mika mendapat kan bogem mentah dari Alex dan Willy.


"Sudah... jangan buat ia babak belur... karena nanti malam ia harus datang ke balapan... biar nanti malam saja kita hajar "ucap Joni


"Hei ladies... jangan lupa datang nanti malam. Aku akan membuatmu bersenang senang nanti malam. Aku tunggu kehadiranmu... "ucap Dion dan melepaskan pegangannya dilengan Mika, begitu juga Joni. Mereka berempat naik ke motor meninggalkan Mika dan Adel


Adel mendekati Mika, disudut bibirnya tampak darah segar mengucur. Adel mengambil sapu tangan dari dalam tas nya dan mengusap pelan darah itu.


"Maaf... aku jadi melibatkan kamu"ucap Mika sambil menundukkan kepalanya.


"Siapa mereka itu... Mika"


"Anak anak SMU Y.. mereka tak terima salah satu temannya ketika balapan kemarin jatuh dari motor yang menyebabkan temannya kalah. Mereka mengira aku sengaja menyenggol temannya"


"Kamu sering balapan... balapan liarkan"


"Ya... "


"Mika... balapan itu berbahaya.. apalagi balapan liar. Sekarang kita kembali kerumah saja, nanti aku alasan saja sama bunda nggak jadi ke toko karena ada janjian ketemu teman. Wajahmu memar,harus diobati. Bunda tak boleh melihatnya... nanti bunda bisa sedih"


"Terserah kamu saja... "


"Ayo kita kembali.. atau Adel yang bawa motornya... "


"Bisa... kamu aku bonceng saja ya. "


"Nggak perlu... aku bisa kok bawa motor, memangnya kenapa. Luka memar sedikit ini nggak ada pengaruhnya bagiku.. "


Mika naik ke motornya diikuti Adel. Mereka kembali ke rumah. Adel mengambil kotak obat, dan mengobati memar Mika. Pertama Adel mengompresnya dulu dengan air hangat.


Mika hanya terdiam memperhatikan Adel yang mengobatinya..


"Kamu sering berkelahikan... apa bunda tak pernah melihatmu terluka"


"Sering... "


"Apa bunda tak sedih... "


"Bunda bukan sedih... tapi memarahi dan mengomeliku sampai pagi... jika melihatku terluka"


"Pasti dihatinya bunda merasa sedih... kamu jangan sering sering buat bunda sedih dan kuatir. Aku saja pengen punya bunda. Kamu sudah punya bunda bukannya dibuat senang tapi selalu buat ia kuatir... "


"Apa semua wanita itu cerewet... "

__ADS_1


"Memangnya kenapa kamu tanya begitu"


"Kamu dan bunda sama sama cerewet.. "


"Orang cerewet itu tandanya ia perhatian dan sayang sama kamu. Jika ia diam saja melihat kelakuanmu itu berarti ia sudah tak sayang... "


Mika merasa degup jantungnya berpacu cepat mendengar Adel bicara itu..


"Apa katanya tadi... kalau ia cerewet berarti pertanda sayang "bathin Mika


"Kamu nanti nggak usah datang... aku bisa hadapi mereka"


"Jika mereka melakukan sesuatu padamu karena aku tak datang bagaimana"


"Aku akan menukar taruhannya... walaupun nyawaku sebagai penggantinya... aku tak boleh melibatkan kamu. Jika bunda tahu.. ia bisa marah besar"


"Kamu nggak yakin ya bisa menang lawan mereka"


"Aku pasti menang jika mereka tak curang"


"Apa kamu tidak ada teman yang lain... "


"Tentu saja ada... aku akan membawa Langit dan Bumi... "


"Jika kamu yakin bisa melawannya... aku akan ikut. Aku tak mau kamu jadi bulan bulanan mereka. Aku tak mau mereka menjadikan ketidakhadiran aku sebagai senjata membuat kamu menyerah"


"Apa kamu tidak takut... "


"Kamu belum tahu ya... aku dulu di Pekanbaru sana termasuk preman juga... ha...ha"tawa Adel sangat lepas. Membuat Mika tak berkedip memandang nya...


"Cantik... "gumam Mika pelan


"Apa... kamu bilang apa tadi"tanya Adel karena kurang dengar ucapan Mika


"Tak ada... aku tak ada ngomong apa apa"jawab Mika gugup


"Sekarang aku masak dulu ya... buat makan siang, setelah itu kamu bisa tidur buat nambah stamina, biar nanti malam menang lawan mereka... "ucap Adel dan meninggalkan Mika diruang keluarga.


Adel mengambil bahan makanan yang ada di kulkas untuk masak makan siang mereka.


***************************


Terima kasih karena telah membaca novel ini.

__ADS_1


Mohon tinggalkan jejak berupa like dan komentnya.


__ADS_2