Antara Aku, Kekasihku Dan Sahabatnya

Antara Aku, Kekasihku Dan Sahabatnya
Bab 7. Di taman sekolah


__ADS_3

Ketika jam istirahat tiba... seperti biasanya Adel bareng Mila menuju ke kantin. Baru akan melangkah, tampak seorang cewek mendekati dan berkata ingin berbicara berdua Adel.


"Kamu Adel kan.....bisa kita bicara. Ada yang ingin aku tanyakan... "ucap cewek itu


"Ya... bisa. Mila kamu bisa duluan ke kantin, nanti aku nyusul"


"Baik.. aku tunggu ya"Mila berjalan menuju kantin


"Silakan... ada perlu apa denganku"ucap Adel begitu Mila melangkah.


"Kita sebaiknya bicara di taman,aku nggak enak ngomongnya disini"


"Oh... baiklah"Adel melangkah beriringan dengan wanita itu menuju taman. Begitu sampai di taman Adel melihat dua orang cewek lainnya. Salah satu dari mereka mendekati Adel.


"Ada hubungan apa antara kamu dan Daffa"ucap cewek itu tanpa basa basi.


"Oh.. itu. Kami berteman. Memangnya mengapa "


"Jangan bohong... katakan apa hubunganmu sebenarnya... "salah satu dari mereka berkata sambil menjambak rambut Adel keras. Rambut Adel yang dikucir memudahkan baginya menjambak


"Sakit... tolong lepasin... apa nggak bisa bicara baik baik"ucap Adel sambil menahan sakit


"Kamu lancang banget... baru dua bulan bersekolah sudah kegatalan,mendekati Daffa. Apa kamu nggak tahu kalau Daffa itu sudah punya pacar"


"Daffa bilang ia tak punya pacar... "jawab Adel. Membuat salah satu dari mereka mendekatinya dan menginjak kakinya keras


"Aduhh... sakitt... lepasin, "teriak Adel membuat cewek yang lainnya mendekati Adel dan mencengkeram dagu Adel keras.


"Jangan berteriak... atau aku akan lebih berbuat kasar... mulai hari ini sebaiknya kamu menjauh dari Daffa... "


Mika yang kebetulan melewati taman, ingin ke gudang sekolah tempat biasa ia merokok, melihat semua itu.


"Katakan siapa pacarnya Daffa... biar aku bisa konfirmasi langsung dengannya.. karena Daffa mengatakan ia tak memeiliki kekasih disekolah ini... jika memang Daffa sudah memiliki pacar, aku akan menjauhinya"


"Kau masih saja berani menjawab... apa kau tak takut"ia ingin menampar Adel tapi tangannya ditahan seseorang.


"Hei... beraninya main keroyokan... satu lawan satu biar seru"Mika menahan tangan cewek itu dengan tangan kanannya... dan tangan kirinya menjambak rambut cewek yang tangannya juga menjambak rambut Adel.

__ADS_1


"Mika... sakit, tolong lepasin"ucap cewek itu


"Jadi sakit... kalau begitu lepasin tanganmu dirambutnya"ucap Mika


Cewek itu melepaskan jambakannya dirambut Adel. Mika lalu melepaskan jambakannya


Mika mendekati cewek yang lainnya dan menjambak rambut cewek itu


"Sakit Mika... lepasin rambutku"teriak cewek itu


"Kalian tahu sakit rasanya dijambak, jadi jangan pernah lakukan itu"


Mika melepaskan tangannya dirambut cewek tersebut dan berjalan sambil berkata


"Daffa memang belum punya pacar.. kalian jangan bohongi cewek itu... aku tahu semua tentang Daffa. Sekarang kalian bubar sebelum aku berubah pikiran dan berbuat lebih kasar"


Ketiga cewek yang mengeroyok Adel pergi dari taman itu meninggalkan Adel.


"Terima kasih... "ucap Adel


Tapi tak dijawab Mika, ia berlalu menuju gudang belakang sekolah.


"Mika... kamu tak boleh merokok. Tidak baik untuk kesehatan"ucap Adel dan menarik paksa rokok di mulut Mika lalu membuangnya.


