Antara Aku, Kekasihku Dan Sahabatnya

Antara Aku, Kekasihku Dan Sahabatnya
Bab 17. Permintaan Bunda


__ADS_3

"Bunda... aku boleh pinjam putri bunda yang cantik ini nggak"ucap Daffa sambil memandangi Adel dengan mata yang penuh cinta


"Mau di bawa kemana... "


"Mau diajak jalan jalan bunda... percayalah putri bunda tidak akan kekurangan apapun nanti, aku akan menjaga putri bunda dengan sepenuh jiwa dan ragaku... "rayuan Daffa


"Gombal nya receh banget sih"ledek Adel


"Baiklah.....bunda percaya dengan mu"


"Bunda... mungkin Adel langsung pulang ke kost saja.. "


"Adel....mengapa kamu nggak tinggal disini saja. Kamu juga bisa ke sekolah bareng Mika"


Adel memandangi Mika, tapi cowok itu tetap dengan kesibukannya memainkan ponsel nya, entah apa yang ia ketik.


"Bunda... kalau Adel harus tinggal dengan bunda, kasihan Mika... nggak mungkin Mika harus tidur dikamar tamu terus... "


"Mika pasti setuju... iya kan Mik... kamu nggak apa apa kan jika harus tidur di kamar tamu terus"


"Hhhmmmm.. ..."Mika hanya menjawab dengan deheman.


"Kamu kenapa Mik... sariawan... dari tadi diam saja"tanya bunda.


"Aku lagi nggak mood bicara... "


"Ituu..... kamu kan juga bicara"ujar Bunda


"Aku juga lagi nggak mood becanda bunda... "


"Ada apa memangnya... kamu lagi patah hati ..ha.. ha.. "ucap bunda sambil tertawa..


"Bunda... Mika sudah bilang... kalau aku lagi nggak mood becanda"ucap Mika dan berdiri dari duduknya menuju kamar


"Lho... tumben tuh anak ngambek... kayak cewek lagi PMS aja... Daffa... kamu tahu apa penyebab Mika bersikap begitu"


"Nggak tahu bunda.... "


"Bukannya tadi kalian berdua ngobrol di kamar "

__ADS_1


"Tapi Mika tidak ada ngomong apa apa bun.."


"Mungkin tuh anak lagi bertengkar lagi sama ayah nya,pasti minta uang tapi nggak di beri ayah. Adel... kamu pikirkanlah... lebih baik kamu tinggal di sini... lebih aman. Dari pada kamu harus kost, sendirian tiap malam, jika terjadi sesuatu nggak ada yang tahu"


"Adel... aku rasa apa yang bunda katakan itu benar. Lebih baik kamu tinggal di sini. Aku juga nggak akan kuatir... "


"Tapi bunda... Daffa... kasihan Mika harus pindah kamar jadinya... atau bagaimana kalau Adel tinggal di toko bunda saja... kan ada gudang. Bisa dibersihkan buat kamar Adel."


"Di toko sudah ada dua karyawan bunda yang tinggal, apa kamu nggak keberatan nanti gabung dengan mereka. Bunda maunya kamu dirumah ini... biar ada yang jaga rumah disaat bunda sibuk di toko... "


"Atau biar Adel yang di kamar tamu.. bunda"


"Baiklah... nanti kamu bisa bersihkan kamar tamu. Besok sepulang sekolah kamu bereskan semua barang barangmu... "


"Biar aku bantu kamu besok... "


"Sekalian dengan Mika... biar cepat selesainya dan bisa langsung pindah ke sini"


"Baiklah bunda... terima kasih. Adel sayang bunda"Adel berdiri dan memeluk bunda sambil mengecup pipi nya..


"Adel... kamu mandi lah sekarang... katanya mau jalan bareng Daffa... bunda juga harus ke toko sekarang. Ingat ya pulang jangan kesorean... kamu harus bereskan kamar tamu buat kamu tinggalin"


Setelah Adel selesai mandi, ia ingin pamit dengan Mika. Daffa menunggu nya diujung jalan, nggak ingin orang tuanya melihat.


Adel mengetuk pintu kamar....


"Mika... Mika... Aku pamit ya... jangan lupa tutup pintu setelah aku pergi"beberapa saat menunggu Adel tak juga mendengar sahutan, ia mencoba membuka pintu, ternyata tak dikunci. Adel masuk dan melihat Mika yang tertidur.


Adel mengguncang tubuh Mika pelan tapi tak juga terbangun...


"Kata bunda... cara ampuh bangunkan Mika, dengan menggelitik pinggang Mika"


Ia pun menggelitik pinggang Mika, ternyata Mika langsung bergerak. Ia menangkap dan menarik tangan Adel, membuat Adel kaget dan jatuh menimpa badan Mika. Wajah Adel dan Mika hanya berjarak beberapa senti .


Mika memandang mata Adel dengan intens, mata mereka beradu beberapa saat. Jantung Adel berpacu dengan cepatnya. Setelah mengembalikan kesadarannya Adel bangkit dari tubuh Mika.


"Mika... kaget tahu.. untung Adel jatuhnya diatas tubuh Mika.. kalau ke lantai bagaimana"ucap Adel menetralkan detak jantungnya.


"Kamu yang salah... kamu tahu aku paling nggak bisa kalau digelitik.. "

__ADS_1


"Kamu tidurnya kayak kebo... susah banget dibangunkan.. Aku mau pamit pergi"


"Kemana... "


"Kemana saja Daffa bawa... kenapa kamu pengen tahu"ucap Adel sambil memajukan bibirnya.


"Bibirmu minta dicium ya... menggoda saja"


"Mengapa lihat aku seperti itu, kamu baru sadar ya kalau aku ini cantik "


"Geer banget... pergi cepat sana... biar pulangnya juga cepat. Jangan lupa makan siang gue.. "


"Ha... makan siang kamu... beli sendiri. Nggak sempat aku buat... ini saja sudah jam sepuluh... "


"Kan perginya bisa dua jam.. jam dua belas pulang buat masak makan siang"


"Enak saja... masa sih cuma dua jam perginya. Kamu kali ini buat sendiri ya buat makan siangnya... kalau buat makan malam,aku janji deh buatkan. Aku kan harus ke kost juga ambil pakaian sekolah "


"Katanya kamu adik gue... kalau lu memang merasa gue kakak lu, dengar kata gue... jangan keluar lama lama... siang pulang.. titik nggak pakai koma... "


"Rese amat sih... iya nanti aku usahakan.. tapi nggak janji... kalau jam satu belum juga sampai.. kamu pesan makanan saja ya"


"Aku nggak mau... aku tunggu sampai kamu pulang dan masak buat aku"


"Memangnya kamu nggak keluar... biasanya juga kamu jarang dirumah... "


"Aku keluar sebentar... makan siang sudah dirumah"


"Terserah deh... kalau mau menunggu... aku pergi dulu, kasihan Daffa menunggu kelamaan... da... da... kak Mika.. hati hati dirumah sendirian"ucap Adel sambil berlari


"Kak Mika... boleh juga panggilan itu"


***************************


Terima kasih telah membaca novel ini.


Mampir juga di novel terbaruku


ELEGI CINTA LANGIT DAN PELANGI

__ADS_1


__ADS_2