
"Sayang. .. besok kita ke dokter ya.. "Adel berkata dengan hati hati takut Mika marah.
Ia pun memeluk tubuh Mika sambil membenamkan wajahnya dileher Mika
"Adel... harus berapa kali aku katakan, aku nggak mau lagi berobat. Aku pasrahkan semua hidup dan matiku ditangan Tuhan. Aku nggak mau tubuhku diotak otik.. "
"Sayang... kamu mencintaiku nggak"
"Tentu saja sayang... kamu tak perlu menanyakan apa dan bagaimana perasaan aku padamu, kamu pasti dapat merasakan semuanya dari sikapku"
"Kalau memang kamu mencintai aku, kamu pasti ingin hidup bersamaku lebih lama.. "
"Tentu saja sayang.... jika bisa kita hidup bersama sampai menua.."
"Jika memang kamu ingin bersamaku sampai kita tua, kamu harus berobat"
"Apa operasi itu dapat menjamin aku sehat.. nggak kan.. hanya mampu memperpanjang umurku sedikit, itu yang hanya dokter bisa jamin. Tapi bukan menjamin kesembuhan. Lagi pula umur di tangan Tuhan... bukan dokter. Apa jika aku tak mau berobat.. kamu menyesal menikah denganku"
"Mika... sudah berapa kali aku katakan... aku nggak mau dengar kamu mengatakan kalau aku menyesal menikah denganmu lagi.. karena aku sudah memikirkan semuanya sebelum menikah denganmu... aku menikah karena aku mencintaimu "
"Aku juga sangat mencintaimu... "Mika mengecup bibir Adel.
Adel memandangi wajah Mika dengan intens. Ia mengagumi setiap pahatan Tuhan diwajahnya... mungkin Tuhan lagi bergembira ketika menciptakan Mika... karena pahatan wajahnya sangat sempurna, tapi sayang wajahnya tak seberuntung hidupnya, ia harus mengidap penyakit berbahaya diusia muda.
"Sayang nanti kita jalan ke mal ya... sekalian nonton"ajak Adel
"Boleh... Apapun yang istri aku inginkan...jika aku sanggup akan aku lakukan"
"Kalau begitu aku mandi dulu ya sayang... "ucap Adel sambil mengecup bibir Mika,setelah itu langsung masuk kamar mandi
"Nakal ya sekarang... "
##################
Sore harinya Mika dan Adel sudah beres dijalanan menuju ke sebuah pusat pembelanjaan yang juga pusat hiburan.
Mereka langsung menuju sebuah bioskop dan memilih film romantis. Adel dan Mika masuk ke dalam bioskop saat film baru diputar.
Mika berjalan sambil memeluk pinggang Adel. Mereka tak menyadari jika disalam bioskop juga ada Daffa dan Citra.
Citra melihat Mika dan Adel yang memilih duduk didepan mereka.
"Lu lihat tuh mantan pacar lu.. mesra banget. Pasti mereka saling mencintai"ucap Citra dengan Daffa
Daffa memperhatikan Adel yang duduk dibarisan depan kursinya. Ia melihat Adel yang memeluk erat lengan Mika dan menyandarkan kepalanya dibahu Mika.
__ADS_1
"Sepertinya apa yang dikatakan Citra ada benarnya... Adel pasti sangat mencintai Mika, sehingga ia tak malu bermesraan dengan Mika, beda saat bersamaku, paling ia hanya menggenggam tanganku"
Daffa tidak fokus menonton, matanya asyik mengamati tingkah Adel dan Mika yang tampak sangat mesra. Kemesraan mereka dapat mengalahkan kemesraan sepasang kekasih di film yang lagi diputar.
Tampak Mika yang sering mengecup kepala Adel dan sesekali mengecup pipinya.
"Gila juga mantan pacar lu.. pacaran aja sudah berani melakukan adegan mesra begitu didepan umum, apa lagi jika mereka lagi berduaan dirumah... nggak bisa gue bayangin apa yang mereka lakukan"
"Adel nggak mungkin melakukan sesuatu yang melanggar norma"
"Lu yakin... lihat tuh, Mika mengecup bibir Adel.. "
Daffa dapat melihat semua itu dari tempatnya duduk.
