
Hari ini papa Adel datang dari Pekanbaru, kota kelahiran Adel. Ia yang meminta papa nya datang. Adel menjemput papa dibandara dan langsung membawanya ke sebuah kafe.
"Mengapa kamu meminta papa datang nak"ucap papa membuka pembicaraan.
"Pa.. Adel mau menikah dengan Mika"
"Apa... mengapa kamu tiba tiba ingin menikah dengannya... jangan bilang kalau kamu sudah melakukan hubungan yang melebihi batas.. "
"Pa.... aku masih tahu batas. Aku tak mungkin melakukan hal yang membuat papa malu"
"Jadi mengapa kamu ingin menikah dengan Mika secepat ini. Mengapa tidak menunggu sampai kalian wisuda, atau paling tidak sampai Mika wisuda.. "
"Aku takut tidak bisa menikah lagi dengan Mika kalau menunggu sampai ia wisuda ia... "ucap Adel sudah mulai terisak
"Mengapa kamu menangis nak"ucap papa Adel mengusap tangan putri kesayangannya
"Pa....Mika mengidap penyakit kanker otak, umurnya diperkirakan tak akan panjang, aku tak mau menunggu, aku mau secepatnya menikah dengannya... "
"Apaaa.. Mika menderita sakit kanker, dan kamu ingin menikah dengannya. Kamu tahu Del.. papa tak mungkin memberi izin kamu menikah dengan Mika. Itu sama saja papa mengorbankan kebahagiaan kamu. Papa tak mungkin bisa melihatmu sudah menjadi janda diusia muda dan itu bisa menghancurkan masa depanmu."
"Pa... kebahagiaan aku adalah saat hidup bersama Mika. Mendampingi disisa hidupnya, masa depanku menikah dengannya pa"
"Tapi nak... bagaimana mungkin papa membiarkan itu... maaf papa nggak bisa merestuimu"
"Pa... aku mohon restui dan nikahkan aku dengan Mika. Dari kecil aku tak pernah meminta apa apa pada papa dan aku janji Pa... aku tak akan pernah meminta adapun pada papa, hanya ini satu satunya keinginan dan pintaku. Aku mohon pa... apapun yang papa minta akan aku kabulkan asalkan papa mau menikahkan aku dengan Mika"
"Tapi nak... "
"Pa... aku mohon... "pinta Adel dengan memohon
"Apakah tidak ada cara yang dapat menyembuhkan penyakit Mika nak"
"Mika harus deportasi, untuk dapat memperpanjang umurnya dan untuk mencegah sel kanker itu menjalar ke organ tubuh yang lain. Tapi Mika tak mau operasi pa"
"Mengapa... apa Mika tak ada biaya... biar papa yang menanggungnya.. "
"Mika tak mau bunda tahu ia menderita penyakit kanker otak. Ia tak mau membuat bunda bersedih. Pa jika aku telah menikah dengan Muka, aku bisa beralasan akan bulan madu ketika Mika melakukan operasi. "
"Jadi bunda tak tahu semua ini"
"Nggak Pa.. makanya papa harus bisa meyakinkan bunda agar merestui pernikahan aku dan Mika. Papa juga harus bisa meyakinkan Mika, karena ia menolak menikah dengan ku, ia tak mau aku nantinya menderita setelah ia tiada.. "Adel makin terisak dengan tangisnya
Papa dapat merasakan cinta yang besar dari Adel buat Mika. Sebenarnya dari hatinya terdalam ia keberatan Adel menikah dengan Mika. Tapi seperti yang Adel katakan, kalau ia tak pernah meminta apapun pada papanya dari ia kecil, jadi bagaimana ia bisa menolak permintaan pertama dari anaknya. Mungkin inilah takdir dan jodoh Adel.
__ADS_1
"Baiklah sayang... mari kita temui bunda dan Mika. Kamu hubungi bunda, katakan padanya papa ingin bertemu malam ini. Papa akan menemui mama mu dulu. Bagaimanapun mama kamu harus tahu tentang pernikahan kamu"
"Itu terserah papa saja. Jika papa ingin memberitahukan mama... aku ikut saja"
"Ya sudah nanti papa coba hubungi mama kamu "
"Papa tahu nomor ponsel mama... "
"Ya.. karena mama kamu masih memakai nomor yang sama dari dulu"
"Kalau begitu, Adel pamit dulu pa..Adel mau mengabari bunda dan Mika dulu. Pa... terima kasih atas pengertian papa"
"Apapun itu yang membuat kamu bahagia, papa akan lakukan nak... karena papa sadar selama ini belum bisa membahagiakan kamu"
"Pa... selama ini Adel juga sudah merasakan kebahagiaan hidup bersama papa"
"Papa sayang kamu nak"
"Adel juga sangat menyayangi papa.. "
###################
Malam ini bunda dan Mika memenuhi undangan papa Adel. Mika sebenarnya sedang merasakan sedikit sakit kepala, tapi ia tak ingin mengecewakan Adel.