Mika memandangi Adel dengan intens. Baru kali ini ada cewek yang berani membuang rokok nya. Daffa sahabatnya saja tidak berani melakukan itu.


Daffa memegang pergelangan tangan Adel dengan keras


"Siapa kamu....beraninya melarang dan membuang rokokku"ucap Mika dengan mata membesar.


"Sakit Mika... lepasin tangan ku"Adel mencoba melepaskan tangannya, tapi tak bisa karena pegangan Mika yang kuat.


"Jangan kamu kira karena aku menolongmu, kamu bisa lancang begini... "


"Mika... aku melakukan ini karena kamu sahabat Daffa. Kamu tak boleh merokok disekolah, nanti jika guru tahu kamu bisa dihukum"


"Apa pedulimu... "Mika memperat cengkeraman tangannya dipergelangan tangan Adel

__ADS_1


"Mika sakit... aku mohon lepasin.. "ucap Adel dengan terisak, karena ia merasa tangannya hampir patah dicengkeram begitu kerasnya


Mika melepaskan tangan Adel


"Makanya jangan pernah ikut campur urusan ku... aku bisa lebih kasar dari itu. Sekarang pergi dari hadapanku sebelum aku berubah pikiran"


Dengan terisak Adel memegang pergelangan tangannya yang tampak membiru


"Terserah kamu... tapi Aku cuma mengingatkan kalau apa yang kamu lakukan ini tidak baik buat kesehatan mu. Jika orang tuamu tahu, pasti mereka sedih"


"Cepat pergi dari hadapanku... aku tak suka cewek cerewet seperti mu"Mika menendang kayu yang ada didekat kakinya keras dan hampir mengenai Adel. Ia marah jika ada yang menyinggung orang tuanya


Adel akhirnya berlalu dari tempat Mika berdiri dengan tergesa. Ia takut melihat pancaran kemarahan dari mata Mika


Sementara ditempat lain, ketiga cewek tadi menemui Citra di pustaka.


"Citra... maaf kami belum sempat menghajar tuh cewek lebih keras, Mika muncul dan melerai"ucap salah seorang dari mereka


"Aku melihatnya... aku heran mengapa Daffa dan Mika bisa dekat dengan tuh cewek. Apa sih kelebihannya. "ucap Citra


Ternyata Citra yang meminta cewek cewek itu memberi pelajaran buat Adel agar menjauh dari Daffa. Ia tadi bersembunyi melihat semuanya.


"Aku juga tak habis pikir... apa sih yang dilihat Daffa didiri Adel.... mengapa ia mendekati Adel. Padahal kamu yang jelas jelas menyukainya dari kelas satu tak diacuhkan... padahal kamu jauh lebih cantik dari Adel. Kamu juga kaya... Adel dari penampilannya saja jelas ia dari ekonomi bawah"ucap Rika


"Apa ada sesuatu yang dimiliki Adel, sehingga ia bisa dekat dengan Daffa dan Mika "ucap Novi memegang dahinya berpikir.


"Kita harus cari tahu apa hubungannya dengan Daffa dan Mika"ucap Rika lagi


"Sudahlah... aku yang cari tahu sendiri. Dan aku tak akan melepaskan Daffa. Aku harus mendapatinya. Kedua orang tuaku mengenal dekat kedua orang tua Daffa, aku harus memiliki Daffa walau bagaimanapun caranya"ucap Citra sambil tersenyum licik


"Bagus Citra... jika Daffa tak bisa dimiliki secara halus... kamu bisa memaksanya melalui kedua orangtuanya... "


"Pasti... kalian lihat saja, Daffa harus jadi milikku... sekarang kita kembali ke kelas saja. Bel sudah berbunyi"ujar Citra.


Semua cewek cewek itu berdiri dari duduknya dan meninggalkan pustaka menuju kelas masing masing.


**********************

__ADS_1


Terima kasih telah membaca novel ini.


Tinggal kan jejak ya... berupa like dan koment, karena itu sangat membantu buat author agar lebih semangat menulis.


__ADS_2