"Mika.. malu ah.. masa mengecup bibir aku, nanti ada yang lihat"ucap Adel
"Kan lampunya sudah dipadamkan sayang, kecuali orang usil yang tak ada kerjaan, yang bukannya menonton film tapi malah memperhatikan kita"ujar Mika sedikit keras. Karena ternyata Mika tadi sempat melihat kehadiran Citra dan Daffa. Tapi ia sengaja tak mengatakan itu dengan Adel
Setelah selesai film diputar, Mika berjalan keluar dari bioskop dengan tangan yang melingkar dipinggang Adel.
"Mika.. itu bukannya Daffa dan Citra.. "
"Ho.. oh.. "
"Berarti tadi mereka menonton bersama kita di dalam"
"Apa mereka melihat kita tadi ya..."
"Emang kenapa kalau lihat... apa yang kamu takutkan"
"Apa mereka melihat kamu yang mencium aku"lirih Adel
"Biarin saja kalau mereka lihat... "
"Mika... mereka kan belum tahu kita sudah menikah, pasti mereka berpikiran yang bukan bukan"
"Aku tak peduli... "
"Mika.. ih... dari tadi jawabnya bikin kesal aja"
"Mengapa kalau Daffa lihat aku menciummu, apa kamu takut Daffa cemburu, kamu takut Daffa kecewa dan sakit hati.. apa kamu masih mencintainya... sehingga kamu sangat takut dia kecewa.. "ujar Mika ketus
Adel menarik nafasnya. Ia tak boleh terbawa emosi, karena ia tahu perubahan mood di diri Mika adalah salah satu dampak penyakitnya.
"Maaf... bukan maksud aku begitu sayang.. aku hanya tak ingin mereka berprasangka buruk pada kita, mereka kan nggak tahu jika kita telah menikah"Adel memeluk erat lengan Mika dan mengusapnya agar Mika tak marah lagi.
__ADS_1
"Sudahlah... ngapain mikirin mereka, sekarang kita mau kemana"tanya Mika
"Kita makan dulu ya sayang... baru pulang. Aku ingin banget makan mie goreng seafood di kafe itu"
"Oke... aku juga sudah lapar"
Mereka masuk kedalam kafe itu dengan masih menggandeng tangan. Dan di dalam kafe kembali mereka bertemu Daffa dan Citra. Adel tak mungkin menghindar lagi, mereka sudah melihat kedatangan Adel dan Mika.
"Selamat malam Citra.. Daffa.. lama nggak ketemu.. apa kabar"
"Baik... kamu juga kelihatan sangat baik dan bahagia "
"Ya... alhamdulillah.. "
"Kami mau duduk di sana... kami permisi ya"pamit Adel Dan langsung berjalan menuju meja dibelakang mereka.
"Del.. kamu mengapa nggak pernah tampak di kampus lagi"tanya Daffa sebelum ia jauh
"Aku ambil cuti.. "
"Mengapa... "
"Aku akan menikah dengan Mika"
Daffa sangat kaget mendengar jawaban Adel, ia langsung membelikan badannya menghadap Adel.
"Kamu serius Del... "
"Ya... mengapa memangnya jika Adel akan menikah denganku "
"Mengapa harus terburu buru,kamu masih harus kuliahkan"
"Kuliah juga bisa walau sudah menikahkan"
"Tapi.. "
"Tapi mengapa... apa ada yang salah jika kami menikah muda... apa ada larangan kami menikah"potong Mika
"Kamu nggak lagi hamilkan"tanya Citra
"Apa setiap orang yang menikah muda hanya untuk menutupi kehamilannya.. kami menikah agar kami halal melakukan semuanya. Maaf.. aku mau makan dulu "ucap Adel dan berlalu
Daffa dan Citra hanya terdiam,larut dengan pikiran mereka masing masing..
*****************************
__ADS_1
Terima kasih buat yang sudah membaca novel ini.