"Selamat malam bunda... Mika.. silakan duduk. Terima kasih, karena telah mau memenuhi undangan saya.. "
"Kenalkan ini.. mama nya Adel. "
"Selamat malam bu.. kami sudah saling mengenal pak, kebetulan anak kami satu sekolahan"
"Anak tiri saya itu bu... anak kandungnya saya Adel. "ucap mama Ayu
"Kita langsung saja bu.. begini bu. Adel sudah setahun tinggal bersama ibu.. saya rasa sudah saatnya kita makin mendekatkan hubungan kita dengan menikahkan anak kita"
"Maksud pak Ivan"
"Begini... saya bermaksud ingin meminta Mika menikahi Adel untuk mencegah hal yang tak diinginkan, karena mereka sudah makin dewasa."
"Tapi anak anak sudah siap, karena usia mereka yang masih muda"
"Usia tidak menjadi patokan buat kita menjadi dewasa. Bagaimana kamu Mika.. apakah kamu sudah siap menikahi Adel"
"Tapi pak.. saya takut tidak bisa membahagiakan Adel.. lagi pula ekonomi saya belum matang"
__ADS_1
"Saya tidak mengharapkan materi, yang penting kamu bisa bertanggung jawab. Selama ini saya sudah melihat rasa tanggung jawabmu dengan tidak melakukan hal yang lebih pada Adel walau kalian tinggal satu atap, jadi saya yakin kamu sudah bisa berpikiran dewasa, kamu sangat cocok buat Adel. Sebelum hal yang tak diinginkan terjadi saya ingin kamu menikahi Adel, biar saya tidak perlu kuatir lagi mengenai Adek. "
"Bagaimana dengan kamu Del... apa kamu sudah siap menjadi istri Mika"
Adel menganggukkan kepalanya.
"Kamu bagaimana Mika... "tanya papa ivan
"Saya ingin memikirkan dulu pak.. "
"Apa kamu tak mencintai Adel atau kamu tidak ingin menikahinya"
Mika memandangi Adel, ia melihat Adel memintanya menjawab iya dengan menganggukkan kepalanya pelan.
"Saya ingin kamu dan Adel menikah lusa, kalian cukup mempersiapkan diri. Saya ada kenal orang kantor urusan agama, ia bisa mempercepat semua proses pernikahan kalian"
"Adel... apa kamu sudah siap menjadi istriku... apa kamu tak akan menyesal nantinya menikah denganku.. "tanya Mika
"Aku sudah siap Mika.. "
"Ivan..apa ini nggak terlalu terburu buru"ucap Mama Ayu
"Kamu nggak usah ikut campur, kamu tinggal mengikuti saja"ucap papa Iban ketus membuat mama Ayu terdiam
"Kalau begitu besok biar papa ke kantor KUA mengantar berkas berkasnya,biar papa yang mengurus semuanya"
"Adel... sekali lagi aku bertanya denganmu.. kamu gadis yang cantik dan pintar, masih banyak lelaki dimuat sana yang ingin menjadi pendamping kamu, apakah kamu tak akan menyesal nantinya menikah denganku"
"Mika aku mencintaimu, tujuan aku berhubungan denganmu juga ingin menikah denganmu, jika itu dapat kita lakukan sekarang mengapa harus menunggu"
"Baiklah pak... jika Adel sudah siap.. bunda apakah bunda merestui kami"tanya Mika
"Tentu saja nak.. bunda sudah menyayangi Adel seperti anak bunda sendiri"
"Kalau begitu, besok saya kerumah ibu mengambil berkas.. "
"Baiklah pak.. semoga semua berjalan lancar"
Mereka akhirnya makan setelah disepakati tiga hari lagi pernikahan antara Mika dan Adel.
***************************
Terima kasih buat semua yang telah membaca novel aku ini. Mampir juga di novel aku yang lainnya
__ADS_1
-AKU BUKAN SIMPANAN
-ELEGI CINTA LANGIT DAN PELANGI